Peristiwa Penembakan di Rumah Anggota DPRD Jateng
Pada malam hari, seorang suami anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Amat Muzakhim (56), menjadi korban penembakan oleh seseorang yang tidak dikenal. Kejadian ini terjadi di teras rumahnya di Dukuh Cap Gawen, Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan.
Peristiwa berlangsung sekitar pukul 21.10 WIB, saat korban sedang duduk bersama tamu di teras rumah. Tiba-tiba, seorang pria mengendarai sepeda motor matic hitam mendekati rumah dan melepaskan satu tembakan. Namun, peluru yang ditembakkan tidak mengenai korban, melainkan hanya mengenai bagian atas dinding dan plafon teras rumah.
Ciri-Ciri Pelaku
Pelaku diketahui menggunakan jaket kulit hitam, celana pendek hitam, helm hitam, serta masker abu-abu. Ia juga membawa sepeda motor dengan plat nomor yang ditutup plastik kresek putih. Setelah sempat memutar balik kendaraan di depan gerbang rumah korban, pelaku mengeluarkan pistol dan melepaskan satu kali tembakan ke arah teras. Proyektil tidak mengenai korban, tetapi menempel di area garasi rumah.
Reaksi Korban dan Pengakuan
Boim, panggilan akrab dari Amat Muzakhim, mengaku tidak memiliki firasat apa-apa saat kejadian. Ia awalnya mengira orang tersebut adalah pengirim paket atau tamu. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan pribadi yang dapat memicu aksi tersebut.
Penanganan oleh Polisi
Setelah kejadian, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa satu proyektil timah berwarna perak sepanjang kurang lebih satu sentimeter. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya serius menangani kasus tersebut.
“Kami sudah mendatangi TKP, memeriksa para saksi, dan mengamankan barang bukti. Saat ini tim sedang bekerja untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penembakan ini,” tegasnya.
Analisis Motif dan Kemungkinan Teror
Menurut hasil sementara, polisi memastikan bahwa aksi penembakan dilakukan menggunakan senjata api. Hal ini didasarkan pada hasil olah TKP dan temuan proyektil di lokasi kejadian. Dari analisis sementara, pihaknya menduga pelaku sudah mengenali atau memetakan lokasi sebelum melancarkan aksinya. Gerak pelaku dinilai cepat dan terarah, mulai dari masuk ke halaman rumah hingga meninggalkan lokasi usai menembak.
Meski demikian, motif penembakan masih didalami. Dari arah tembakan yang mengarah ke atas, polisi sementara menyimpulkan aksi tersebut merupakan bentuk teror. “Kami masih melakukan pendalaman terkait motifnya. Untuk sementara, indikasinya lebih kepada aksi teror karena tembakan mengarah ke atas,” jelasnya.
Bantuan dari Instansi Lain
Dalam penanganan kasus ini, Polres Pekalongan mendapat dukungan dari Ditreskrimum dan Bidang Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk pemeriksaan balistik lebih lanjut. Kapolres menegaskan, pihaknya terus memburu pelaku dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
“Kami berkomitmen mengungkap pelaku, dan memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”










