Penyanyi Piche Kota Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan
Petrus Yohanes Debrito Armando Djaga Kota, atau yang lebih dikenal sebagai Piche Kota (23), penyanyi jebolan Indonesian Idol 2025, kini resmi menyandang status tersangka. Ia terjerat dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap AC (16), seorang siswi SMA di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah pihak kepolisian mendalami laporan terkait insiden yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di salah satu kamar hotel di Atambua pada 11 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WITA. Dari hasil penyelidikan awal, dugaan tindak asusila itu berlangsung saat korban berada dalam kondisi tidak sadar sepenuhnya. Hal ini kemudian memicu laporan resmi dari keluarga korban ke Polres Belu dua hari setelah kejadian, tepatnya pada 13 Januari 2026.
Dalam proses hukum yang berjalan, laporan pihak keluarga ternyata tidak hanya tertuju pada Piche Kota. Terdapat dua nama pemuda lain, yakni Rival dan Roy Mali, yang juga dilaporkan atas dugaan keterlibatan dalam kasus yang sama. Saat ini, kepolisian masih terus mendalami peran masing-masing pihak yang dilaporkan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan mereka dalam insiden di hotel tersebut.
Kapolres Belu, I Gede Eka Putra Astawa, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan melalui mekanisme gelar perkara pada 19 Februari 2026. “Kita tetapkan tiga orang ini sebagai tersangka melalui gelar perkara penetapan tersangka yang dilaksanakan pada 19 Februari 2026 kemarin, di Polres Belu,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, penetapan status tersangka telah memenuhi unsur tindak pidana berdasarkan minimal dua alat bukti yang sah. Penyidik mengantongi dokumen hasil visum korban, barang bukti dari lokasi kejadian, bukti elektronik, serta keterangan saksi dan saksi ahli. Proses penanganan perkara ini juga mendapat asistensi dari Polda NTT guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku, mengingat korban masih di bawah umur.
Karier Awal dan Perjalanan Piche Kota
Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota atau yang dikenal sebagai Piche Kota (lahir 4 Februari 2002) merupakan penyanyi berkebangsaan Indonesia yang namanya mulai dikenal luas lewat ajang Indonesian Idol musim ketiga belas pada 2025 yang tayang di RCTI. Dalam kompetisi tersebut, Piche berhasil menembus posisi enam besar. Ia dikenal memiliki warna suara khas serta penampilan energik di atas panggung, membuatnya mudah dikenali dan menarik perhatian penonton.
Piche lahir di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 4 Februari 2002. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara, dengan tiga kakak perempuan. Ayahnya, Antonius Chen Jaga Kota, diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu. Sementara ibunya bernama Elfrida Martha Mauluan.
Sejak kecil, Piche telah menunjukkan minat pada dunia tarik suara dan aktif mengikuti berbagai kegiatan seni di lingkungan sekitarnya. Sebelum tampil di panggung nasional, Piche telah lebih dulu membangun karier sebagai penyanyi kafe di Atambua dan sekitarnya. Ia juga aktif mengikuti berbagai lomba menyanyi tingkat lokal guna mengasah kemampuan vokalnya.
Kesempatan besar datang ketika ia mengikuti audisi Indonesian Idol di Kupang. Dalam babak audisi, ia membawakan lagu “Superman” milik Ronan Keating dan berhasil meraih Golden Ticket. Perjalanan menuju audisi tidak mudah. Ia harus menempuh perjalanan darat dari Atambua ke Kupang bersama teman-temannya. Awalnya, Piche sempat tidak tertarik mengikuti ajang tersebut, namun dorongan dari rekan-rekannya membuatnya akhirnya mencoba peruntungan.
Perjalanan di Indonesian Idol 2025
Di babak Final Showcase, Piche membawakan lagu “Semata Karenamu” milik Mario G Klau dan berhasil mencuri perhatian juri serta penonton. Pada babak Top 15 Road to Spektakuler Show, ia menyanyikan “Menghitung Hari 2” dari Anda Perdana yang mendapat respons positif, termasuk dari juri seperti Bunga Citra Lestari.
Piche terus melaju hingga babak Spektakuler Show 9 (Top 6). Dalam babak tersebut, ia berduet dengan Vanessa Zee membawakan lagu legendaris “Kisah Kasih di Sekolah” karya Obbie Messakh. Meski penampilan duet tersebut mendapat banyak pujian, perolehan voting tidak cukup untuk membawanya ke babak selanjutnya. Ia pun harus terhenti di posisi enam besar.
Pada 2025, Piche merilis singel “Pada Satu Cinta” bersama Yovie Widianto serta singel “Bahagia Lagi” yang sempat masuk tangga lagu nasional. Selain Indonesian Idol, ia juga tampil sebagai bintang tamu di berbagai program televisi. Kini, karier yang baru dirintis tersebut terancam runtuh akibat proses hukum yang tengah berjalan.










