Tokoh yang ajak Dokter Tifa Damai, dijanjikan Jokowi di Solo dan sebut Rismon Sianipar

Pengakuan Dokter Tifa Mengenai Ajakan Restorative Justice

Sosok yang membujuk Dokter Tifa untuk menempuh restorative justice dalam kasus ijazah palsu masih menjadi misteri. Sebelumnya, Dokter Tifa mengaku pernah dibujuk oleh pihak yang disebutnya sebagai kelompok Termul. Istilah “Termul” sering digunakan oleh sejumlah pihak kritis terhadap pemerintah untuk menyebut loyalis Presiden Joko Widodo (Jokowi), merujuk pada nama masa kecilnya, Mulyono.

Peristiwa tersebut terjadi saat Dokter Tifa sedang menjalani wajib lapor di Mapolda Metro Jaya. Ia mengaku didatangi dua orang pria berinisial AA dan FA yang terus mengikutinya hingga ke dalam area kepolisian. Setelah merasa terganggu, Dokter Tifa menegur kedua orang tersebut untuk menanyakan maksud dan tujuan mereka mengikutinya.

“Kami ke Polda untuk wajib lapor, tiba-tiba muncul ada dua termul ngikutin saya, nguntit gitu sampai masuk ke Polda, sebut inisialnya ya AA sama FA,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Diberi Ajakan Bertemu Jokowi

Dalam percakapan itu, Dokter Tifa mengaku mendapat ajakan untuk berangkat ke Solo guna bertemu langsung dengan Jokowi. “Ayolah Dok ke Solo lah Dok, ditunggu sama Bapak Jokowi di Solo,” ucap Dokter Tifa menirukan bujukan dua orang tersebut. “Nah, ingat ya ditunggu sama Pak Jokowi di Solo. Jadi saya sama sekali tidak pernah minta minta untuk ketemu Pak Jokowi,” tegas Dokter Tifa.

Dalam kesempatan itu, Dokter Tifa juga mengaku diberi tahu bahwa Rismon Sianipar telah menandatangani kesepakatan restorative justice. Namun, saat itu ia tidak mempercayainya.

Adapun Dokter Tifa dan Rismon Hasiholan Sianipar sama-sama menjadi tersangka dalam klaster pertama kasus ijazah bersama Roy Suryo. “Itu temannya yang belakangan saya tahu, minta RJ kan, si RS itu, tanda-tangan, Dok. Wah sepintas enggak percaya kan, eh kalian kok fitnah sih, gitu,” kata Dokter Tifa.

“Eh, benar, Dok, kita sudah dapat tanda tangan dari RS gitu kan, ayolah dok, dokter ke Solo lah,” ujarnya menirukan bujukan AA dan FA itu.

Rismon Minta Maaf dan Ajukan RJ

Belakangan, muncul pernyataan dari Rismon yang menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi dan mengakui bahwa penelitiannya terkait ijazah mantan presiden tersebut terdapat kekeliruan. Rismon juga mengajukan restorative justice dalam perkara ini dan sempat mendatangi rumah Jokowi di Solo.

Namun demikian, hingga saat ini Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Rismon belum diterbitkan. Sementara itu, Dokter Tifa dan Roy Suryo menyatakan tetap melanjutkan proses hukum yang berjalan dan tidak mengajukan restorative justice.

Daftar Tersangka Kasus Ijazah

Dalam perkara ini, Polda Metro Jaya menetapkan delapan tersangka yang dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama terdiri dari lima orang, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Namun, status tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah dicabut setelah keduanya lebih dahulu mengajukan penyelesaian melalui restorative justice.

Sementara klaster kedua terdiri dari tiga orang, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa. Kini, Rismon juga telah mengajukan restorative justice setelah meminta maaf kepada Jokowi dan mengakui bahwa ijazah Jokowi asli.

Bantah Ikuti Jejak Rismon Sianipar

Sebelumnya, Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa membantah isu yang menyebut dirinya mengikuti jejak rekannya, Rismon Sianipar, yang mengajukan restorative justice (RJ) di kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia juga enggan meminta maaf kepada Jokowi seperti yang dilakukan Rismon.

“Yang terjadi pada saya selama kurang lebih satu tahun ini adalah kriminalisasi atas karya ilmiah, atas pekerjaan saya sebagai peneliti.” “Sehingga saya tidak perlu harus minta maaf kepada siapapun,” ujar Tifa kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).

Ia mengklaim hasil penelitian yang dituangkan dalam Jokowi’s White Paper valid karena telah melalui proses ulasan oleh peneliti lain (peer review). Di balik keputusan tersebut, Dokter Tifa mengaku sempat dibujuk untuk mengikuti langkah Rismon.

Pertama, ia didatangi dua orang berinisial AA dan FA saat menjalani wajib lapor di Mapolda Metro Jaya pada 29 Januari 2026. “Ayolah Dok, dr. Tifa nih yang belum ke Solo untuk RJ. Ada loh temannya yang sudah,” ungkap Tifa menirukan ajakan tersebut.

Ia juga menyebut ada pihak lain yang diduga menyamar sebagai dirinya dan menghubungi tim Jokowi menggunakan foto profil WhatsApp miliknya untuk membahas RJ. “Saya tidak pernah quit. Saya tidak tidak pernah satu kali pun mundur atau keluar satu langkah pun,” tegas dia.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?