Update Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Marapi
Gunung Marapi, yang terletak di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali mengalami erupsi pada Kamis (5/2/2026). Erupsi ini terjadi pada berbagai waktu, yaitu pukul 11.27 WIB, 18.19 WIB, dan 22.25 WIB. Setiap erupsi menghasilkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian yang bervariasi, serta disertai dengan pijar api dan lava di puncak atau kawah gunung.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 11.27 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Ahmad Rifandi, menyampaikan bahwa erupsi tersebut terekam jelas melalui alat pemantauan seismik. Meskipun demikian, tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual. Dalam keterangannya, Rifandi menyebutkan bahwa erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25,9 milimeter dan durasi kurang lebih 25 detik.
Selanjutnya, pada pukul 18.19 WIB, erupsi kembali terjadi. Teguh Purnomo, petugas Pos PGA Bukittinggi, menjelaskan bahwa ketinggian kolom abu dari erupsi kali ini teramati sekitar 600 meter di atas puncak, atau sekitar 3.491 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang, condong ke arah timur laut. Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.2 mm dan durasi kurang lebih 34 detik.
Puncak erupsi terjadi pada pukul 22.25 WIB. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, menyatakan bahwa kolom abu dari erupsi tersebut mencapai ketinggian 3.000 meter di atas puncak, atau sekitar 5.891 meter di atas permukaan laut. Selain abu, masyarakat di sekitar daerah seperti Bukittinggi dan Kabupaten Agam mendengar dentuman keras sebelum erupsi terjadi. Setelah dentuman, terlihat pijar api dan lahar panas di atas puncak Gunung Marapi.
Dampak Erupsi pada Aktivitas Penerbangan
Meski terjadi erupsi, dampaknya tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Decky Irmawan menyampaikan bahwa hingga Jumat siang, belum ada dampak terhadap penerbangan di BIM. Sejauh ini, sebaran abu vulkanik Gunung Marapi berada pada ketinggian hingga 20.000 feet. Abu tersebut bergerak ke arah tenggara, yakni menuju Tanah Datar dan Kabupaten Solok, dengan kecepatan 05 knot dan intensitas tetap.
Decky menegaskan bahwa penerbangan di BIM masih aman hingga saat ini. Namun, masyarakat di sekitar daerah yang terkena abu vulkanik diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan rekomendasi dari pihak berwenang.
Abi Vulkanik Menutupi Lapangan Cindua Mato
Erupsi Gunung Marapi juga menyebabkan hujan abu di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Pada Jumat pagi, abu vulkanik menutupi lapangan Cindua Mato. Warga setempat, Adi Prima, menyebutkan bahwa abu turun cukup tebal dan berwarna kelabu, sehingga memaksa warga menggunakan masker. Namun, sebagian warga tetap beraktivitas tanpa masker saat berada di luar ruangan.
Kondisi ini menimbulkan gangguan pernapasan bagi sebagian masyarakat. Oleh karena itu, mereka diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut agar terhindar dari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
Rekomendasi dan Peringatan dari Pemerintah
Gunung Marapi saat ini berada pada Status Level II (Waspada). Rekomendasi dari pihak berwenang adalah agar masyarakat di sekitar gunung dan pendaki tidak memasuki radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek). Selain itu, masyarakat yang tinggal di lembah atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama selama musim hujan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Informasi terkini tentang aktivitas Gunung Marapi dapat diperoleh melalui website Badan Geologi, PVMBG, Magma Indonesia, aplikasi Magma Indonesia, serta media sosial PVMBG.
Koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diimbau untuk senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jalan Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi dan melakukan tindakan mitigasi yang diperlukan.
Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan siap menghadapi segala kemungkinan yang muncul akibat aktivitas Gunung Marapi.












