Kondisi Anak Semata Wayang Mawa
Mawa, ibu dari satu-satunya anaknya, A, mengungkapkan bahwa anaknya mulai memahami situasi perpisahan orang tuanya. Dalam unggahan di Instagram Story @wardatinamawa pada Sabtu (4/4/2026), Mawa menyampaikan bahwa A sedikit demi sedikit mulai memahami bahwa ia tidak bisa lagi bersama dengan kedua orang tuanya.
“Pelan-pelan A (anak Mawa dan Insan) udah mulai ngerti, kalau Uma sama Abatinya udah nggak sama lagi,” tulis Mawa dalam unggahan tersebut. Ia juga menampilkan video call bersama anaknya, yang menjadi bukti bahwa proses ini sedang berlangsung secara perlahan.
Meskipun situasi ini cukup berat, Mawa tetap bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi anak semata wayangnya agar tetap bahagia dan merasa dicintai secara utuh.
“InshaAllah, Uma bakalan terus berusaha melakukan apa pun supaya A tetap bahagia, tetap merasa dicintai, dan tidak pernah sendiri ya nak,” ujarnya dengan penuh harapan.
Proses Perceraian dan Pengakuan Insanul Fahmi
Perceraian antara Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi dipicu oleh pengakuan yang membuat keduanya harus berpisah. Insanul Fahmi akhirnya mengakui bahwa ia telah menikah siri dengan Inara Rusli sejak Agustus 2025 lalu.
Dalam sebuah acara podcast yang dipandu oleh Dokter Richard Lee, Insanul Fahmi mengungkapkan kebenaran ini secara terbuka. Pria yang dikenal sebagai pengusaha kuliner ini mengaku bahwa ia sudah menikah secara siri dengan Inara Rusli pada tanggal 7 Agustus 2025.
“Menikah,” ucap Insanul Fahmi saat menjadi bintang tamu podcast tersebut. Pengakuan ini kemudian menjadi dasar bagi Mawa untuk melanjutkan laporan dugaan perzinaan dan memperkuat niatnya untuk bercerai.
Sidang mediasi dalam perkara perceraian Mawa dan Insanul Fahmi digelar pada Rabu (25/3/2026). Dari sidang tersebut, keduanya sepakat untuk berpisah. Rumah tangga yang dibangun selama tujuh tahun ini akhirnya retak setelah Mawa mengetahui hubungan rahasia Insanul Fahmi dengan mantan istri musisi Virgoun.
Ujian Hidup dan Proses Belajar Sabar
Setelah menghadiri sidang mediasi, Mawa juga mengunggah kalimat bijak lewat akun Instagram @wardatinamawa. Ia menyampaikan bahwa hidup bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang proses perubahan diri yang dilalui.
“Yang indah itu bukan cuma hasilnya, tapi versi dirimu yang lahir setelah semua badai itu reda,” tulis Mawa dalam unggahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses hidup adalah ruang di mana Allah secara perlahan membentuk hati seseorang agar menjadi lebih luas, sabar, dan kuat.
“Karena ternyata, proses bukan sekedar perjalanan menuju tujuan tapi tempat di mana Allah diam2 membentuk hatimu jadi lebih luas, lebih sabar, dan lebih kuat dari yang pernah kamu bayangkan,” pungkasnya.
Proses ini dianggap sebagai ujian bagi Mawa, yang berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setelah melewati berbagai tantangan. Ia percaya bahwa setiap pengalaman buruk akan menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.












