Krisantus Kurniawan Ajak Dedi Mulyadi Perbaiki Jalan Rusak Kalbar

Tantangan Wakil Gubernur Kalbar terhadap Gubernur Jabar

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tantangan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memperbaiki jalan rusak di wilayah Kalbar. Tantangan ini muncul setelah warga Sintang mengeluhkan kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki dan membandingkannya dengan situasi di Jawa Barat.

Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa APBD Kalbar sebesar Rp6 triliun tidak sebanding dengan luas wilayah yang harus dibangun. Ia menyampaikan pernyataan tegasnya, “Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya.”

Pernyataan ini dilontarkan setelah mendengar keluhan warga Sintang yang viral di media sosial. Warga tersebut merasa bahwa fasilitas jalan di Kalbar tidak sebanding dengan kualitas jalan di Jabar. Hal ini membuat Wakil Gubernur Kalbar terdorong untuk menantang Gubernur Jabar agar melakukan pembangunan di Kalbar.

Dedi Mulyadi merespons tantangan tersebut dengan bijak. Ia menyampaikan bahwa pembangunan di Jawa Barat tidak bermaksud untuk dibandingkan dengan daerah lain. Dedi juga mengucapkan terima kasih atas tantangan yang diberikan oleh Wakil Gubernur Kalbar.

Profil Krisantus Kurniawan

Krisantus Kurniawan lahir di Nanga Layung pada 3 Juni 1969. Ia adalah seorang laki-laki beragama Katolik dan berstatus menikah. Pendidikan dasarnya dimulai dari SD Negeri Nanga Sepauk yang diselesaikannya pada tahun 1982. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Panca Setya dan lulus pada tahun 1985, sebelum melanjutkan ke SMA Panca Setya dan menyelesaikannya pada tahun 1988.

Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka Pontianak serta Universitas Tanjungpura. Dalam perjalanan kariernya, Krisantus memulai pengalaman profesionalnya pada periode 1991–1994 di Rokan Group Holding Company. Ia kemudian bekerja sebagai kontraktor di berbagai perusahaan, yakni PT. Sime Indo Agro (1995–1997), PT. Mitra Austral Sejahtera (1997–1998), serta PTPN XIII (1998–1999).

Karier politiknya dimulai pada tahun 1999 ketika ia terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sanggau untuk periode 1999–2004. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sanggau pada periode 2004–2009. Selanjutnya, ia menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat selama dua periode berturut-turut, yakni 2009–2014 dan 2014–2019.

Puncak karier politiknya berlanjut saat ia terpilih sebagai Anggota DPR RI untuk periode 2019–2024. Pada Pilkada 2024, Krisantus Kurniawan maju bersama Ria Norsan.

Perolehan Suara dalam Pilkada 2024

Berdasarkan data KPU, berikut perolehan suara selengkapnya:
– Paslon 1 Sutarmidji dan Didi Haryono: 963.453 atau 37,28 persen suara
– Paslon 2 Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan: 1.364.563 atau 52,80 persen suara
– Paslon 3 Mahendrawan dan Jakius Sinyor: 256.530 atau 9,92 persen suara

Harta Kekayaan Krisantus Kurniawan

Krisantus Kurniawan memiliki harta kekayaan sebesar Rp3.863.000.000. Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 28 Maret 2025. Berikut rincian lengkapnya:

  • Tanah Dan Bangunan: Rp. 1.200.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 200 M2/100 M2 Di Kab / Kota Kota Pontianak , Hasil Sendiri: Rp. 1.200.000.000
  • Alat Transportasi Dan Mesin: Rp. 963.000.000
  • Mobil, Toyota Yaris 1.5 S M/T Tahun 2015, Hasil Sendiri: Rp. 85.000.000
  • Mobil, Ford Ecosport 1.5l Mt-Trend Tahun 2014, Hasil Sendiri: Rp. 110.000.000
  • Motor, Honda Vario Tahun 2016, Hasil Sendiri: Rp. 18.000.000
  • Mobil, Jeep Cherokee Trailhawk 2.4a Tahun 2015, Hasil Sendiri: Rp. 650.000.000
  • Mobil, Nissan Terrano / K3 Kingroad 2.4 Liter Tahun 2006, Hasil Sendiri: Rp. 100.000.000
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp. —-
  • Surat Berharga: Rp. —-
  • Kas Dan Setara Kas: Rp. 1.700.000.000
  • Harta Lainnya: Rp. —-
  • Sub Total: Rp. 3.863.000.000
  • Utang: Rp. —-
  • Total Harta Kekayaan: Rp. 3.863.000.000

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?