Duta Besar Jamin Kunjungan Megawati ke Timor Leste

Kunjungan Presiden Megawati Soekarnoputri ke Timor Leste pada Mei 2026

Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, mengungkapkan bahwa Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, akan melakukan kunjungan ke Timor Leste pada Mei 2026. Informasi ini disampaikan oleh Dubes Soares setelah ia bertemu dengan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao di kantor pemerintah pada Kamis (26/3/2026).

Menurut Dubes Soares, Megawati merupakan salah satu tokoh penting yang turut serta dalam upacara Restorasi Kemerdekaan Timor Leste pada 20 Mei 2002 lalu. Ia hadir sebagai saksi dalam acara tersebut dan secara resmi mengakui Timor Leste sebagai sebuah negara.

Karena perannya dalam peristiwa sejarah tersebut, Megawati menyatakan kesediaannya untuk kembali mengunjungi Timor Leste pada tanggal yang sama, yaitu 20 Mei 2026. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperkuat hubungan kerja sama bilateral antara kedua negara.

Dubes Soares menegaskan bahwa kunjungan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Timor Leste dan Indonesia sangat baik, baik dari perspektif masyarakat, aspek sosial budaya, maupun hubungan antar pemerintah. Ia juga menyebutkan bahwa saat ini pihaknya menerima arahan dari kepala pemerintahan untuk terus menjaga layanan ini dengan baik guna memperkuat kerja sama kedua negara.

Penghargaan Sipil Tertinggi untuk Megawati Soekarnoputri

Sebelumnya, diberitakan bahwa Megawati Soekarnoputri akan menerima penghargaan sipil tertinggi dari pemerintah Timor Leste. Undangan untuk menerima penghargaan Grand Collar of the Order of Timor Leste disampaikan oleh Presiden José Ramos Horta saat mereka bertemu di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan kepada Megawati atas kontribusinya dalam perdamaian. Penghargaan akan diserahkan oleh pemerintah di Kota Dili, ibukota Timor Leste.

Pertemuan Tertutup antara Megawati dan Presiden Ramos Horta

Dalam kunjungan tersebut, kedua tokoh bertemu dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Presiden José Ramos Horta tiba pada siang hari dan disambut oleh jajaran elite DPP PDI Perjuangan, termasuk Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Ronny Talapessy, serta Andi Widjajanto.

Megawati menyambut langsung kedatangan Ramos Horta dan mempersilakannya duduk sebelum memulai dialog tertutup. Keduanya kemudian menggelar pembicaraan tertutup selama lebih dari 2,5 jam. Pertemuan tersebut disebut berlangsung intens dengan nuansa historis dan strategis yang kental, sekaligus mencerminkan kedekatan personal yang telah terjalin lama.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan komunikasi keduanya setelah sebelumnya bertemu dalam ajang internasional di Abu Dhabi pada awal Februari 2026.

Hubungan Megawati dan Ramos Horta yang Kuat

Hubungan Megawati dan Ramos Horta tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga memiliki kedekatan emosional yang kuat. Megawati bahkan kerap menyebut sejumlah tokoh Timor Leste sebagai bagian dari keluarga, termasuk Kupa Lopez, Duta Besar Timor Leste untuk Kamboja, yang ia anggap sebagai anak angkat.

Bagi Ramos Horta, Megawati juga memiliki makna historis sebagai simbol rekonsiliasi. Kehadirannya dalam upacara restorasi kemerdekaan Timor Leste pada 2002 menjadi salah satu momentum penting yang mencairkan hubungan kedua negara pasca-referendum 1999.

Tukar Cindera Mata

Pada momen itu, kedua tokoh bertukar cindera mata. Megawati memberikan cindera mata berupa Batik kepada Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Jose Ramos Horta. Cindera mata itu menjadi tanda persahabatan kedua tokoh yang kembali berjumpa di Jakarta pada Senin (23/3/2026). Selain kain batik, Megawati juga memberikan buku karyanya berjudul Spirit Kemanusiaan.

Sementara itu, sebagai balasan, Ramos Horta menyerahkan tas kerajinan tangan khas Timor Leste serta kopi Arabika unggulan dari negaranya.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?