Jakartatalks.com – Arab Saudi mengutuk Israel atas perebutan zona penyangga di wilayah Suriah yang dianggap sebagai sabotase terhadap upaya Suriah memulihkan stabilitas. Pasukan Israel dikabarkan telah maju lebih jauh ke wilayah Suriah dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki, merebut daerah yang telah berfungsi sebagai zona penyangga selama beberapa dekade.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena kekhawatiran akan ancaman keamanan bagi Tel Aviv akibat perubahan situasi di Suriah setelah jatuhnya Assad. Namun, langkah tersebut telah mendapat kritik dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang menegaskan bahwa tindakan Israel merupakan pelanggaran hukum internasional dan upaya untuk menyabotase peluang Suriah memperoleh kembali keamanan, stabilitas, dan integritas teritorialnya.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengumumkan bahwa tentara Israel telah melakukan operasi di Suriah untuk menghancurkan ancaman strategis bagi Israel. Ia juga memperingatkan para pemimpin pemberontak di Suriah untuk tidak menantang Israel dan mengancam akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi warga negara Israel.
Katz juga mengindikasikan bahwa pasukan Israel akan memperkuat kehadiran mereka di zona penyangga dan wilayah di bawah kendali mereka untuk melindungi pemukim ilegal di Dataran Tinggi Golan. Ia juga mengisyaratkan akan adanya pendudukan yang berkepanjangan di zona penyangga tersebut, mirip dengan apa yang terjadi di Lebanon dan Gaza sebelumnya.






