Jakartatalks.com – Para pejuang Brigade Jenin di Tepi Barat, Palestina, menolak menyerahkan senjata kepada Tentara Otoritas Palestina yang dikuasai Fatah. Mereka tetap teguh pada pendirian mereka untuk melawan pendudukan Israel dan melindungi warga Palestina dari kekerasan pemukim Israel yang terus berlangsung di Tepi Barat yang diduduki.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, juru bicara Brigade Jenin menegaskan bahwa mereka hanya akan melawan pendudukan Israel dan tidak ada niat lain. Mereka juga menyerukan kepada semua pihak untuk membiarkan mereka melawan Israel demi Tuhan.
Namun, pasukan Otoritas Palestina (PA) telah beberapa kali mencoba memasuki kamp Brigade Jenin dan bahkan telah membunuh salah satu komandan mereka, Yazid Ja’ayseh, yang selama ini menjadi buronan Israel. Namun, hal ini tidak membuat Brigade Jenin menyerah dan menyerahkan senjata mereka.
“Saya tidak akan menyerahkan senjata saya. Jika seorang pemukim Israel masuk ke rumah saya, apa yang bisa saya lakukan?” tegas juru bicara Brigade Jenin. “Saya hanya akan menyerahkan senjata saya jika Israel meninggalkan negara kami dan saya bersedia dieksekusi. Usir Israel dan senjata saya akan menjadi milik Anda.”
Sementara itu, penduduk Palestina di Jenin dan kamp pengungsianya mengalami penderitaan akibat agresi militer Israel yang terus berlangsung selama dua tahun terakhir. Mereka menegaskan bahwa pertikaian internal di antara warga Palestina adalah hal terakhir yang dibutuhkan oleh kota yang telah hancur dan merenggut banyak korban jiwa.
“Pertikaian internal ini bisa berujung pada hal yang lebih buruk,” kata salah satu penduduk, Fadi Washahi. “Ini bukan untuk kepentingan kami. Kami semua adalah sasaran musuh Israel, yang senang melihat pertikaian internal kami.”
Meskipun demikian, warga Palestina tetap berharap agar persatuan dan kesatuan dapat terwujud untuk melawan pendudukan Israel yang telah lama berlangsung. Mereka berharap agar pertikaian internal dapat segera diakhiri dan fokus pada perlawanan terhadap Israel yang terus menduduki tanah Palestina.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”






