Ringkasan Kecelakaan Kereta Api dan Truk Kontainer di Stasiun Poris
Pada Jumat (20/2/2026) pukul 06.05 WIB, KA Bandara Soekarno-Hatta milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami kecelakaan menabrak truk kontainer di perlintasan Stasiun Poris, Kota Tangerang. Peristiwa ini terjadi setelah badan kontainer tersangkut di rel saat sirene sudah berbunyi, namun palang pintu belum tertutup sempurna. Akibatnya, kereta menghantam dan menyeret kontainer sejauh sekitar 100 meter.
Proses evakuasi rangkaian Commuter Line Basoetta No.806A dan perbaikan rel serta listrik aliran atas memakan waktu sekitar 11 jam dengan melibatkan lebih dari 100 petugas. Selama proses ini, arus lalu lintas di sekitar perlintasan mengalami kemacetan parah. Pengendara dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot dan sebaliknya tidak bisa melintas, begitu juga dengan warga yang ingin melewati area tersebut. Garis larangan melintas berwarna kuning dan hitam sempat dipasang di kedua sisi perlintasan.
Proses Evakuasi Berlangsung Selama 11 Jam
PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya berhasil merampungkan proses evakuasi dan perbaikan rel perlintasan di Stasiun Poris usai insiden KA Bandara Soekarno-Hatta menabrak kontainer pembawa sekoci. Rangkaian Commuter Line Basoetta No.806A yang tertemper berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian sekira pukul 15.00 WIB. Hingga yang terakhir adalah perbaikan tiang dan kabel listrik aliran atas (LAA) yang mengalami kerusakan akibat truk berukuran besar juga telah tertangani oleh petugas hingga sore ini.
Mulai pukul 16.25 WIB, perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tangerang-Duri dan sebaliknya telah dapat melintas di kedua jalur. Diketahui, kecelakaan KA Bandara menabrak truk kontainer sekira pukul 06.05 WIB. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, pihaknya mengerahkan lebih dari 100 petugas ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) melakukan perbaikan secara langsung.
“Proses evakuasi kereta Commuter Line Basoetta dan prasarana yang terkendala imbas kejadian temperan di PJL 21 Stasiun Poris akhirnya telah selesai dilaksanakan sepenuhnya,” ujar Karina dikutip dari WartaKota, Jumat (20/2/2026). Setelah itu dilanjutkan proses perbaikan terhadap jalur rel kereta yang mengalami kerusakan dengan mengerahkan beton berukuran besar ke Terminal Poris, Kota Tangerang, Banten.
Akibat kecelakaan tersebut sebanyak 33 perjalanan Commuter Line Bandara Soetta dan 16 perjalanan Commuter Line Tangerang dibatalkan, serta 18 perjalanan Commuter Line Tangerang dilakukan rekayasa pola operasi hanya sampai Stasiun Rawa Buaya dan kembali ke Stasiun Duri. Kemudian layanan Commuter Line Basoetta dihentikan sementara selama proses evakuasi dan proses penanganan perbaikan prasarana sampai aman dioperasikan.
“KAI Commuter memastikan seluruh tiket Commuter Line Basoetta yang telah dipesan pengguna untuk jadwal perjalanan yang terdampak akan dikembalikan secara penuh 100 persen,” terangnya. “Proses refund dapat dilakukan langsung di loket stasiun Commuter Line Basoetta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya. KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas kendala operasional ini dan terus mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas.
Awal Kecelakaan: Ban Truk Tersangkut
Polisi menyebut kecelakaan bermula saat badan truk kontainer tersangkut di rel ketika sirene peringatan sudah berbunyi, sementara palang pintu belum sepenuhnya tertutup. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan bahwa kepala truk sebenarnya sudah melewati rel, namun bagian badan kontainer tertinggal dan tersangkut. “Kepala kontainer sudah melintasi rel kereta, namun badan kontainer nyangkut di rel KRL,” ujar Jauhari dikutip dari Kompas.com, Jumat.
Menurut dia, saat kejadian sirene perlintasan sudah berbunyi. Namun, palang pintu disebut belum sepenuhnya tertutup ketika truk melintas. Akibat posisi kendaraan yang melintang, palang pintu tidak dapat menutup sempurna. Dalam hitungan detik, rangkaian kereta melaju dan menghantam bagian samping kontainer.
Kronologi Kecelakaan
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan, kecelakaan berawal ketika KA Bandara Soetta datang dari arah Stasiun Manggarai menuju Stasiun Batuceper pukul 06.05 WIB. Saat itu terdapat satu unit kontainer datang dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot hendak melintas, akan tetapi badan mobil truk berukuran besar itu masih di atas rel sehingga tidak sempat melaju. “Hingga akhirnya badan kontainer tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter dari pintu perlintasan,” kata dia.
Lebih lanjut kontainer pengangkut sekoci berwarna orange itu menerobos palang pintu perlintasan kereta Stasiun Poris meskipun telah ada peringatan dari pos jaga di perlintasan. Akan tetapi bunyi sirene yang menggaung kencang tidak diindahkan supir pembawa kontainer sehingga tabrakan tidak dapat dielakan. “Berdasarkan keterangan awal saat kereta api melintas itu bunyi sirene sudah dinyalakan oleh petugas namun palang pintunya belum bergerak menutup, entah apa yang dirasa supir ia tetap menjalankan kontainernya sehingga terjadi tabrakan,” ungkapnya.
Truk Bawa Sekoci
Kontainer pengangkut sekoci berwarna orange ringsek usai ditabrak Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta. Sekoci warna orange itu berukuran besar dan berbentuk lingkaran dengan tampilan piringan tipis di bagian tengahnya serta memiliki tali putih dilengkapi empat jendela berukuran persegi di sekelilingnya. Pada bagian samping sekoci itu terdapat tulisan Pertamina lengkap dengan logonya dan terdapat keterangan PHE ONWJ di bagian bawahnya.
PHE ONWJ merupakan singkatan dari Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java, anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi yang mengelola eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Laut Jawa. Satu unit eskavator berukuran besar terlihat mengangkut sekoci setinggi tiga meter itu dari tepi rel ke lahan kosong yang ada di tengah-tengah Jalan Raya Benteng Betawi. Kendati demikian belum diketahui hendak dibawa ke mana kontainer yang mengangkut sekoci tersebut.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan, kontainer itu berisi muatan semen dalam jumlah yang banyak. “Kontainernya itu ada semen seperti bahan untuk angkutan dan saat ini sedang dilakukan evakuasi dari perlintasan rel kereta api,” ujar Jauhari kepada awak media. Kontainer pengangkut sekoci berwarna orange itu menerobos palang pintu perlintasan kereta Stasiun Poris meskipun telah ada peringatan dari pos jaga di perlintasan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."










