Penyangkalan Kuasa Hukum Rismon Sianipar terhadap Tuduhan yang Menyudutkan Jusuf Kalla
Kuasa hukum dari Rismon Sianipar, yaitu Jahmada Girsang, secara tegas menyangkal keterlibatan kliennya dalam narasi yang menyudutkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Isu yang beredar menyebutkan bahwa Rismon menuduh JK menjadi penyokong dana bagi Roy Suryo untuk memperkarakan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Namun, penyangkalan ini dilakukan karena video yang menjadi sumber kegaduhan dianggap sebagai hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Video Viral yang Diduga Hasil Rekayasa AI
Menanggapi isu yang memanas di media sosial, Jahmada Girsang memastikan bahwa kliennya tidak pernah melontarkan tuduhan tersebut. Menurutnya, video yang menjadi sumber kegaduhan adalah hasil manipulasi digital.
“Tidak pernah,” ujar Jahmada saat dihubungi, Senin (6/4/2026). Ia menekankan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap konten visual yang beredar saat ini karena kemiripannya dengan realita. “Itu olahan AI semua ya. Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK,” jelas dia.
Tanggapan Tegas Jusuf Kalla: “Ini Semua Bohong”
Sebelumnya, Jusuf Kalla sendiri telah angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya menggelontorkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk mendukung gerakan Roy Suryo dan kawan-kawannya. JK memastikan bahwa tidak ada pertemuan maupun kerja sama apa pun antara dirinya dengan pihak-pihak yang disebutkan dalam video tersebut.
Di kediamannya kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, JK menantang pembuktian atas klaim sepihak dalam video tersebut. “Saya tidak pernah terlibat dalam hal tersebut dan tidak pernah membantu atau apa pun dengan cara apa pun Roy Suryo dan Rismon itu. Apalagi (tidak) pernah ketemu. Kalau memang pernah ketemu di mana, kapan?” kata Jusuf Kalla, Minggu (5/4/2026).
Kejanggalan Dalam Video
Video yang memicu kontroversi itu menampilkan potongan gambar Jusuf Kalla dengan suara yang menyerupai Rismon Sianipar. Dalam audio tersebut, terdengar pengakuan yang cukup spesifik mengenai adanya dana fantastis di balik kasus ijazah Jokowi.
“Saya Rismon Hasiholan Sianipar, dengan ini menyatakan ada pejabat elite di balik tuduhan kasus ijazah Pak Jokowi di mana Jusuf Kalla ikut mendanai Roy Suryo dan Tifa kurang lebih Rp 5 miliar. Dan saya ikut menyaksikan pertemuan tersebut,” bunyi suara dalam video tersebut.
Namun, investigasi awal menunjukkan keaslian konten ini sangat meragukan. JK mengakui memang mengenal Roy Suryo sebatas kapasitasnya sebagai mantan menteri, namun hubungan tersebut tidak lebih dari hubungan profesional di pemerintahan masa lalu.
Langkah Hukum Menghadapi Fitnah
Merasa nama baiknya dicatut dan difitnah melalui teknologi AI untuk menggiring opini publik, Jusuf Kalla akhirnya memutuskan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum. Ia menegaskan tidak pernah memiliki rekam jejak “bermain di belakang” untuk menjatuhkan pihak lain.
“Saya tidak pernah bermain di belakang, apalagi menyuruh orang menjelek-jelekkan pihak lain. Ini semua bohong. Karena sudah masuk ranah hukum, saya terpaksa menggunakan pengacara. Saya juga tidak pernah memperalat orang untuk membicarakan kasus orang lain. Itu sebabnya saya memutuskan melaporkan hal ini,” tegas JK.
Peringatan Penting tentang Bahaya Deepfake
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai bahaya deepfake dan konten AI yang dapat digunakan sebagai alat propaganda atau pembunuhan karakter di era digital. Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan memverifikasi informasi sebelum menerima atau menyebarkannya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












