18 Bulan Jadi Presiden, Prabowo 49 Kali ke Luar Negeri

Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto: Sebuah Perjalanan Diplomasi

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menjalani masa pemerintahannya selama 18 bulan. Dalam satu tahun pertamanya sebagai presiden, ia melakukan kunjungan luar negeri sebanyak 35 kali. Hingga awal April 2026, jumlah kunjungan tersebut meningkat menjadi 49 kali. Dalam diskusi dengan jurnalis senior dan pakar di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Selasa (17/3/2026), Prabowo menjelaskan alasan seringnya ia berkunjung ke luar negeri.

Menurut Prabowo, kondisi geopolitik Indonesia yang tidak stabil memaksa negara ini untuk aktif berinteraksi dengan negara-negara lain. Indonesia, katanya, adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat besar dan kawasan yang terbuka. Di era modern, Indonesia bergabung dengan organisasi-organisasi ekonomi seperti ASEAN hingga G20, tujuannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui kerja sama internasional.

Kunjungan-kunjungan ini juga memberikan kesempatan bagi Presiden Indonesia untuk menerima undangan dari pemimpin dunia. Menurut Prabowo, jika tidak datang, hal itu bisa menimbulkan kesan negatif. Ia menyatakan bahwa setiap Presiden Indonesia, termasuk dirinya sendiri, harus bekerja keras dalam menjaga hubungan diplomatik agar lapangan kerja rakyat tetap terjaga.

Dalam proses kerja sama tersebut, para menteri terlebih dulu melakukan lobi. Apabila sudah ada kesepakatan, Presiden Indonesia harus hadir secara langsung. Contohnya, saat mengunjungi Raja Belgia, Raja Belanda, atau Uni Eropa, Prabowo menekankan bahwa lobi dilakukan oleh menteri-menteri yang bertugas. Setelah itu, ia sendiri yang harus hadir untuk menandatangani perjanjian. Hasilnya, perdagangan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa mulai lancar setelah 10 tahun macet. Bahkan, Indonesia kini memiliki akses nol persen untuk barang-barang tertentu ke Kanada dan Uni Eropa, sehingga produk lokal seperti sepatu dan tekstil tidak lagi terancam pengalihan pasar.

Negara yang Sering Dikunjungi oleh Presiden Prabowo

Beberapa negara sering dikunjungi oleh Presiden Prabowo, seperti Malaysia, Amerika Serikat, China, Inggris, Korea Selatan, hingga Abu Dhabi. Berikut daftar lengkap negara yang dikunjungi Prabowo:

  1. China

    Pada 8-10 November 2024, Prabowo melakukan kunjungan ke China setelah dilantik sebagai Presiden. Ia bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Li.

  2. Amerika Serikat

    Pada 10-12 November 2024, Prabowo mengunjungi Washington D.C. Ia bertemu dengan Presiden Joe Biden.

  3. Peru

    Pada 12-16 November 2024, Prabowo berada di Lima, Peru, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi APEC.

  4. Brasil

    Pada 16-20 November 2024, Prabowo menghadiri KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, serta Indonesia-Brazil Business Forum.

  5. Inggris

    Pada 20-23 November 2024, Prabowo berkunjung ke London, Inggris, dan bertemu dengan Raja Charles III serta Perdana Menteri Angela Rayner.

  6. Uni Emirat Arab

    Pada 23-25 November 2024, Prabowo mengunjungi Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dan bertemu dengan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Kunjungan ke Turki dan Abu Dhabi

Selain itu, Prabowo juga melakukan kunjungan ke beberapa negara lain seperti:

  1. Turki

    Pada 9-11 April 2025, Prabowo berkunjung ke Ankara dan Antalya, Turki. Ia bertemu dengan Presiden Recep Tayip Erdogan dan menghadiri Antalya Diplomacy Forum 2025.

  2. Mesir

    Pada 11-12 April 2025, Prabowo mengunjungi Mesir dan bertemu dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi.

  3. Qatar

    Pada 12-13 April 2025, Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani.

  4. Yordania

    Pada 12-14 April 2025, Prabowo berkunjung ke Yordania dan bertemu dengan Raja Abdullah II.

Kunjungan ke Brunei Darussalam dan Thailand

Prabowo juga melakukan kunjungan ke:

  1. Brunei Darussalam

    Pada 14 Mei 2025, Prabowo menerima penganugerahan Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam “Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati” dari Sultan Hassanal Bolkiah.

  2. Thailand

    Pada 17-19 Mei 2025, Prabowo berkunjung ke Thailand dan bertemu dengan Perdana Menteri Paetongtarm Sinawatra.

  3. Malaysia

    Pada 25-27 Mei 2025, Prabowo menghadiri KTT ke-46 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC).

Kunjungan ke Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan

Pada akhir tahun 2025, Prabowo melanjutkan kunjungannya ke:

  1. Jepang

    Pada 20 September 2025, Prabowo berkunjung ke Osaka untuk meninjau Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka.

  2. Amerika Serikat

    Pada 20-23 September 2025, Prabowo berpidato di markas PBB di New York dan menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

  3. Belanda

    Pada 25-26 September 2025, Prabowo bertemu dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch. Salah satu hasil pertemuan tersebut adalah pengembalian benda bersejarah dari Belanda ke Indonesia.

  4. Korea Selatan

    Pada 30 Oktober hingga 1 November 2025, Prabowo menghadiri KTT APEC dengan tema Building a Sustainable Tomorrow: Connect, Innovate, Prosper.

Kesimpulan

Kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjalin hubungan diplomasi global. Melalui kunjungan-kunjungan tersebut, Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi, tetapi juga membuktikan peran pentingnya dalam isu-isu internasional seperti perdamaian dan kerja sama multilateral.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?