Iran siapkan 8 lapis pasukan khusus untuk menghadang invasi AS-Zionis

.CO.ID, JAKARTA — Militer Iran telah mempersiapkan diri sepenuhnya untuk menghadapi ancaman invasi darat dari pasukan Amerika Serikat (AS) dan zionis Israel di wilayahnya. Jika invasi benar-benar terjadi, banyak pengamat militer melihatnya sebagai tindakan yang berisiko tinggi bagi pasukan AS. Namun, situasi di lembah Persia kemungkinan akan menjadi tantangan besar bagi pihak penyerang.

Delapan lapisan pasukan pertahanan darat Iran siap menyambut Navy Seal dan Sareyet Matkal, bahkan sebelum mereka mendaratkan sepatu bootnya di Tanah Para Mullah. Pertanyaannya adalah, apakah para tentara elit itu bisa melewati setiap lapisan pertahanan yang telah disiapkan?

Menurut informasi yang diperoleh, pasukan pertahanan Iran dirancang dalam delapan lapisan terpisah, tetapi tetap terkoordinasi. Setiap lapisan memiliki fungsi dan misi tersendiri, didukung oleh intelijen penuh atas pergerakan musuh.

Berikut adalah penjelasan delapan lapis unit khusus tersebut:

  1. Pasukan Khusus (Nuhed)

    Ini adalah pasukan militer Iran yang paling profesional di garis depan pertahanan. Mereka memiliki tingkat peralatan dan pelatihan tertinggi. Tugas utama mereka adalah melakukan kontak pertama dengan ancaman canggih dan operasi khusus musuh, sekaligus mengidentifikasi dan menghancurkan pasukan inti invasi.

Mereka tergabung dari Pasukan Khusus Angkatan Laut IRGC (SNSF), Korps Marinir Angkatan Darat (SBS), dan Brigade ke-65 Pasukan Khusus Lintas Udara Iran. Mereka juga dikenal sebagai brigade anti-helikopter, yang khusus dalam melawan helikopter musuh, dan ditempatkan di pulau-pulau Teluk Persia, di pantai teritorial, dan di dalam Iran.

  1. Pasukan Fatiheen

    Ini adalah Brigade Lintas Udara ke-25, ke-35, ke-45, dan Brigade ke-55 Angkatan Darat (AD). Selain itu, termasuk Divisi Lintas Udara ke-23, Divisi Ranger ke-58, serta Divisi Infanteri Gunung AD. Mereka adalah unit penyerangan yang dirancang untuk operasi ofensif jauh di dalam zona pertempuran. Brigade dan divisi ini akan dikerahkan di berbagai wilayah negara dan akan beroperasi dengan kecepatan tinggi.

  2. Brigade Infanteri Mekanis AD dan AD IRGC

    Ini adalah pasukan darat terlatih dan berjumlah banyak yang dilengkapi dengan peralatan lapis baja dan didukung oleh penerbangan AD dan IRGC. Mereka juga akan didukung oleh pasukan artileri berat dengan tembakan terus-menerus.

  3. Korps Provinsi – Unit Polisi Khusus

    Pasukan ini bertanggung jawab untuk menghadapi pasukan musuh dan kelompok bersenjata di pinggiran dan dalam kota. Mereka adalah pasukan yang terampil dan berpengalaman yang terorganisir untuk menangani krisis kompleks dan ancaman infiltrasi.

Pasukan Dukungan dan Operasi Khusus (NOPO) ini juga termasuk di antara pasukan paling berpengalaman. Mereka akan memberikan dukungan tempur dan operasi garis depan untuk unit khusus di wilayah perkotaan Iran untuk menangani ancaman perkotaan.

  1. Batalyon Imam Hussein

    Ini adalah unit penyerang dengan peralatan berat dan semi-berat yang bertanggung jawab untuk menstabilkan garis pertahanan. Mereka akan memberikan dukungan tembakan secara terus menerus.

  2. Batalyon Imam Ali (Operasi Khusus)

    Unit ini memiliki peran penting yang spesifik. Individu-individu ini adalah pasukan elit dan terampil yang dirancang untuk operasi lapangan yang kompleks dalam situasi kritis.

  3. Mobilisasi Veteran

    Mobilisasi Veteran terdiri dari para pejuang Pertahanan Suci, veteran Garda Revolusi dan Basij. Mereka telah dilengkapi dan diorganisir secara khusus dengan pengalaman delapan tahun dalam peperangan yang tidak seimbang.

Menurut pejabat militer Iran, pasukan ini merupakan aset yang berharga dan tak tertandingi. Tidak hanya dalam hal taktik, tetapi juga dalam hal pengalaman dalam mengelola medan pertempuran yang sulit.

  1. Mobilisasi Rakyat

    Iran telah mempersenjatai dan mengorganisir sejumlah besar sukarelawan rakyat, terutama di daerah perbatasan yang terancam di barat dan selatan negara. Lapisan ini menambah kapasitas dukungan rakyat yang tak terbatas pada persamaan pertahanan dan menghilangkan anggapan musuh tentang keterbatasan jumlah tentara.

Jumlah lapisan kedelapan saat ini diperkirakan lebih dari satu juta orang, yang diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 10 juta ketika dilakukan panggilan umum.

“Yang menjadikan struktur delapan lapis ini ancaman strategis bagi musuh bukanlah sekadar jumlah pasukan, tetapi koordinasi unik antar lapisan tersebut,” kata pejabat Iran tersebut.

Menurut dia, delapan lapis pasukan ini telah berada pada tingkat kesiapan tertinggi. “Dari Pasukan Khusus Nuhed hingga Mobilisasi Rakyat, setiap lapisan bukanlah garis pertahanan pasif, melainkan kompleks ofensif independen yang dirancang untuk menghancurkan musuh dan menangkap tawanan dari pihak agresor.”

Untuk diketahui, AS bersama zionis Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Iran pun membalas serangan tersebut dengan menembakkan rudal ke Israel dan semua pangkalan AS di Timur Tengah.

Belakangan, AS dilaporkan mempertimbangkan invasi darat untuk merebut Pulau Kharg di Iran. Laporan Axios pada 20 Maret menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump siap mengambil alih Pulau Kharg guna menekan Teheran agar membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Pejabat AS mengatakan sekitar 5.000 personel Marinir dan Angkatan Laut AS sedang menuju Timur Tengah. Belakangan, pejabat AS juga menyebut Pentagon akan mengirim 10 ribu personel tambahan untuk kepentingan tersebut.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?