Berita Terpopuler di Kalimumba Timur: Kekerasan, Kecelakaan, dan Kebakaran
Beberapa peristiwa menarik yang terjadi di wilayah Kalimantan Timur menjadi sorotan dalam 24 jam terakhir. Berikut tiga berita paling populer yang mengundang perhatian masyarakat.
1. Bangunkan Sahur Berujung Kekerasan, Anak di Samarinda Luka Parah Diserang Balok Kayu
Peristiwa penganiayaan terhadap anak di bawah umur kembali membuat heboh warga Samarinda. Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Polresta Samarinda berhasil menangkap seorang pemuda berinisial SN (24) alias Aan atas dugaan penganiayaan terhadap korban yang sedang melakukan kegiatan positif membangunkan warga untuk sahur.
Korban mengalami luka serius di bagian wajah, termasuk patah gigi dan luka sobek di bibir. Pelaku diduga melancarkan aksi kekerasan saat korban bersama rekan-rekannya berada di Jalan Cendana, Gang 15, Kelurahan Teluk Lerong Ulu.
Menurut keterangan dari Kapolsek Sungai Kunjang AKP Ni Ning Tyas Widyas Mita, peristiwa terjadi pada Kamis dini hari, 19 Februari 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, pelaku muncul dari arah belakang dan langsung melayangkan pukulan menggunakan balok kayu ke arah mulut korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung kabur.
Akibat hantaman benda tumpul tersebut, korban menderita luka parah. Keluarga korban langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Sungai Kunjang. Dengan cepat, Unit Opsnal Polsek Sungai Kunjang melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku berkat keterangan saksi di lokasi kejadian.
Tersangka SNP alias Aan akhirnya ditangkap tanpa perlawanan di Jalan Meranti 2A, Kecamatan Sungai Kunjang. Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengantongi alat bukti berupa keterangan saksi serta hasil Visum Et Repertum korban.
Atas perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan dan dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 80 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 466 Ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru).
2. Viral Rekaman CCTV, Kakek di Sengkotek Samarinda Dilindas Berkali-kali dan Penabrak Kabur
Sebuah rekaman CCTV viral di media sosial menunjukkan insiden tragis yang menimpa seorang kakek di Sengkotek Samarinda. Pada Sabtu (21/02/2026), seorang pedagang ikan menabrak pria paruh baya berusia 71 tahun di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Dalam rekaman CCTV, korban menyebrang dengan menggunakan payung di bawah guyuran hujan yang cukup deras. Tiba-tiba, dua pedagang ikan melewati rekaman CCTV, satu dari mereka terlihat asik berbincang dan menabrak sang korban. Setelah menabrak, pedagang ikan tersebut hanya mengamankan dagangannya dan buru-buru meninggalkan korban di tengah jalan raya.
Akibat ditinggalkan oleh pelaku, korban tak lama langsung ditabrak kembali oleh mobil pickup grandmax berwarna putih dengan terpal hijau menutupi bak belakang. Beberapa pengendara bermotor kembali menabrak korban yang sudah terkapar tidak berkutik. Setelah itu, tubuh korban dihantam kembali oleh mobil Agya berwarna merah. Akhirnya, tubuh korban dihantam oleh pengendara bermotor yang laju melewati nya.
Belum sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis, Kota Samarinda, korban dinyatakan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Warsito, pria paruh baya yang berumur 71 tahun tinggal di Kelurahan Sengkotek RT 04.
Ketua RT 04, Dwi Ayu mengungkapkan, kecelakaan ini terjadi saat hujan deras mengguyur. Kata dia, korban bergeletak di jalan raya hampir 10 menit. Ia mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh pedagang ikan, bukannya bertanggung jawab justru membiarkan korban tergeletak di tengah jalan. Saat ini Pihak Kepolisian sedang melakukan identifikasi lebih lanjut.
3. Kebakaran di Jalan Wijaya Kusuma Samarinda Berasal dari Dapur, 23 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Musibah kebakaran kembali melanda Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Jalan Wijaya Kusuma 10, RT 08, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (20/2/2026) malam hingga Sabtu dini hari.
Api mulai berkobar sekira pukul 23.20 Wita. Berdasarkan pantauan di lokasi, api dengan cepat merambat dari bagian dalam hingga meludeskan atap bangunan. Dua saksi mata, Arya dan Ryan, menuturkan bahwa mereka pertama kali melihat asap putih tipis keluar dari plafon rumah tetangganya saat sedang memarkirkan mobil di pinggir jalan.
Komandan Posko 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda, Tri Indarto, menjelaskan bahwa laporan pertama kali masuk melalui Call Center pada pukul 23.20 Wita. Meski petugas bergerak cepat, proses pemadaman di lapangan menemui sejumlah tantangan.
Kendala utama adalah akses jalan yang cukup sempit menuju titik api. Selain itu, sumber air yang sangat minim di lokasi menjadi tantangan terberat bagi tim. Api diduga kuat berasal dari area dapur salah satu rumah warga. Laporan yang diterima menyebutkan bahwa api muncul dari bagian dapur atau ruang masak. Namun, untuk penyebab pastinya, diserahkan kepada pihak berwajib untuk menyelidiki.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, puluhan petugas Disdamkarmat yang mengerahkan 2 posko dan 5 armada, dibantu relawan pemadam kebakaran se-Kota Samarinda, akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah. Akibat kejadian ini, dua bangunan yang terdiri dari tiga pintu hangus terbakar. Sebanyak 5 Kartu Keluarga (KK) dengan total 23 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.










