Perbedaan Kekayaan antara Wakil Gubernur Kalimantan Barat dan Gubernur Jawa Barat
Kekayaan yang dimiliki oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, terlihat jauh berbeda dibandingkan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), total kekayaan Krisantus mencapai sekitar Rp3,8 miliar. Sementara itu, Dedi Mulyadi memiliki kekayaan yang jauh lebih besar, yaitu sekitar Rp20 miliar.
Harta yang Dimiliki
Krisantus hanya memiliki satu rumah, sementara Dedi Mulyadi memiliki 207 tanah dan bangunan. Hal ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam kepemilikan aset antara dua tokoh tersebut. Berikut rincian kekayaan Krisantus:
A. Tanah dan Bangunan
Rp1.200.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/100 m2 di Kota Pontianak, Hasil Sendiri: Rp1.200.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
Rp963.000.000
1. Mobil Toyota Yaris 1.5 S M/T Tahun 2015, Hasil Sendiri: Rp85.000.000
2. Mobil Ford Ecosport 1.5L MT Trend Tahun 2014, Hasil Sendiri: Rp110.000.000
3. Motor Honda Vario Tahun 2016, Hasil Sendiri: Rp18.000.000
4. Mobil Jeep Cherokee Trailhawk 2.4A Tahun 2015, Hasil Sendiri: Rp650.000.000
5. Mobil Nissan Terrano / K3 Kingroad 2.4 Liter Tahun 2006, Hasil Sendiri: Rp100.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
Rp—-
D. Surat Berharga
Rp—-
E. Kas dan Setara Kas
Rp1.700.000.000
F. Harta Lainnya
Rp—-
Sub Total: Rp3.863.000.000
III. Hutang: Rp—-
IV. Total Harta Kekayaan (II-III): Rp3.863.000.000
Tantangan untuk Membangun Kalbar
Krisantus Kurniawan mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Jawa Barat karena perbedaan luas wilayah dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Ia menyatakan bahwa APBD Kalbar hanya sekitar Rp6 triliun, sedangkan APBD Jawa Barat mencapai Rp31 triliun.
Ia juga menantang Dedi Mulyadi untuk membangun Kalbar dengan APBD yang lebih kecil. Jika Dedi berhasil, Krisantus siap “mencium lutut” Dedi sebagai tanda penghormatan.
“Tentu saja saya ingin melihat bagaimana Dedi Mulyadi bisa membangun Kalimantan Barat dengan APBD sebesar Rp6 triliun. Ayo kita bertukar posisi. Jika dia bisa, saya akan cium lututnya,” ujarnya saat Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).
Tanggapan dari Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi merespons tantangan tersebut dengan mengucapkan terima kasih dan meminta maaf jika pembangunan Jawa Barat sempat menyinggung Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud membandingkan daerah lain dengan Jawa Barat.
“Kami juga memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri. Dan persoalan fiskal, kami juga memahami betapa beratnya daerah dengan luas seluas Kalimantan Barat dengan keterbatasan fiskal,” tambah Dedi.
Video Viral yang Menginspirasi Tantangan
Tantangan ini muncul setelah video viral di media sosial yang menampilkan warga ingin meminjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan untuk memperbaiki jalan rusak di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.
Krisantus menegaskan bahwa Kalbar tidak bisa dibandingkan dengan Jabar karena perbedaan luas wilayah dan APBD. Ia menekankan bahwa kekuatan fiskal antara kedua provinsi sangat berbeda.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












