Rating Pemain Persebaya Surabaya Usai Kekalahan dari Persijap Jepara! Nilai Ernando Ari dan Leo Lelis Menurun

Kekalahan Persebaya Surabaya dari Persijap Jepara Memicu Sorotan pada Performa Pemain

Kekalahan Persebaya Surabaya dari Persijap Jepara dalam laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 di Jepara menjadi perhatian utama publik Bonek. Skor akhir 3-1 membuat Green Force pulang tanpa poin, meskipun sempat menjaga asa hingga menit akhir pertandingan.

Laga yang Berjalan Ketat dan Penuh Tensi

Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal. Di babak kedua, Persijap langsung mengancam gawang Ernando Ari melalui tendangan keras Borja Herrera. Meski bola melebar, situasi ini menunjukkan bahwa lini belakang Persebaya tidak stabil.

Pada menit ke-52, wasit sempat menunjuk titik putih setelah sundulan Gustavo Fernandes dianggap mengenai tangan Diogo Brito. Namun, setelah melalui tinjauan VAR, keputusan dianulir, sehingga Persebaya gagal mendapatkan peluang penalti.

Persebaya terus berupaya membongkar pertahanan lawan, tetapi serangan-serangan yang dibangun belum mampu menciptakan peluang nyata. Petaka datang pada menit ke-71 saat Alexis Nahuel Gómez lolos dari penjagaan lini belakang dan mencetak gol kedua untuk Persijap.

Penurunan Performa di Akhir Pertandingan

Di tengah tekanan, Green Force sempat memperkecil ketertinggalan pada menit 90+4 lewat gol Bruno Moreira dari titik putih. Namun, harapan itu pupus di menit 90+11 saat Iker Guarrotxena mencetak gol ketiga Persijap, memastikan kemenangan tuan rumah.

Kekalahan ini memicu sorotan pada performa para pemain Persebaya. Beberapa pemain mendapat nilai rendah, sementara beberapa lainnya tampil cukup stabil.

Evaluasi Performa Pemain

Ernando Ari menjadi salah satu yang terburuk dengan nilai 5,8. Ia gagal mengantisipasi sepakan di tiang dekat dan kurang sigap dalam situasi krusial.

Jefferson Silva mencatat nilai 6,6. Meski melakukan salah umpan di awal babak kedua, performanya naik turun namun masih cukup disiplin dalam duel.

Leo Lelis juga mendapat nilai 6,3. Penampilannya dianggap kurang solid dalam mengawal pergerakan lawan, terutama pada momen gol Alexis Nahuel Gómez.

Sebaliknya, Gustavo Fernandes tampil stabil dengan nilai 7,4. Bek ini aktif membantu serangan dan sempat mendapat peluang emas meski penyelesaiannya belum maksimal.

Arief Catur Pamungkas meraih nilai 6,7 dengan kontribusi yang relatif konsisten. Ia bekerja keras di sisi lapangan, meski belum mampu memberikan dampak signifikan dalam situasi akhir.

Milos Raickovic dan Toni Firmansyah mencatat nilai 6,9 dan 6,7 masing-masing. Keduanya tampil tenang dan rapi dalam kerja kolektif.

Bintang Lapangan dan Kontribusi Lainnya

Bruno Moreira menjadi bintang lapangan dengan nilai tertinggi 8,9. Selain mencetak gol penalti, ia aktif membuka ruang dan menjadi motor serangan yang paling hidup sepanjang laga.

Francisco Rivera menyusul dengan nilai 8,0 setelah tampil kreatif di lini tengah. Sementara Gali Freitas mengantongi nilai 6,9 dan berperan dalam terciptanya penalti di menit akhir.

Alfan Suaib yang tampil sebagai starter mencatat nilai 7,7 sebelum digantikan. Ia menunjukkan determinasi tinggi, meski belum mampu mengubah arah pertandingan secara signifikan.

Dari bangku cadangan, Koko Ari mendapat nilai 6,4 dan tampil cukup disiplin. Riyan Ardiansyah menyumbang energi baru dengan nilai 7,4, sedangkan Rachmat Irianto harus puas dengan nilai 5,6 usai kartu merah yang merugikan tim.

Pedro Matos mencatat nilai 7,1 setelah masuk sebagai tambahan tenaga di fase akhir. Dimas Wicaksono tidak mendapat penilaian karena waktu bermain terlalu sedikit.

Kesimpulan

Rating pemain Persebaya Surabaya usai kalah dari Persijap Jepara memperlihatkan kontras tajam di dalam tim. Saat Bruno Moreira bersinar, lini belakang justru goyah dan membuat perjuangan Green Force berakhir pahit di Jepara. Kekalahan ini menjadi tantangan besar bagi pelatih dan pemain untuk memperbaiki performa di pertandingan selanjutnya.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?