Kerja Sama Pemerintah dan TNI dalam Penyebaran Benih Tanaman
Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung mulai melaksanakan kegiatan penebaran 8 ton benih tanaman menggunakan metode aeroseeding. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pesawat Casa C-212 yang dimiliki oleh Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur.
Kang DS menjelaskan bahwa inisiatif ini dilakukan pasca bencana alam longsor di Kabupaten Bandung, salah satunya di Arjasari beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, kerja sama ini melibatkan berbagai pihak seperti Forkopimda Pemerintah Kabupaten Bandung, DPRD Kabupaten Bandung, serta para pejabat militer dan kepolisian setempat.
“Penyebaran benih tanaman ini dilakukan dalam rangka membantu masyarakat dan menjaga lingkungan. Kami bekerja sama dengan berbagai instansi dan juga perusahaan untuk memastikan keberhasilan kegiatan ini,” ujarnya saat berada di Lanud Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran no.156 Kota Bandung, Sabtu 31 Januari 2026 pagi.
Pengumpulan bibit tanaman dan biji-bijian ini terinspirasi dari kegiatan pembagian rapor anak-anak sekolah. Kang DS menyebutkan bahwa terkumpul sebanyak 5,2 juta biji-bijian yang hampir mencapai 8 ton. Biji-bijian ini akan ditebar di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, terutama daerah perbatasan seperti Garut, Cianjur, Sumedang, dan Bandung Barat.
Pendanaan dan Kolaborasi
Kang DS menegaskan bahwa kegiatan ini tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan menggunakan dana CSR dan kolaborasi dengan forum pentahelix. Ia mengucapkan terima kasih kepada sponsor seperti PDAM, ABT (Air Bandung Timur), BJB, BPR, dan perusahaan-perusahaan lainnya di Kabupaten Bandung.
“Semua ini dilakukan demi kepentingan warga masyarakat Kabupaten Bandung. Terima kasih juga kepada Danlanud Sulaiman, Danlanud Husein Sastranegara, Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Kapolresta Bandung, Kajari Kabupaten Bandung, dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang responsif terhadap kebutuhan lingkungan, khususnya warga masyarakat Kabupaten Bandung. Kang DS berharap kegiatan ini dapat membantu menahan erosi dan bencana longsor.
Lokasi Penyebaran Benih Tanaman
Ada tiga lokasi utama yang menjadi sasaran penyebaran benih tanaman, yaitu:
- Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari seluas 123 hektare
- Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari seluas 137 hektare
- Desa Girimulya Kecamatan Pacet seluas 478 hektare
Selain itu, ada lahan-lahan kritis lainnya yang telah dipetakan di tiga wilayah tersebut. Lokasi-lokasi ini sangat rawan dan sulit dijangkau oleh kendaraan.
Kang DS juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua siswa maupun siswa yang mendukung kegiatan ini. Gerakan siswa mengumpulkan biji-biji tanaman dinilai luar biasa. Ia percaya bahwa kegiatan ini akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Peran TNI dalam Kegiatan Aeroseeding
Komandan Lanud (Danlanud) Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M., menjelaskan bahwa hari ini akan melaksanakan misi aeroseeding atau penyebaran bibit tanaman melalui udara bersama Pemerintah Kabupaten Bandung.
“Kami di Lanud Sulaiman dan Lanud Husein akan melaksanakan penyebaran bibit baik tanaman keras, tanaman buah-buahan dan lain-lain di area-area yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi dampak atau potensi bencana tanah longsor. Area-area yang dipilih adalah tempat-tempat yang sulit dijangkau menggunakan jalan darat.
“Kita sudah koordinasikan dengan Mabes TNI dan Mabes TNI AU. Pesawat CASA C-212 yang digunakan merupakan milik Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Kru dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang kurang lebih jumlah kru 8 orang,” tambah Marsma TNI Eko.
Ia menekankan bahwa penggunaan pesawat ini sangat efektif karena area yang dipilih sulit dijangkau. Dengan demikian, penyebaran benih tanaman bisa dilakukan secara masif.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












