Gerakan Pangan Murah Jaga Stabil Harga Bahan Pokok

Program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Pangkalpinang

Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Sepanjang tahun 2026, Pemkot Pangkalpinang telah melakukan enam kali pelaksanaan GPM di berbagai lokasi di Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh pemerintah kota dan juga bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, menjelaskan bahwa dari total pelaksanaan tersebut, tiga kegiatan dilaksanakan secara mandiri, dua kegiatan bekerja sama dengan Bank Indonesia, dan kegiatan hari ini menjadi yang keenam.

“Secara keseluruhan kita sudah melaksanakan enam kali GPM sepanjang tahun 2026. Tiga kegiatan kita laksanakan secara mandiri, kemudian dua kegiatan lainnya bekerja sama dengan Bank Indonesia, dan kegiatan hari ini menjadi yang keenam,” ujar Yiyi.

Menurutnya, pelaksanaan GPM merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Program ini juga menjadi langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah, terutama pada momen-momen tertentu ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

“Memang GPM ini sengaja kita laksanakan sebagai program untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan GPM tidak hanya digelar menjelang Idulfitri, tetapi juga dilaksanakan pada berbagai momentum penting lainnya sepanjang tahun. Beberapa di antaranya seperti saat peringatan Hari Pangan Sedunia, periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), hingga menjelang bulan Ramadan.

“Kita juga melaksanakan GPM pada momen-momen tertentu seperti Hari Pangan Sedunia dan saat Nataru kemarin. Kegiatan ini cukup intens kita lakukan,” katanya.

Sementara itu, khusus menjelang Idulfitri tahun ini, Dispaper Pangkalpinang hanya menggelar satu kali GPM yang dipusatkan di halaman Masjid Agung Kubah Timah. Menurut Yiyi, keterbatasan waktu serta aktivitas para vendor yang mulai fokus berjualan di pasar menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan GPM jelang Lebaran hanya dilakukan satu kali.

“Kita hanya melaksanakan satu kali menjelang Idulfitri karena keterbatasan waktu dan para vendor juga sudah fokus berjualan di pasar atau di tempat masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya berharap pelaksanaan GPM tersebut tetap dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Pangkalpinang. “Walaupun hanya satu kali, kita berharap kegiatan ini bisa maksimal membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.

Pelaksanaan GPM di Berbagai Momentum

Program Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak hanya dilaksanakan menjelang Idulfitri, tetapi juga di berbagai momen penting sepanjang tahun. Hal ini bertujuan untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap bahan pokok yang terjangkau, terutama saat permintaan meningkat.

Beberapa momen yang menjadi prioritas pelaksanaan GPM antara lain:

  • Hari Pangan Sedunia – Sebuah perayaan global yang menekankan pentingnya pangan bagi kesejahteraan manusia.
  • Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) – Saat kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk persiapan liburan maupun acara keluarga.
  • Menjelang Bulan Ramadan – Momen yang sangat dinantikan masyarakat, terutama dalam hal persiapan berbuka puasa dan kebutuhan harian.

Dengan pelaksanaan GPM di berbagai momen, pemerintah berupaya memastikan kestabilan harga bahan pokok dan mengurangi beban ekonomi masyarakat.

Peran Bank Indonesia dalam GPM

Salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh Pemkot Pangkalpinang dalam pelaksanaan GPM adalah dengan Bank Indonesia. Dalam beberapa kegiatan, Bank Indonesia turut serta dalam menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih murah.

Kerja sama ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah. Dengan bantuan Bank Indonesia, kegiatan GPM bisa lebih efektif dalam mencapai tujuannya.

Penutup

Pelaksanaan GPM di Kota Pangkalpinang terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Meskipun jumlah kegiatan GPM menjelang Idulfitri hanya satu kali, pihak Dispaper tetap berkomitmen untuk memastikan kegiatan ini memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaborasi dengan berbagai pihak, program GPM diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?