Orang Indonesia Melamar Kerja ke Jeffrey Epstein, Komunikasi Email 2013-2017

Pekerja Hotel Indonesia Terlibat dalam Komunikasi dengan Jeffrey Epstein

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial KY tercatat dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Dokumen tersebut mengungkap bahwa KY pernah bertukar pesan melalui email dengan pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan milik Jeffrey Epstein, seorang penjahat seksual asal AS. KY diketahui bekerja di bidang perhotelan dan mencoba melamar pekerjaan di perusahaan Epstein.

Komunikasi dengan Perusahaan Epstein

Komunikasi antara KY dan perusahaan Epstein terjadi dari tahun 2013 hingga 2017. Dalam dokumen DOJ, terdapat 142 file yang menyebutkan KY, termasuk surat lamaran kerjanya. CV KY yang dikirimkan ke perusahaan Epstein pada 3 April 2013 menunjukkan pengalaman kerjanya di beberapa hotel ternama di Jakarta, Bali, dan Maladewa.

KY juga dijadwalkan melakukan pertemuan via Skype dengan Epstein pada 3 April 2013 pukul 08.00 waktu setempat. Namun, tidak ada informasi pasti apakah pertemuan tersebut benar-benar terlaksana. KY mengaku mengetahui tentang Epstein melalui mantan manajer hotel tempatnya bekerja sebelumnya. Setelah itu, ia tertarik untuk bekerja di perusahaan Epstein di New York atau Florida.

Permintaan Kerja dan Pembatalan Wawancara

Dalam pesan emailnya, KY menyatakan ketertarikannya untuk bekerja bersama Epstein. Ia menulis, “Sejujurnya, saya tertarik bekerja bersama Anda di salah satu properti milikmu di New York dan Florida.” Ia juga menegaskan akan menjadi sosok yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya jika diberi kesempatan.

KY juga mengaku pernah direncanakan wawancara kerja di perusahaan Epstein. Namun, rencana ini dibatalkan akibat tragedi Bom Bali. Menurut KY, wawancara tersebut dijadwalkan pada Oktober 2002 atau Oktober 2005. Ia menyebutkan bahwa wawancara tersebut diatur bersama Nicholas Simmonds dan Edwina. Namun, karena ledakan bom di Bali, semuanya dibatalkan.

Pembaruan Lamaran Kerja

KY terus meminta update mengenai lamaran kerjanya hingga tahun 2015. Pada tahun 2017, KY terakhir kali mengirim email kepada Epstein, yang berisi tautan akun LinkedIn-nya. Dari catatan komunikasi via email, KY tidak terkait langsung dengan kejahatan seksual Epstein.

Tokoh Nasional Lain yang Tercantum dalam Dokumen Epstein

Selain KY, dua tokoh nasional lain juga muncul dalam dokumen Epstein: Hary Tanoe dan Eka Tjipta Widjaja. Hary Tanoe disebut terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump di Indonesia, serta memperkenalkan Trump kepada “orang CIA Indonesia” yang diduga anggota BIN. Ia juga disebut membeli kediaman Trump di Beverly Hills dengan harga yang dibesar-besarkan.

Eka Tjipta Widjaja tercantum dalam file Epstein terkait penjualan mansion Trump di Beverly Hills pada 2009. Properti tersebut dibeli oleh entitas Swiss yang terkait dengan keluarga Eka. Michael Cohen, mantan pengacara Trump, mengajukan dokumen hukum untuk perusahaan cangkang yang terlibat dalam pembelian mansion tersebut.

Nama-nama Tokoh Lain

Beberapa nama tokoh Indonesia seperti Presiden Joko Widodo dan eks Menteri Keuangan Sri Mulyani juga muncul dalam file Epstein. Namun, keterkaitan mereka hanya terkait dengan pemberitaan di Indonesia, bukan hubungan langsung dengan Epstein. Sosok Soeharto juga tercantum dalam file tersebut, tetapi hanya karena adanya usulan buku terkait dirinya dari seseorang bernama Gregory Brown.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?