Surat Israel ke UNICEF: Mengadukan Serangan Rudal Iran yang Menewaskan Anak-Anak
Israel telah mengirimkan surat resmi kepada UNICEF, organisasi PBB yang bertanggung jawab atas perlindungan anak-anak, untuk menuntut kecaman terhadap serangan rudal Iran yang menewaskan dan melukai banyak anak-anak di negaranya. Dalam surat tersebut, pihak Israel menyoroti dampak mengerikan dari serangan balistik yang dilakukan oleh Republik Islam Iran.
Dalam surat yang ditulis oleh Nina Ben-Ami, Wakil Direktur Jenderal untuk PBB dan Organisasi Internasional di Kementerian Luar Negeri Israel, disampaikan bahwa serangan rudal Iran tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menyebabkan korban jiwa di kalangan anak-anak. Beberapa insiden terjadi dalam beberapa hari terakhir, termasuk serangan yang menargetkan area pendidikan dan tempat tinggal warga sipil.
Beberapa peristiwa penting yang disebutkan dalam surat tersebut antara lain:
- Pada tanggal 21 Maret, sebuah rudal balistik Iran yang dilengkapi dengan amunisi kluster menghantam Kota Rishon LeZion, menyebarkan subamunisi di 11 lokasi berbeda, termasuk kompleks taman kanak-kanak dan tempat penitipan anak.
- Pada hari yang sama, sebuah rudal lain yang membawa ratusan kilogram bahan peledak menghantam lingkungan perumahan padat penduduk di Arad, mengakibatkan lebih dari 115 warga sipil dievakuasi ke Pusat Medis Soroka. Di antara yang terluka, terdapat 18 anak dan bayi, termasuk seorang gadis berusia 5 tahun dalam kondisi kritis.
- Beberapa jam sebelumnya, serangan rudal di kota Dimona di 12 lokasi berbeda menyebabkan sebuah bangunan perumahan sebagian runtuh, melukai sekitar 60 warga sipil termasuk dua anak laki-laki berusia 12 dan 10 tahun yang menderita luka parah akibat pecahan peluru.
Selain itu, ada beberapa insiden lain yang mencerminkan pola serangan yang mengkhawatirkan:
- Pada tanggal 14 Maret di Eilat, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun terluka parah akibat pecahan peluru amunisi tandan saat menyeberang jalan.
- Pada tanggal 2 Maret di Beersheba, sebuah rudal menghantam sebuah bangunan tempat tinggal dan melukai 15 orang, termasuk anak-anak.
- Pada tanggal 1 Maret, serangan rudal Iran di tempat perlindungan Beit Shemesh menewaskan sembilan warga sipil dan melukai lebih dari 50 orang, termasuk tiga saudara kandung remaja berusia 13, 15, dan 16 tahun serta seorang anak laki-laki berusia 16 tahun.
Serangan-serangan ini tidak hanya menimbulkan korban fisik, tetapi juga dampak psikologis yang besar. Ribuan anak-anak Israel saat ini menerima perawatan psikologis di pusat-pusat ketahanan nasional dan rumah sakit karena kecemasan parah yang disebabkan oleh ledakan dan pengurungan berkepanjangan di tempat perlindungan bom.
Respons Iran terhadap Serangan AS-Israel
Sementara Israel mengadukan serangan Iran yang menewaskan anak-anak bangsanya ke UNICEF, serangan yang dilancarkan Israel sejak operasi militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) lalu juga menelan ratusan korban jiwa anak-anak Iran.

Pada Minggu (22/3/2026), Kementerian Kesehatan Iran mengungkap bahwa setidaknya 210 anak tewas dan 1.510 lainnya luka-luka di Iran akibat serangan AS-Israel yang dinamai Operation Epic Fury. Dalam pernyataannya, Menteri Kesehatan Iran Mohammad-Reza Zafarghandi menyebutkan bahwa sekitar 300 pusat kesehatan, medis, dan darurat juga telah rusak sejak akhir Februari lalu.
Serangan ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan infrastruktur dan gangguan pada pasar global serta penerbangan. Iran pun melakukan serangan balasan dengan drone dan rudal yang menargetkan Israel, bersama sejumlah titik di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset maupun pangkalan militer AS.
Sebelumnya, di Gaza, Palestina, jumlah anak-anak yang tewas akibat serangan Israel tercatat mencapai 18.592 anak berdasarkan laporan Agustus 2025. Angka tersebut merupakan akumulasi sejak Israel memulai agresi pada Oktober 2023.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












