7 Sisi Gelap ANTM: Berat, Tidak Sehat, dan Penuh Tekanan

Dokumenter Netflix Mengungkap Sisi Gelap America’s Next Top Model

Dokumenter terbaru dari Netflix berjudul Reality Check: Inside America’s Next Top Model mengungkap sisi gelap dari acara pencarian model yang sangat populer, America’s Next Top Model. Diinisiasi oleh Tyra Banks, acara ini sejak pertama kali tayang pada tahun 2003 dikenal sebagai ajang yang membuka peluang bagi perempuan biasa untuk menjadi model kelas dunia. Namun, dokumenter tersebut menunjukkan bahwa di balik kesuksesan dan popularitasnya, ada banyak isu yang muncul, termasuk dugaan pelecehan seksual, body shaming, dan tekanan mental.

Berawal dari Niat Positif, ANTM Justru Disebut Makin Toxic



Awalnya, America’s Next Top Model (ANTM) memiliki misi positif dengan mengusung ide untuk mendemokratisasi industri fashion. Acara ini sukses besar dengan meraih sekitar 100 juta penonton di 170 negara dan menjadi salah satu pelopor reality show di awal 2000-an. Namun, seiring waktu, acara ini justru menuai kritik karena dianggap melanggengkan standar kecantikan sempit, memberi tekanan psikologis pada peserta, dan budaya kerja toksik. Hal itu bertolak belakang dengan semangat awal acara yang mengklaim ingin memberdayakan kaum perempuan.

Dugaan Body Shaming



Beberapa mantan peserta America’s Next Top Model mengungkap adanya praktik body shaming selama kompetisi. Giselle Samson dan Keenyah Hill menyebut komentar tentang bentuk tubuh sering muncul saat penilaian maupun proses syuting. Ebony Haith juga mengaku dikritik soal tekstur kulit dan penampilannya. Bahkan, rambutnya pernah rusak akibat penataan yang dianggap tidak sesuai. Selain itu, beberapa kontestan menilai produksi sengaja memperbesar konflik antar peserta demi menciptakan drama agar tayangan lebih menarik bagi penonton.

Dugaan Adanya Pelecehan Seksual



Pengakuan lain terkait sisi gelap America’s Next Top Model datang dari kontestan musim kedua, Shandi Sullivan. Ia menuduh tim produksi sengaja membiarkannya mengalami pelecehan seksual saat ia dalam kondisi mabuk. Dalam dokumenter, ia menceritakan pengalaman para finalis saat berada di Milan, Italia. Setelah sesi pemotretan dan tantangan, ia ikut makan malam dengan beberapa laki-laki. Situasi berubah saat Shandi masuk ke hot tub dalam keadaan sangat mabuk hingga ingatannya menjadi samar. Ia menyadari seorang laki-laki berada di atasnya, namun tidak ada yang menghentikan situasi itu.

Kontestan Dipaksa Operasi Gigi Permanen



Di situasi lain, dua peserta musim keenam, yaitu Joanie Sprague dan Danielle Evans, dikirim ke dokter gigi sebagai bagian dari makeover. Mereka harus menjalani tindakan yang bersifat permanen. Joanie menjalani operasi besar, seperti pencabutan dan pengikisan gigi. Sementara Danielle awalnya menolak menutup celah giginya, namun akhirnya setuju setelah mendapat tekanan besar dari Tyra Banks. Mereka mengaku tidak diberi kesempatan berkonsultasi dengan keluarga sebelum mengambil keputusan.

Diduga Pandang Bulu Terhadap Etnis



Dalam dokumenter Reality Check: Inside America’s Next Top Model, Tyra Banks dan Ken Mok mengungkap adanya tantangan saat ingin menghadirkan peserta dari latar belakang etnis yang beragam. Bahkan, upaya itu mendapat penolakan dari jajaran eksekutif jaringan, termasuk mantan Presiden Viacom, Les Moonves. Ia dikabarkan menolak kandidat yang datang dari wilayah Amerika Latin, meskipun telah lolos tahap akhir seleksi. Perbedaan pandangan tersebut memicu perdebatan antara tim kreatif dan pihak eksekutif. Namun pada akhirnya, keputusan tetap berada di pihak jaringan televisi.

Pengungkapan Orientasi Seksual



Miss J. Alexander dan Jay Manuel menceritakan bahwa mereka menerima reaksi negatif dari sebagian penonton karena tampil terbuka sebagai laki-laki gay di televisi nasional pada awal 2000-an. Saat itu, representasi LGBTQ+ di layar kaca masih terbatas sehingga memicu kritik dari sebagian audiens. Sementara itu, mantan kontestan Ebony Haith menyebutkan bahwa orientasi seksualnya pernah diumumkan dalam acara tanpa persetujuannya. Hal inilah yang membuat ia merasa privasinya dilanggar.

Sesi Pemotretan ANTM yang Kontroversial



Terakhir, dokumenter tersebut menyoroti sejumlah sesi pemotretan di America’s Next Top Model yang menuai kecaman. Mulai dari konsep korban kekerasan hingga pemotretan yang disebut menukar etnisitas dengan riasan serta wig. Beberapa peserta kulit putih bahkan dirias menjadi blackface atau brownface, praktik yang kini dianggap rasis dan ofensif. Namun, dalam dokumenter itu, Tyra Banks dan tim produksi tidak menyampaikan permintaan maaf atas konsep tersebut. Sementara itu, produser Ken Mok mengakui ada beberapa sesi pemotretan yang mengglorifikasi kekerasan dan ia menyesalinya.

Wahyudi -

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?