Peristiwa Tragis yang Menggugah Kepedulian
Jenazah pilot Smart Air, Capt. Egon Erawan, korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, tiba di rumah duka Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis (12/2/2026). Prosesi kedatangan jenazah ini disambut dengan isak tangis dari keluarga dan para pelayat yang hadir.
Usai prosesi penyemayaman dan shalat jenazah, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dalam satu liang lahat bersama orangtuanya. Sementara itu, co-pilot Smart Air, Capt. Baskoro Adi Anggoro, yang juga gugur dalam kejadian tersebut, akan dimakamkan keesokan harinya, Jumat (13/2/2026).
Tangis Histeris Saat Kedatangan Jenazah
Saat jenazah Capt. Egon Erawan tiba di rumah duka, terdengar jerit tangis histeris dari keluarga. Pihak keluarga telah menunggu sejak sore hari, mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol belasungkawa.
Menurut laporan, beberapa anggota keluarga tampak tidak kuasa menahan air mata saat peti jenazah yang ditutupi untaian bunga putih perlahan diturunkan dari mobil ambulans. Para pelayat, termasuk tetangga, rekan sesama pilot, dan kerabat, memadati area depan rumah yang telah dipasangi tenda berwarna hijau.
Selain keluarga, warga sekitar yang hadir juga tampak mengabadikan momen kedatangan sang kapten dengan ponsel mereka sambil melantunkan doa-doa. Sepanjang jalan menuju rumah duka, terlihat deretan karangan bunga dari berbagai orang dan instansi berjajar rapi. Salah satu karangan bunga mencolok bertuliskan “Selamat Jalan Pahlawan Kami Capt. Egon Erawan”, yang dikirimkan oleh rekan-rekan sejawat sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Prosesi Penyemayaman dan Shalat Jenazah
Setibanya di lokasi, peti jenazah langsung dibawa masuk ke dalam rumah duka untuk disemayamkan sejenak. Pihak keluarga diberikan waktu untuk mendoakan almarhum untuk terakhir kalinya sebelum prosesi pemakaman. Lantunan doa, shalawat, dan dzikir pun berkumandang hingga terdengar ke area luar rumah.
Tak berselang lama, bertepatan dengan adzan Maghrib berkumandang, jenazah Capt. Egon kembali dibawa keluar rumah menuju masjid yang berjarak hanya beberapa meter dari kediaman. Jenazah kemudian dishalatkan secara berjamaah usai pelaksanaan salat Maghrib, sebelum akhirnya diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Makam Bersama Orangtua
Egon Erawan rencananya akan dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Almarhum akan dimakamkan dalam satu liang lahat bersama kedua orangtuanya. “Bakal dimakam di Tanah Kusir, dengan ibunya,” ujar Yonce, petugas kemanan di rumah duka, Ciputat Timur.
Jenazah tiba dan disemayamkan di rumah duka di kawasan Flamboyan. Setelah disemayamkan, jenazah akan disalatkan di masjid yang berada tidak jauh dari rumah duka. Prosesi pemakaman diperkirakan berlangsung selepas waktu Magrib.
Profil Kapten Egon Erawan
Dikutip dari TribunSumsel, Kapten Egon sudah berstatus menikah dan memiliki anak. Ia merupakan lulusan dari Civil Flying School di Melbourne, Australia. Dari postingan terakhir, Kapten Egon sempat membagikan beberapa potret penerbangan di sejumlah wilayah di Papua. Selain itu, ia diduga menyukai kendaraan bernuansa klasik terlihat dari sejumlah postingan memperlihatkan mobil tua dan motor tua.
Reaksi dari Ikatan Pilot Indonesia
Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya dua pilot dalam insiden di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Kedua korban adalah Captain Egon Erawan dan Captain Baskoro Adi Anggoro.
Ketua IPI, Muammar Reza Nugraha, menyebut peristiwa tersebut sebagai duka bagi seluruh pilot Indonesia serta menyampaikan simpati dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menjelaskan, insiden tragis itu terjadi pada Rabu (11/2/2026) setelah kedua pilot mendarat. Keduanya dilaporkan diserang, dianiaya, ditembak, dan dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.
Muammar menegaskan tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, ICAO Annex 17, serta Chicago Convention 1944. Menurutnya, penerbangan merupakan moda transportasi strategis nasional yang berperan penting dalam menghubungkan wilayah Indonesia, termasuk dalam distribusi kebutuhan masyarakat seperti pangan dan layanan medis.
Karena itu, pilot sebagai pelaksana tugas negara wajib mendapatkan perlindungan. Ia juga menekankan bandara sebagai objek vital nasional harus dijaga dari segala bentuk gangguan keamanan sesuai Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004. Muammar meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Komite Nasional Keamanan Penerbangan untuk segera mengambil langkah konkret guna memulihkan dan menjamin keamanan penerbangan, khususnya di wilayah berisiko tinggi.










