Dampak temuan kantong berisi uang pecahan Rp100 ribu: Pelaku terungkap, BI membantah keterlibatan

Penemuan 21 Karung Cacahan Uang Rp100.000 di TPS Liar Menimbulkan Kekhawatiran

Baru-baru ini, sebanyak 21 karung berisi cacahan uang asli pecahan Rp100.000 ditemukan dibuang di sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu, Bekasi. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat dan instansi terkait, termasuk pihak Bank Indonesia (BI) dan polisi.

Berdasarkan laporan yang beredar, video yang menunjukkan tumpukan uang kertas yang berceceran di TPS tersebut menjadi viral di media sosial. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memastikan bahwa cacahan kertas yang ditemukan adalah uang asli pecahan Rp100.000. Sementara itu, Polsek Setu telah mengamankan lokasi kejadian dan menyita 21 karung berisi cacahan uang tersebut untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak luar.

“Kami segera melakukan cek TKP, mengamankan lokasi, dan mengamankan barang bukti supaya tidak menjadi konsumsi publik yang kurang bertanggung jawab nanti,” kata Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, dikutip dari Wartakota.

Polisi juga telah memeriksa empat saksi, termasuk pemilik lahan dan pekerja sortir. Selain itu, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memvalidasi status uang tersebut. Usep menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan penyelidikan terkait lokasi pembuangan sampah yang diduga tidak memiliki izin.

Klaim Pemilik Lahan

Menurut pemilik lahan, H. Santo, ia hanya menerima sampah tersebut untuk keperluan pengurugan tanah, bukan untuk mengoperasikan TPS liar. Ia mengatakan bahwa pelaku pembuangan adalah pihak yang bergerak di bidang pengolahan limbah.

“Buat pengurugan, tidak bayar yang buang. Sampah atau barang bekas saja. Kebetulan yang buang cacahan uang itu main di limbah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa aktivitas ini sudah berjalan sekitar enam bulan dan tidak setiap hari ada buangan, termasuk cacahan uang.

Tanggapan Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) membantah bahwa kejadian ini dilakukan oleh mereka. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran terkait video yang beredar di media sosial. “Terkait video yang beredar di media sosial saat ini, kami sedang melakukan penelusuran berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Ramdan memastikan bahwa cacahan uang rupiah tersebut bukan dilakukan oleh BI. Pasalnya, bank sentral selalu memastikan uang rupiah diedarkan dan dikelola sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam proses pemusnahan uang yang tidak layak edar.

Cara Pemusnahan Uang Rupiah

Adapun cara pemusnahan uang rupiah yang dilakukan BI adalah melebur atau cara lain sehingga bagian uang yang dimusnahkan tidak lagi menyerupai uang rupiah. Proses pemusnahan uang kertas dilakukan di kantor BI dan kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) resmi yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat.

Hal tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menyatakan bahwa Bank Indonesia wajib melakukan pemusnahan terhadap uang yang sudah tidak layak edar, seperti uang lusuh, cacat, rusak, serta uang yang telah ditarik dari peredaran.

“Bank Indonesia selalu memastikan proses pemusnahan uang dilakukan dengan prosedur pelaksanaan dan pengawasan yang ketat serta dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Inisiatif Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Secara bertahap sejak 2023, BI mengadopsi waste to energy dan waste to product sebagai upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah racik uang kertas. Implementasi waste to energy telah dilakukan dengan bekerja sama menggunakan limbah racik uang sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik tenaga uap, seperti yang telah dilakukan di Jawa Barat.

Selain itu, BI juga menerapkan waste to product, contohnya mengolah limbah menjadi suvenir seperti medali, sebagaimana yang telah dilakukan antara lain di Bali.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?