AS Dituduh China Beri Senjata Canggih ke Iran, Trump: Mereka Akan Hadapi Masalah Besar

Tudingan AS terhadap China dalam Bantuan Persenjataan ke Iran

Amerika Serikat (AS) menuduh China ikut terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung, khususnya dengan membantu Iran dalam penyediaan persenjataan. Menurut intelijen AS, China diklaim telah mengirimkan senjata untuk mendukung Iran dalam perang melawan AS dan Israel. Tudingan ini muncul di tengah upaya pihak-pihak terkait untuk mencapai gencatan senjata.

Menurut laporan intelijen AS, bantuan persenjataan dari China kepada Iran akan datang dalam beberapa pekan mendatang, seiring dengan penyelesaian kesepakatan gencatan senjata. Sistem pertahanan udara China, yang diperkirakan akan dikirim ke Iran, disebut sebagai langkah provokatif. Hal ini karena Beijing sendiri dilaporkan telah berperan dalam memfasilitasi kesepakatan tersebut.

Informasi ini juga menunjukkan bahwa Iran mungkin memanfaatkan gencatan senjata sebagai kesempatan untuk memperkuat sistem persenjataannya dengan bantuan mitra-mitranya. Selain itu, ada indikasi bahwa China mungkin menggunakan negara ketiga sebagai perantara dalam pengiriman senjata, agar asal sebenarnya tidak terdeteksi.

Dilansir dari CNN, sumber-sumber menyebutkan bahwa sistem yang disiapkan oleh Beijing adalah sistem rudal anti-pesawat yang dioperasikan dari bahu, atau dikenal sebagai MANPAD. Sistem ini dapat menjadi ancaman bagi pesawat militer AS yang terbang rendah.

Presiden AS, Donald Trump, merespons tudingan ini dengan mengingatkan bahwa China akan menghadapi konsekuensi jika benar-benar mengirimkan senjata ke Teheran. Ia mengatakan, “Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar, oke?” ujar Trump, seperti dilaporkan Reuters.

Dalam konferensi persnya, Trump juga menyatakan bahwa jet tempur F-15 yang ditembak jatuh di atas Iran pekan lalu kemungkinan besar terkena rudal bahu genggam. Iran sendiri mengklaim telah menggunakan sistem pertahanan udara yang baru, meskipun belum jelas apakah sistem tersebut berasal dari China.

Sumber informasi mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan China menjual teknologi dwiguna kepada Iran, yang memungkinkan Teheran untuk terus membangun senjata dan meningkatkan sistem navigasinya. Pada saat yang sama, Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, bulan depan di Beijing.

Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan China telah berlangsung selama negosiasi gencatan senjata Iran berlangsung. Dukungan China dan Rusia terhadap Iran menjadi isu utama dalam konflik ini.

Dukungan China dan Rusia kepada Iran

Seorang sumber yang mengetahui informasi intelijen mengatakan bahwa China tidak melihat nilai strategis dari dukungan secara terbuka terhadap konflik. Sebaliknya, Beijing berusaha memposisikan diri sebagai teman yang berkelanjutan bagi Iran sambil tetap netral agar dapat menghindari tanggung jawab setelah perang berakhir.

Sumber-sumber juga menyebutkan bahwa China berargumen bahwa sistem pertahanan udara mereka bersifat defensif, bukan ofensif, sehingga berbeda dari dukungan Rusia. Moskow telah memberikan bantuan intelijen kepada Iran selama perang, yang membantu Teheran menargetkan pasukan dan aset AS di Timur Tengah.

Iran memiliki hubungan militer dan ekonomi yang kuat dengan China dan Rusia. Selama perang di Ukraina, Iran memberikan bantuan melalui drone Shahed dan menjual minyak yang dikenai sanksi kepada China.

China Membantah Tuduhan

Seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menyangkal tuduhan bahwa negaranya menyediakan senjata kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik. Mereka menyatakan, “China tidak pernah menyediakan senjata kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik, informasi yang dimaksud tidak benar.”

Mereka juga menegaskan bahwa China sebagai negara besar yang bertanggung jawab, telah memenuhi kewajiban internasionalnya. China mendesak AS untuk menahan diri dari membuat tuduhan tanpa dasar dan terlibat dalam sensasionalisme.

China menegaskan bahwa sejak perang AS-Israel dan Iran dimulai, Beijing telah berupaya keras untuk membantu mewujudkan gencatan senjata dan mengakhiri konflik.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?