Jakartatalks.com – Talitha Curtis, mantan Ratu FTV yang dikenal sebagai bintang sinetron kini membuat keputusan besar dalam hidupnya. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia hiburan, Thalita memutuskan untuk berhenti bermain sinetron dan memulai usaha kecil-kecilan sebagai penjual risol di pinggir jalan.
Pemilik nama asli Talitha Curtis Winn ini memutuskan untuk banting setir dan mencoba peruntungannya sebagai penjual risol di kawasan Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Keputusan ini diambil karena berbagai alasan yang menyentuh hati dan menggugah simpati banyak orang.
Talitha mengatakan bahwa vakumnya dari dunia hiburan yang telah membesarkan namanya bukanlah keputusan yang ia ambil dengan mudah. “Sebenarnya ninggalin dunia entertain nggak juga. Mungkin bisa dibilang vakum kali ya. Waktu berat badanku ideal, aku bisa dipakai terus lah di PH,” kata Talitha.
Namun, berat badan Talitha yang berubah membuatnya sulit mendapatkan peran yang sesuai. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorongnya untuk mencari alternatif lain demi memenuhi kebutuhan hidup. “Tapi sekarang, mereka bingung juga kan dengan berat badanku kayak gini, aku mau dapet karakter apa. Jadi kalau dibilang berhenti, ya karena memang nggak ada panggilan syuting lagi,” jelasnya.
Perempuan 22 tahun itu memulai karier di dunia hiburan pada usia muda. Meski sempat vakum, ia kembali mencoba peruntungannya di usia 12 tahun karena masalah keuangan keluarga. “Aku awal mula terjun ke entertain itu umur delapan tahun. Tapi aku merasa tidak bakat di dunia ini karena aku maluan dan takut segala macam. Akhirnya mama menyetop. Papa waktu itu udah nggak mau mensupport lagi. Akhirnya aku coba syuting untuk membantu keluarga,” kenangnya.
“Jadi, aku berhenti syuting di usia 12 tahun. Sekarang, aku berhenti syuting lagi di usia 22 tahun. Jadi bisa dibilang, aku berhenti syuting sejak umur 12 tahun sampai 22 tahun,” tutup Talitha. Semoga Talitha sukses dengan usaha barunya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”






