Program Studi dengan Tingkat Persaingan Berbeda di SNBT 2026
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 telah menunjukkan pola persaingan yang berbeda-beda di berbagai program studi (prodi) yang tersedia. Dua perguruan tinggi negeri (PTN) unggulan di Surabaya, yaitu Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memberikan data mengenai tingkat keketatan prodi-prodi yang dipilih oleh calon mahasiswa.
Pada Unair, beberapa prodi seperti Kedokteran, Psikologi, Ilmu Komunikasi, hingga Akuntansi tetap menjadi yang paling ketat dalam seleksi. Hal ini disebabkan oleh jumlah peminat yang sangat besar dibandingkan daya tampung yang terbatas. Namun, tidak semua prodi memiliki tingkat persaingan yang sama. Ada beberapa prodi yang memiliki tingkat keketatan yang lebih rendah dan bisa menjadi alternatif strategis bagi calon mahasiswa.
Prodi dengan Tingkat Keketatan Rendah di Unair
Di rumpun Sains dan Teknologi (Saintek), prodi Akuakultur di FIKKIA Banyuwangi memiliki tingkat keketatan sebesar 33,04 persen, sedangkan Fisika mencapai 22,38 persen. Di antara prodi lainnya, Teknologi Hasil Perikanan memiliki keketatan 21,13 persen, Akuakultur kembali muncul dengan 20,44 persen, dan Matematika dengan 18,26 persen.
Di rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum), ada prodi yang memiliki tingkat keketatan lebih rendah. Contohnya adalah Ilmu Sejarah dengan 16,10 persen, Bahasa dan Sastra Indonesia dengan 12,31 persen, Ekonomi Islam dengan 11,54 persen, Bahasa dan Sastra Inggris dengan 11,00 persen, serta Bahasa dan Sastra Jepang dengan 10,10 persen.
Menurut Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Solihin, prodi dengan keketatan yang lebih longgar dapat menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan peluang lolos. Namun, ia menekankan bahwa calon mahasiswa tetap harus mempertimbangkan minat dan kemampuan mereka sendiri.
ITS Tambah Kuota Mahasiswa Baru
Di sisi lain, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga mengalami peningkatan kuota mahasiswa baru pada SNBT 2026. Kuota tersebut meningkat menjadi 7.035 orang, atau sekitar 3,63 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun demikian, tingginya minat terhadap ITS tetap membuat persaingan di beberapa prodi tetap ketat.
Prodi yang paling diminati di ITS meliputi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Elektro, dan Teknik Industri. Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh reputasi ITS sebagai salah satu kampus terbaik nasional berdasarkan THE World University Rankings.
Persiapan Lokasi Pelaksanaan UTBK
Selain itu, ITS juga memastikan kesiapan sebagai lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ITS, Bagus Jati Santoso, menyatakan bahwa kapasitas laboratorium komputer telah ditingkatkan dari 45 menjadi 49 laboratorium. Dengan kapasitas tersebut, ITS dapat menampung hingga 1.047 peserta dalam satu sesi.
Total ada 13 sesi selama tujuh hari pelaksanaan, sehingga kapasitas keseluruhan mencapai 13.611 peserta. Selain itu, ITS telah menyiapkan tiga server utama dengan standar nasional serta skenario mitigasi untuk memastikan pelaksanaan UTBK berjalan lancar.
Dengan tingginya minat di kedua kampus tersebut, SNBT 2026 diprediksi tetap menjadi ajang seleksi yang sangat kompetitif. Calon mahasiswa pun dituntut lebih cermat dalam menyusun strategi, tidak hanya berfokus pada prodi favorit, tetapi juga mempertimbangkan peluang berdasarkan data keketatan yang tersedia.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."












