Peristiwa Langka di Afrika Selatan: Ikan Lele Berjalan di Darat
Pada 13 Januari 2025, sebuah peristiwa yang tidak biasa terekam kamera di Afrika Selatan. Rekaman tersebut menunjukkan sejumlah ikan lele berkumpul di tepi kolam sebelum perlahan merayap ke daratan. Pemandangan ini menimbulkan decak kagum dan rasa penasaran, karena ikan lele tampak “berjalan” di luar air.
Ikan lele dalam video tersebut adalah spesies Clarias gariepinus, yang dikenal mampu bernapas di udara. Meski keluar dari air bukan hal yang mustahil bagi ikan ini, kejadian tersebut tergolong langka karena terekam jelas oleh kamera. Rekaman diambil oleh Africam Live Cam di Naledi Bush Lodge, memperlihatkan ikan-ikan tersebut bergerak tersendat di darat. Pergerakan mereka seolah meniru langkah kaki, mengingatkan pada film horor bergaya dokumenter alam.
Dalam video tersebut, ikan lele terlihat keluar masuk air selama sekitar 20 menit. Menurut keterangan Africam, perilaku ini kemungkinan berkaitan dengan aktivitas mencari makan. “Mereka keluar masuk selama sekitar 20 menit, kemungkinan besar sedang mencari makanan,” ujar juru bicara Africam dalam siaran pers yang dikirim melalui email.
Strategi Bertahan Hidup Ikan Lele
Ikan lele bergigi tajam Afrika dikenal sebagai omnivora dengan pola makan yang sangat luas. Mereka dapat memakan buah-buahan, biji-bijian, invertebrata air, vertebrata kecil, hingga mamalia berukuran kecil. Namun, dorongan untuk meninggalkan air tidak hanya terkait makanan.
Wilayah tempat rekaman diambil diketahui baru saja dilanda banjir. Kondisi ini diduga membuat ikan lele merasa lebih aman menjelajah daratan yang masih lembap. “Biasanya perilaku ini lebih sering terlihat saat lubang air mulai mengering,” kata juru bicara Africam. “Namun karena saat ini terjadi banjir, mereka mungkin merasa lebih aman untuk bergerak dan menjelajah akibat luapan air.”
Perilaku berjalan di darat juga menjadi strategi bertahan hidup ketika habitat air menyusut atau menghilang. Dalam situasi tertentu, ikan lele menggunakan kemampuan bernapas udara dan struktur tubuhnya untuk mencari perairan baru. Meski dikenal oleh para peneliti, momen seperti ini jarang sekali tertangkap kamera.
Fenomena Serupa di Dunia Ikan Lele
Fenomena ini bukan kasus tunggal dalam dunia ikan lele. Di Amerika Tengah dan Selatan, ikan lele lapis baja diketahui bergerak di darat dengan pola unik hingga mendorong ilmuwan menciptakan istilah baru untuk jenis pergerakan tersebut. Di Brasil, ikan lele lebah bahkan dilaporkan mampu memanjat dinding secara berkelompok. Sementara di Amerika Serikat, ikan lele berjalan menjadi perhatian karena kemampuannya menjelajah daratan menggunakan kemoresepsi.
Kejadian di Afrika Selatan ini kembali mengingatkan bahwa batas antara dunia air dan darat tidak selalu tegas. Di tempat yang terasa aman bagi manusia, alam masih menyimpan kejutan termasuk ikan lele yang tiba-tiba muncul dari kegelapan, merayap perlahan, dan terus bergerak maju.
Lele Bumblebee Memanjat Dinding
Sebelumnya, fenomena langka perilaku ikan lele juga terjadi di sungai-sungai Amerika Selatan. Para peneliti mendokumentasikan ribuan ikan lele bumblebee (Rhyacoglanis paranensis) memanjat bebatuan air terjun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Paraguay, Brasil. Perilaku ini pertama kali dilaporkan pada November 2024 dan kemudian dianalisis secara ilmiah hingga dipublikasikan dalam The Journal of Fish Biology pada Agustus 2025.
Lele bumblebee dikenal berukuran kecil, panjangnya tak lebih dari 9 sentimeter dengan corak garis dan bercak gelap yang khas. Namun di balik tubuh mungilnya, ikan ini menyimpan kemampuan adaptasi yang mengejutkan. Pengamatan lapangan menunjukkan, aktivitas memanjat berlangsung masif dan terkoordinasi, terutama setelah matahari terbenam. Ribuan ikan bergerak bersamaan di permukaan batuan yang lembap, bahkan saling menumpuk ketika melaju di bidang horizontal.
Para peneliti menemukan kuncinya terletak pada cara ikan membuka sirip selebar mungkin, sehingga menciptakan tekanan negatif antara tubuh dan batu. Mekanisme ini membuat mereka mampu menempel kuat dan bergerak melawan arus deras. Menariknya, seluruh sampel ikan yang diperiksa memiliki perut kosong, menguatkan dugaan bahwa perjalanan ekstrem ini bukan untuk mencari makan, melainkan bagian dari migrasi pemijahan.
Fenomena tersebut diperkirakan dipicu awal musim hujan, saat perubahan debit air menjadi sinyal alami bagi ikan untuk bergerak ke hulu. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan “memanjat” bukan sekadar anomali, melainkan strategi ekologis penting bagi penghuni sungai berarus deras dan menambah daftar panjang perilaku unik ikan lele yang terus membuat ilmuwan tercengang.












