Aktivitas Pembelajaran yang Seru dan Edukatif di Sekolah Upin & Ipin
Keseruan dalam serial animasi Upin & Ipin tidak pernah habis untuk dibahas. Serial kartun asal Malaysia ini memang konsisten menyajikan cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak, termasuk dalam dunia sekolah. Hal ini membuat penonton merasa nostalgia saat menonton. Bukan hanya sekadar latar belakang, aktivitas pembelajaran di sekolah sering menjadi fokus utama, sehingga terasa lebih memorable dan bermakna.
Sebagai murid Taman Kanak-Kanak (TK), Upin dan Ipin mendapatkan banyak pelajaran penting dari guru-guru mereka. Meski materi yang diajarkan belum sekompleks jenjang SD atau SMP, kegiatan pembelajaran tetap beragam dan menggunakan metode yang menyenangkan. Berikut adalah tujuh aktivitas pembelajaran yang pernah dijalani Upin, Ipin, dan teman-temannya di Tadika Mesra!
1. Bermain Tebak-Tebakan Nama Hewan
Tidak melulu belajar dari buku teks atau hanya menyimak penjelasan guru. Upin dan teman-temannya juga pernah mencoba aktivitas menarik dengan bermain tebak-tebakan nama hewan. Dalam game ini, kedua belas murid di kelas Aman dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap regu harus menebak nama hewan yang ditampilkan agar bisa mendapat skor bintang. Game edukatif ini tidak hanya melatih kemampuan anak-anak dalam menebak jawaban yang benar, tetapi juga meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri ketika memperagakan hewan di depan teman sekelasnya.
2. Belajar Berhitung di Tablet Pendidikan

Aktivitas pembelajaran di poin kedua ini juga berbasis game edukatif. Topiknya adalah matematika sederhana seperti pengurangan dan penjumlahan dasar. Dalam episode “Belajar Sambil Main”, Cikgu Melati mengajak murid-muridnya mencoba game matematika seru di tablet pendidikan. Ada objek lucu berupa karakter hewan dan buah yang perlu digeser sesuai pertanyaan matematika. Sayangnya, beberapa murid tampak kagok dan belum sepenuhnya memahami aturan bermainnya.
3. Bermain Sambung Lirik Lagu

Masih dalam episode yang sama, Cikgu Melati juga mengajak murid-muridnya bermain sambung lirik lagu di tablet. Permainan ini terasa asyik dan menghibur, sekaligus memberi kesempatan yang adil bagi setiap anak untuk ikut terlibat. Saat menyanyikan lagu “Bangau Oh Bangau”, ada satu murid perempuan yang terlihat malu-malu dan menolak ketika ditunjuk untuk bernyanyi. Namun, permainan seperti ini memiliki sisi positif karena dapat membantu anak-anak lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri di hadapan teman sekelas.
4. Kompetisi Sukaneka

Aktivitas pembelajaran di poin keempat lebih berfokus pada kebugaran jasmani. Lewat acara sukaneka, digelar berbagai pertandingan olahraga antarkelas di lapangan sekolah. Kelas Upin dan Ipin beradu dengan murid dari tiga rombongan kelas lainnya dalam beragam cabang lomba, seperti lompat karung, balap sendok sambil membawa kelereng, meniup balon hingga pecah, tarik tambang, dan masih banyak lagi. Perlombaan ini tidak hanya meriah, tetapi juga mengasah jiwa kompetitif dan menjaga kesehatan tubuh anak-anak.
5. Membuat DIY Taman Tercantik

Menjelang kontes taman tercantik di Tadika Mesra, Cikgu Melati memutuskan mengusung konsep daur ulang. Murid-murid diminta membawa barang bekas yang masih layak pakai, lalu dikumpulkan di sekolah. Cikgu Melati juga membimbing para murid untuk menyulap benda-benda bekas menjadi pot dan wadah tanaman yang unik. Aktivitas ini membuat murid kelas Aman sangat antusias dan merasa senang. Dari situ, mereka tersadar bahwa barang bekas masih bisa berguna jika dikreasikan dengan cara yang tepat.
6. Pembelajaran tentang Kebersihan Gigi

Karena Upin dan Ipin masih berstatus murid TK, pelajaran yang diberikan masih seputar hal-hal paling mendasar. Dalam episode “Gosok Jangan Tak Gosok”, ruang kelas kedatangan figur seorang dokter gigi sebagai guru tamu. Dokter Ravi mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar dengan slogan “bulat, bulat, bulat”. Aktivitas ini sangat penting untuk membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak dini.
7. Edukasi tentang Bahaya Api dan Kebakaran

Di kelas berapa kamu pertama kali mendapat pembekalan soal bahaya api dan kebakaran? Upin dan Ipin ternyata sudah dikenalkan dengan topik ini sejak masih duduk di bangku TK. Dalam episode “Sedia Menyelamat”, Tadika Mesra menghadirkan instruktur pemadam kebakaran sungguhan untuk memberikan pemahaman langsung kepada para murid. Mereka diajari cara menyelamatkan diri, mencari jalan keluar, dan menghubungi nomor pemadam kebakaran. Aktivitas ini membuat materi keselamatan terasa lebih menarik dan seru.
Banyak aktivitas pembelajaran seru yang berlangsung di sekolah Upin dan Ipin. Mereka tidak selalu belajar dengan menyimak penjelasan guru saja. Ada banyak aktivitas yang melibatkan praktik langsung, demonstrasi, dan game edukatif yang menyenangkan. Semoga saja, berbagai list kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan ke berbagai institusi taman kanak-kanak di dunia nyata.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












