Kehidupan Annisa, Lulusan Pendidikan Matematika yang Berjuang Melalui Tantangan
Annisa, lulusan Strata Satu (S1) Pendidikan Matematika dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), memiliki kisah perjalanan yang penuh dengan tantangan dan keberhasilan. Dari awal menjadi mahasiswa hingga meraih gelar sarjana, ia menghadapi berbagai rintangan yang tidak mudah. Namun, dengan semangat dan ketekunan, ia mampu melewati setiap tantangan tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam hidup Annisa adalah kehilangan ayahnya tepat sebelum memulai Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kepergian ayah membuatnya merasa kehilangan arah dan mempertanyakan tujuan melanjutkan pendidikan. Namun, ia kemudian menyadari bahwa melanjutkan apa yang telah dimulai bisa menjadi bentuk bakti dan penghargaan terhadap harapan ayahnya.
Selain itu, Annisa juga menghadapi tantangan dalam proses belajar, terutama karena pada awalnya ia tidak sepenuhnya menyukai matematika secara perhitungan. Hal ini sempat membuatnya kesulitan memahami materi di awal perkuliahan dan merasa frustrasi. Untuk mengatasinya, ia mencoba mengubah pendekatan belajarnya. Ia mulai mencari bagian atau materi yang ia sukai, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Ia juga belajar untuk tidak memaksakan diri secara berlebihan, tetapi memberi waktu bagi diri sendiri untuk memahami materi secara bertahap. Dengan konsistensi dan pendekatan yang lebih tepat, ia akhirnya mampu melewati tantangan tersebut dan meningkatkan hasil belajar.
Selama masa studi, Annisa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan seperti organisasi, volunteer, dan pelatihan di bidang pengembangan diri seperti menjadi konselor sebaya serta data analisis.
Alasan Memilih Pendidikan Matematika
Annisa memilih jurusan Pendidikan Matematika karena tertarik pada pola berpikir logis dan sistematis. Selain itu, ia melihat bahwa matematika sering dianggap sulit oleh banyak siswa dan orang sekitar. Dari pengalaman pribadi, ia pernah diajarkan matematika oleh guru yang menyenangkan, sehingga matematika terasa lebih mudah dipahami dan tidak menakutkan. Hal tersebut menjadi motivasi bagi Annisa untuk menempuh jurusan ini, agar ia juga dapat membantu siswa mengubah perspektif mereka terhadap matematika dari yang dianggap sulit menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Annisa adalah ketika menjadi objek penelitian dosen di kampus terkait cara berpikir dalam menyelesaikan soal matematika. Dari pengalaman tersebut, ia semakin memahami pola pikir sendiri dan terdorong untuk terus memperbaiki cara berpikir agar lebih efektif dan terstruktur.
Selain itu, Annisa pernah menjadi rayon Kabupaten Tabalong dalam kegiatan Gebyar Matematika ULM 2022. Dalam peran tersebut, ia bertugas mengantarkan surat, mencari tempat, serta membantu menyelenggarakan seleksi penyisihan. Dari pengalaman ini, ia belajar banyak hal seperti koordinasi tim, membangun kepercayaan diri, kemampuan negosiasi, serta mengorganisir sebuah kegiatan.
Semangat untuk Membantu Orang Lain
Annisa yang memiliki banyak pengalaman volunteer, termotivasi mengikuti berbagai kegiatan itu berangkat dari prinsip bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang di sekitarnya. Ia menyadari bahwa waktu setiap orang terbatas, sehingga ingin bisa memberikan dampak positif sejak sekarang.
“Saat ini, mungkin saya belum bisa memberi banyak secara materi, namun saya berusaha berbagi melalui hal-hal yang saya miliki, seperti ilmu, perhatian, dan kehangatan kepada orang lain,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, ia merasa lebih bermakna sekaligus terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Pengalaman Mengajar dan Berkontribusi
Annisa juga pernah menjadi asisten mengajar dan guru pengganti di SMKN 4 Banjarmasin. Selama kurang lebih enam bulan, pengalaman ini sangat berkesan dan penuh pembelajaran. Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga tumbuh bersama siswa dan memahami berbagai karakter mereka. Ia belajar bahwa setiap siswa membutuhkan pendekatan yang berbeda, sehingga harus memiliki strategi khusus agar mereka dapat memahami matematika dengan lebih mudah dan menikmatinya, terutama karena sebagian siswa SMK cenderung menganggap matematika kurang relevan.
Selain mengajar, Annisa juga terlibat dalam berbagai peran di sekolah, antara lain tim kedisiplinan, administrasi, pelayanan tamu, hingga membantu kegiatan sekolah berupa ekstrakurikuler PMR, event sekolah, dan kegiatan keagamaan. Dari sini, ia belajar tanggung jawab, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi.
Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif
Dari pengalaman berbagai kegiatan, Annisa memiliki kemampuan dalam kepemimpinan, komunikasi, mengajar, negosiasi, serta kemampuan analisis dan problem solving. Selain itu, ia memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi berbagai situasi. Ia mengembangkan keahlian tersebut melalui berbagai cara, yaitu mengikuti perkuliahan, pelatihan, serta aktif dalam kegiatan organisasi dan pengalaman mengajar.
Selain itu, Annisa terus belajar secara mandiri melalui membaca buku, mengamati lingkungan sekitar, serta mengambil inspirasi dari berbagai pengalaman untuk meningkatkan kualitas diri. Saat ini, Annisa juga aktif mengajar les sebagai bentuk pengembangan diri sekaligus berbagi ilmu kepada siswa.
Di bidang kepemudaan, Annisa pernah mengikuti Kemah Pemuda tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada Desember 2025 serta Jambore Pemuda Daerah Kalsel pada November 2025 dan berhasil meraih Juara 1 sebagai kontingen terbaik. Selain itu, pada 2024, tepatnya di bulan Juni, Annisa mendapatkan juara harapan 1 esai dalam acara seminar nasional pendidikan matematika ULM. Pengalaman tersebut semakin mengasah kemampuannya dalam berkolaborasi, beradaptasi, dan berkontribusi di lingkungan yang lebih luas.












