Klarifikasi BGN Mengenai Penggunaan Anggaran Jasa EO
Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik setelah penggunaan anggaran sebesar Rp113,9 miliar untuk jasa Event Organizer (EO) menjadi sorotan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk 31 paket pekerjaan yang tersebar ke 16 perusahaan EO. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi dan transparansi penggunaan dana negara.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi mengenai penggunaan anggaran tersebut. Menurutnya, pihaknya belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk menyelenggarakan acara skala besar dan kompleks. Oleh karena itu, BGN memilih bekerja sama dengan EO sebagai mitra profesional dalam penyelenggaraan acara, kampanye publik, dan sosialisasi nasional.
Alasan Penggunaan Jasa EO
Dadan menjelaskan bahwa EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan hingga mitigasi risiko operasional. Pihaknya mengakui bahwa di fase awal pembentukan BGN, lembaga ini belum memiliki tim yang siap mengelola kegiatan berskala besar secara mandiri.
Penggunaan EO juga dinilai lebih efisien dibanding membentuk tim internal yang membutuhkan waktu, biaya pelatihan, dan proses rekrutmen yang tidak singkat. Dengan melibatkan EO, program BGN dapat segera dijalankan tanpa mengorbankan kualitas dan waktu.
“EO ini sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” ujar Dadan.
Manfaat Penggunaan EO
Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dianggap mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, serta pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.
“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” kata Dadan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan BGN yang dipegang oleh EO bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional dan kegiatan strategis lainnya seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) para penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola oleh SDM yang terlatih.
Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Meski demikian, BGN tetap menekankan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas. Seluruh penggunaan anggaran, termasuk jasa EO, dilakukan sesuai peraturan yang berlaku dan dapat diawasi oleh lembaga internal maupun eksternal.
“Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” ujar Dadan.
Daftar Perusahaan yang Terlibat
Beberapa pengguna media sosial, seperti @ferizandra, membagikan daftar 16 perusahaan EO yang mendapatkan tender atau kontrak dari BGN. Data tersebut berasal dari Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) yang mencatat total kontrak sebesar Rp113.916.541.381.
Penutup
Dengan adanya klarifikasi dari Kepala BGN, diharapkan masyarakat dapat memahami alasan penggunaan anggaran untuk jasa EO. Meskipun ada keraguan, BGN berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana negara.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












