Wali Kota Tindak Tegas Lurah yang Diduga Selingkuh

Tindakan Tegas Terhadap Dua Lurah yang Diduga Berselingkuh

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, akan mengambil tindakan tegas terhadap dua lurah yang diduga berselingkuh. Jika terbukti melakukan pelanggaran tersebut, maka keduanya akan mendapat sanksi sesuai dengan ketentuan disiplin pegawai negeri sipil yang berlaku.

Christian Widodo menegaskan bahwa ia telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) serta Kepala BKPPD untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Ia menyatakan bahwa tindakan akan dilakukan secepatnya, dan jika terbukti, maka sanksi yang diberikan akan sangat tegas.

Sebelumnya, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, digemparkan oleh kasus penganiayaan yang menimpa dua aparatur pemerintah tingkat kelurahan. Lurah Tode Kisar, Richardson Zacharias Therik alias Riki Therik (57), dan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Fontein, Lady D Amatae (43), mengalami luka serius di sekujur tubuh setelah diduga dianiaya oleh sejumlah keluarga dari pihak suami Lady Amatae pada Jumat (3/4/2026) dini hari.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Ukitau, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT. Dugaan adanya hubungan khusus di luar pernikahan antara kedua lurah tersebut memicu kemarahan keluarga hingga berujung pada tindakan main hakim sendiri.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan polisi, keluarga Lady sudah lama mencurigai adanya perselingkuhan antara Lady dan Riki. Pada dini hari itu, keluarga mendapati Riki berada di rumah Lady. Tanpa banyak bicara, mereka langsung menganiaya keduanya hingga babak belur.

Saat kejadian, suami Lady diketahui sedang berada di Kelurahan Lasiana karena menderita sakit stroke. Kondisi ini membuat keluarga Lady semakin murka ketika mendapati keberadaan Riki di rumah tersebut.

Penanganan Polisi

Tim patroli Raimas Ditsamapta Polda NTT yang dipimpin Aipda Dickson Hermanus Lay segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Setibanya di tempat kejadian, aparat mengamankan kedua lurah yang sudah berlumuran darah akibat penganiayaan.

Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk mendapatkan perawatan medis. Polda NTT melalui Kabid Humas Kombes Pol Henry Novika Candra membenarkan adanya kasus ini dan menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

“Benar ada kasus penganiayaan terhadap dua orang yang saat ini ditangani oleh Polda NTT. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Candra, Sabtu (4/4/2026).

Kasubdit Penmas Polda NTT, Kompol Marten Ardjon, menambahkan bahwa Lady sudah melayangkan laporan resmi ke polisi. Kedua lurah juga telah divisum dan mulai dimintai keterangan setelah kondisi mereka membaik.

“Kejadiannya pada Rabu (1/4/2026) dini hari. Keduanya diamuk karena kedapatan berada di rumah Ibu Lurah Fontein. Dugaan keluarga adanya hubungan perselingkuhan,” ujar Kompol Marten Ardjon, Sabtu (4/4/2026).

Marten menjelaskan laporan polisi yang dilayangkan oleh Lady saat ini masih dalam proses penyelidikan. Menurutnya, kedua lurah itu juga sudah divisum dan dimintai keterangan.

“Kondisi mereka sudah pulih. Setelah kejadian itu Pak Riki langsung datang ke Polda NTT untuk kasih keterangan,” pungkas Marten.

Sorotan dari Masyarakat

Kasus ini menimbulkan sorotan tajam dari masyarakat. Ada beberapa aspek yang patut dicermati:

  • Proses Hukum:

    Meski ada dugaan perselingkuhan, tindakan penganiayaan tetap merupakan tindak pidana yang harus diproses sesuai hukum. Hingga kini, kasus penganiayaan terhadap dua lurah tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Polda NTT. Polisi berupaya mengungkap secara jelas kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat.

  • Isu Moral:

    Peristiwa ini menunjukkan bagaimana isu moral dapat memicu konflik keluarga hingga berujung pada kekerasan.

  • Aparatur Pemerintahan:

    Keterlibatan lurah dalam kasus semacam ini mencoreng citra aparatur pemerintah di mata publik, menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan etika pejabat publik.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?