Kekuatan Rudal Iran yang Masih Terjaga
Intelijen Amerika Serikat melaporkan bahwa Iran masih memiliki persenjataan rudal dalam jumlah besar, meskipun gempuran udara gabungan AS dan Israel telah menghantam ribuan target. Laporan ini menunjukkan bahwa bunker bawah tanah dan silo rudal Iran mampu dipulihkan hanya dalam hitungan jam setelah serangan, sehingga tetap bisa digunakan untuk melancarkan serangan.
Kemampuan Iran dalam menjaga kekuatan rudalnya menimbulkan keraguan terhadap klaim Pentagon dan Gedung Putih yang menyatakan bahwa kemampuan rudal Iran telah melemah drastis. Meski pemerintah AS mengklaim telah menyerang lebih dari 11.000 target dalam lima minggu perang, laporan intelijen justru menunjukkan bahwa Iran masih memiliki stok peluncur rudal yang disembunyikan di bunker dan gua, sehingga tetap mampu melancarkan serangan meski lebih terbatas.
Strategi Iran dalam Menghemat Persenjataan
Menurut pejabat intelijen, Iran kini lebih berhati-hati dalam menggunakan peluncur dan mulai menghemat persenjataan. Meski demikian, Iran tetap mengirimkan sekitar 20 rudal per hari ke Israel, dengan pola tembakan kecil dalam setiap gelombang. Pada Jumat (3/4/2026), misalnya, Iran diperkirakan meluncurkan 15–30 rudal balistik serta 50–100 drone serang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski serangan berkurang, ancaman masih nyata. Kesulitan lain bagi AS adalah memastikan jumlah peluncur yang benar-benar hancur. Banyak peluncur yang diduga rusak ternyata hanyalah umpan atau berhasil digali kembali oleh Iran menggunakan buldoser. CNN melaporkan bahwa Iran masih memiliki sekitar setengah dari peluncur misilnya.
Teknik Penyembunyian Peluncur Rudal
Media Israel, Haaretz menyoroti teknik Iran dalam menyembunyikan peluncur di bunker bawah tanah. Dengan fakta ini, kemampuan Iran belum sepenuhnya lumpuh. Meski diduga ada perpecahan internal yang mengganggu rantai komando, Iran tetap berusaha mempertahankan kapasitas rudalnya untuk memberi tekanan jangka panjang.
Tanda Tanya terhadap Klaim Keberhasilan Serangan
Situasi ini memperlihatkan bahwa klaim keberhasilan serangan AS-Israel masih menyisakan tanda tanya besar. Karena Iran terbukti mampu menjaga sebagian besar kekuatan rudalnya dan tetap menjadi ancaman serius di kawasan.












