Kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Tren Penurunan Kemiskinan di Aceh Barat Daya
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menunjukkan keyakinan yang kuat bahwa tren penurunan angka kemiskinan di wilayahnya akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan saat ia ditemui usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Abdya, yang digelar di Lapangan Persada Blangpidie pada hari Jumat, 10 April 2026.
Menurut Safaruddin, meskipun kini kabupaten ini telah berusia 24 tahun, ia menekankan bahwa Abdya tidak lagi dianggap sebagai daerah muda. Ia menginginkan kabupaten ini mampu tumbuh mandiri dengan memaksimalkan potensi daerah sendiri, demi mencapai kemakmuran bagi seluruh rakyat.
“Usia 24 tahun, tentu bukan usia muda lagi. Harus bisa bertumbuh dan berpijak di kaki sendiri dengan mandiri,” ujar Safaruddin kepada para jurnalis.
Fase Kedua Kepemimpinan dan Visi Misi
Momen HUT ke-24 ini juga menjadi fase dua dari kepemimpinan Safaruddin. Di tahun kedua ini, ia berkomitmen untuk menuntaskan visi dan misi yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Salah satu fokus utamanya adalah menurunkan angka kemiskinan, yang saat ini sudah menunjukkan hasil positif. Dari target awal sebesar 15,083 persen, angka tersebut kini telah menyusut menjadi 13,28 persen.
Selain itu, sektor pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus digenjot agar semakin membaik. Safaruddin berharap ibu kota kabupaten memiliki infrastruktur yang tertata rapi sesuai keinginan masyarakat.
Prioritas Sektor Pertanian dan Perikanan
Safaruddin menekankan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas. Dari total luas area sawah sebesar 7 ribu hektare, 6.800 hektare di antaranya masih sangat produktif. Ia berupaya agar petani di daerah ini merdeka dan produktivitasnya meningkat melalui program-program dan layanan yang diberikan.
Tidak hanya itu, sektor perikanan juga dikembangkan agar pemberdayaan ekonomi dan aliran APBD benar-benar dirasakan oleh semua lapisan warga.
Pemangku Kepentingan dan Tanggung Jawab
Safaruddin berpesan agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pejabat hingga aparatur gampong, tidak boleh hanya berdiam diri. Mereka harus terus bergerak memberikan kepastian kesejahteraan.
Dalam amanat upacara resminya, Safaruddin menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada peletakan fondasi pemerintahan. Hal ini dilakukan di tengah tekanan fiskal yang cukup berat dan ekspektasi publik yang tinggi. Ia mengingatkan bawahannya bahwa tanggung jawab kerja jauh lebih penting daripada sekadar pujian.
“Yang menunggu bukan perayaan, melainkan pekerjaan. Bukan pujian, tetapi tanggung jawab,” tegas Safaruddin di hadapan peserta upacara.
Pengelolaan Keuangan Daerah dan Data Terbaru
Meskipun harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran dan ketidakpastian ekonomi global, pembenahan keuangan daerah diklaim mulai berjalan lancar. Hak-hak gampong seperti bagi hasil pajak dan Alokasi Dana Gampong (ADG) kini sudah mulai dibayarkan secara bertahap.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025 bahkan mencatat angka kemiskinan turun dari 15,32 persen pada 2024 menjadi 13,30 persen di tahun 2025. Itu artinya, ada sekitar 2.970 jiwa yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Target Ambisius dan Pembangunan Infrastruktur
Bupati Safaruddin mematok target ambisius, yakni menekan angka kemiskinan hingga menyentuh satu digit dalam empat tahun ke depan. Untuk menunjang kesejahteraan, pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan terus diperkuat.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan puskesmas pembantu, pengadaan ambulans, penerapan rekam medis elektronik, hingga penyediaan fasilitas Rumah Singgah Sigupai di Banda Aceh.
Transparansi Informasi dan Partisipasi Masyarakat
Safaruddin juga menekankan pentingnya transparansi informasi publik agar rakyat bisa ikut mengawasi jalannya pemerintahan. Menurutnya, pengawasan publik bukanlah sebuah ancaman, melainkan cara untuk memperbaiki sistem pemerintahan menjadi lebih baik.
Ia mengajak masyarakat menjaga persatuan dan meminta aparat negara memberikan pelayanan yang jujur, responsif, dan memberikan hasil nyata.
Peringatan HUT ke-24 Abdya ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari jajaran Forkopimkab, Ketua DPRK Roni Guswandi, hingga para perintis dan pendiri kabupaten. Hadir pula tamu undangan dari provinsi dan kabupaten tetangga, yang menambah kekhidmatan suasana perayaan di Stadion Persada.












