Proyek Infrastruktur dan Pembangunan di Sulawesi Selatan
Beberapa proyek infrastruktur besar sedang berjalan di wilayah Sulawesi Selatan, yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Anggaran yang dialokasikan mencapai miliaran rupiah untuk berbagai proyek yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat sektor perekonomian.
Pembangunan Stadion Sudiang Makassar
Salah satu proyek terbesar adalah pembangunan Stadion Sudiang Makassar. Kementerian Pekerjaan Umum menganggarkan dana sebesar Rp674 miliar untuk proyek ini. Saat ini, pembangunan sedang berlangsung di wilayah timur Kota Makassar, tepatnya di Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Proyek ini akan menjadi salah satu fasilitas olahraga yang mumpuni dan mampu menampung ribuan penonton.
Jalan ke Kecamatan Seko Luwu Utara
Selain stadion, Kementerian PU juga terlibat dalam pembangunan jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Proyek ini dilakukan dengan anggaran sebesar Rp48 miliar yang akan cair pada tahun 2026. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulsel akan menanggung biaya sebesar Rp20 miliar. Kecamatan ini memiliki populasi sekitar 14.000 jiwa dan terdiri dari 12 desa, sehingga akses jalan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekolah Rakyat di Beberapa Lokasi
Kementerian PU melalui Ditjen Prasarana Strategis juga melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat di beberapa lokasi, termasuk di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar. Setiap sekolah akan mendapatkan anggaran antara Rp100 miliar hingga Rp200 miliar. Wakil Menteri PU telah meninjau proyek ini pada Maret 2026 untuk memastikan standar teknis yang modern, aman, dan sehat.
Bendungan Jenelata
Bendungan Jenelata juga terus dipacu sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan lumbung pangan di Sulawesi Selatan. Proyek ini mendapatkan anggaran sebesar Rp118 miliar pada tahun 2026. Dengan adanya bendungan ini, harapan besar diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan menjaga ketersediaan air bagi masyarakat sekitar.
Rehabilitasi Gedung DPRD
Kementerian PU melakukan rehabilitasi Gedung DPRD Sulsel dan Kota Makassar. Rekonstruksi dilakukan secara bertahap pada tahun 2025-2026. Tahap pertama memberikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk DPRD Sulsel dan DPRD Kota Makassar. Proyek ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan infrastruktur pemerintahan yang lebih efisien dan nyaman.
Proyek Lainnya
Tidak hanya proyek-proyek tersebut, Kementerian PU juga melakukan berbagai pembangunan lain seperti jaringan irigasi, penyediaan air baku, pembangunan jalan baru, jalan tol, preservasi jalan dan jembatan. Selain itu, ada juga pembangunan dan preservasi jalan daerah, SPAM, pengelolaan air limbah, pengembangan kawasan strategis, PHTC Madrasah, serta Sekolah Rakyat.
PLTSa atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Pada masa depan, pemerintah pusat bekerja sama dengan mitra rencananya akan membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Makassar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa rencana ini masih dalam tahap komunikasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait. Proyek ini membutuhkan proses panjang serta kajian mendalam sebelum direalisasikan. Anggarannya mencapai Rp3 triliun.
Jika proyek ini terealisasi, Makassar akan menjadi salah satu penerima proyek terbesar di Indonesia. Sebelumnya, PLTSa sudah tender untuk gelombang pertama di Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Perusahaan asal Tiongkok mendominasi pemenang tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikelola Danantara Indonesia.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












