Pengukuhan Pengurus PCPS GMKI Pekanbaru Masa Bakti 2026-2029
Pengurus Cabang Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PCPS GMKI) Pekanbaru masa bakti 2026-2029 resmi dikukuhkan pada Sabtu (11/4/2026) lalu. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKI, Ir William Sabandar PhD di Hotel Angkasa Garden Pekanbaru, yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan.
Acara pelantikan diselenggarakan dalam rangka ibadah Paskah bagi pelajar dan mahasiswa Kristen se-Pekanbaru. Selain itu, juga digelar diskusi publik dengan tema “Indonesia dalam Badai Global: GMKI dan Ormas Kristen Mau Bikin Apa”. Diskusi ini menjadi ajang untuk memperkuat komitmen organisasi dalam menjawab tantangan global yang dihadapi bangsa Indonesia.
Dalam kepengurusan baru, Drs Dannert Gifson Napitupulu dilantik sebagai ketua. Sementara, Ir Mangasa Panjaitan M.Si menjabat sebagai sekretaris dan Ronal Raja Siregar sebagai bendahara. Penunjukan ini menunjukkan komitmen untuk mengembangkan organisasi secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Visi dan Misi GMKI
Dalam arahannya, Ketua Umum PNPS GMKI, Ir William Sabandar, PhD menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa GMKI adalah organisasi yang potensial dan patut dibanggakan. Menurutnya, GMKI merupakan salah satu organisasi mahasiswa Kristen tertua di dunia. Dalam pergerakannya, lahirlah tokoh nasional Indonesia seperti Johanes Leimena, yang pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri RI.
William berharap, GMKI saat ini dapat berperan dalam mewujudkan keadilan, kesejahteraan, serta membangun demokrasi di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa PCPS adalah mitra dari GMKI. Meski berbeda organisasi, PCPS tetap berada dalam rumah besar yang bernama GMKI. Tugas utamanya adalah menjadi wadah berkumpul bagi senior GMKI, yang harus nyaman dan menyenangkan.
Misi kedua dari PCPS adalah menjadi pendorong daya dan dana bagi GMKI. Dengan memfasilitasi pokok pikiran maupun sumber daya material, GMKI dapat bergerak lebih cepat dan efisien. Terakhir, jejaring di 55 cabang PCPS bisa dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk membangun kapasitas senior maupun organisasi.
Harapan dari Ketua Cabang GMKI Pekanbaru
Ketua Cabang GMKI Pekanbaru, Agustri Afrianto Sitompul, dalam sambutannya berharap pelantikan ini membuat seluruh senior GMKI lebih solid. Ia berharap pengurus baru dapat mendukung pelayanan GMKI Pekanbaru agar semakin baik lagi. Kepada mahasiswa yang hadir, Agustri mengajak untuk bergabung dengan GMKI, yang merupakan salah satu organisasi pelayanan terbesar di Indonesia.
GMKI, menurutnya, telah hadir secara nasional dan layak menjadi organisasi untuk melayani serta bertumbuh. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa dalam organisasi ini.
Semangat untuk Kembali Bergerak
Ketua PCPS GMKI Cabang Pekanbaru, Drs Dannert Gifson Napitupulu, mendorong pengurus yang dilantik untuk meningkatkan kualitas. Ia percaya bahwa pengurus yang dilantik merupakan orang-orang potensial. Dia mengajak semua pihak untuk menggerakkan Perkumpulan Senior GMKI Pekanbaru yang sudah sekitar 15 tahun “tiarap”.
Dannert yakin, pengurus yang terdiri dari tiga angkatan ini bisa menghidupkan kembali semangat pergerakan. Ia juga berterima kasih kepada pengurus dan anggota GMKI yang turut berperan mensukseskan kegiatan pelantikan ini.
Peran Penting Organisasi bagi Mahasiswa
Wakil Ketua BKS PGI-GMKI Pekanbaru, Pdt Drs Anggiat Siregar MA MM, percaya PCPS bisa menjadi daya dorong yang luar biasa dalam perkembangan GMKI di Pekanbaru. Ia juga mendorong mahasiswa untuk masuk GMKI sebagai wadah berorganisasi. Menurutnya, organisasi sangat penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, termasuk sebagai modal ketika masuk dunia kerja.
Di acara tersebut, Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kemenag Riau, Armin Antoni Silaban, STh, MIP menyoroti banyak organisasi kekristenan di Riau yang seperti hidup enggan mati tak mau. Ia berharap, ke depan tidak lagi begitu. Umat Kristen, termasuk PCPS GMKI diharapkan bisa berdampak bagi provinsi Riau.
“Saya pikir perkumpulan senior bisa bergerak dan berdampak bagi Provinsi Riau. Sehingga umat Kristen yang hanya sedikit jumlahnya di Riau tetap punya peran penting dalam membangun daerah,” papar Armin.












