Sosok Remaja yang Hilang di Kawah Ijen Akhirnya Ditemukan Selamat
Seorang remaja yang hilang selama beberapa hari akhirnya ditemukan dalam kondisi masih hidup setelah menghabiskan waktu lebih dari 14 jam di alam terbuka. Muhammad Dzikri Maulana (16), warga Desa Tamansari Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah dilaporkan hilang saat mendaki di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.
Proses Pencarian yang Menegangkan
Video momen menegangkan saat proses pencarian Dzikri beredar luas di media sosial. Saat ditemukan, kondisi Dzikri sangat memprihatinkan, namun nyawanya masih tertolong. Salah satu permintaan pertama yang disampaikan Dzikri kepada tim SAR adalah meminta air.
Tim SAR gabungan segera bergegas memberikan air kepada Dzikri dengan melewati rimbunnya tumbuhan pakis gunung. Beberapa ranting yang kuat harus dipotong agar keberadaan Dzikri bisa dijangkau. Setelah berhasil dijangkau, tim SAR mengungkapkan kelegaan mereka dan segera memberikan pertolongan pertama berupa air dan buah untuk membantunya pulih.
Dzikri kemudian dievakuasi turun ke Paltuding dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kondisi dan Lokasi Penemuan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa Dzikri ditemukan dalam keadaan lemas di area tebing dengan radial 6,7° dan jarak sekitar 890 meter dari LKP (lokasi kejadian perkara). Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian ini.
Operasi pencarian dibagi menjadi dua kelompok penyisiran. SRU 1 melakukan penyisiran dari Pos Paltuding menuju puncak sejauh 3,6 kilometer dengan metode Explore SAR (ESAR) tipe 1. Sementara SRU 2 melakukan pencarian di sekitar LKP menggunakan pola ESAR tipe 2 open grid dengan luas area satu kilometer persegi. Upaya pencarian juga dimaksimalkan dengan dukungan drone thermal dan peralatan jungle rescue.
“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas dedikasi dan kerja sama yang solid dalam operasi kemanusiaan ini,” ujarnya.
Imbauan dari SAR
SAR mengimbau para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, tidak terpisah dari rombongan, serta memperhatikan kondisi cuaca saat melakukan pendakian. Kawah Ijen, yang dikenal dengan fenomena blue fire dan danau kawah belerang beracun di ketinggian 2.386 MDPL, memiliki lanskap yang berbahaya.
Meskipun banyak pengunjung yang berhasil menikmati wisata tanpa insiden, risiko-risiko tersebut lebih merupakan karakteristik alamiah dari gunung api aktif dan medan mendaki yang berat. Oleh karena itu, pengetahuan lokal, kehati-hatian, dan kepatuhan pada panduan keselamatan sangat penting saat berkunjung.
Sejarah Insiden di Kawah Ijen
Destinasi Kawah Ijen memang memiliki sejarah insiden kecelakaan, hilang, atau tersesat. Namun, penting ditekankan bahwa kejadian-kejadian tersebut relatif terukur dan terkait risiko alamiah area gunung api. Bukan karena lokasi tersebut “secara rutin memakan korban” setiap waktu.
Beberapa insiden tercatat termasuk wisatawan yang jatuh ke jurang dan meninggal dunia saat mengambil foto di tepi kawah pada April 2024. Pihak pengelola sempat menutup photo spot berbahaya dan menambah rambu peringatan bagi pengunjung. Ada juga contoh sebelumnya di mana pemandu wisata tewas setelah terjatuh saat terpancing kondisi berbahaya di area kawah pada 2019, serta laporan pendaki yang hilang sementara dan kemudian ditemukan selamat setelah terpisah dari rombongan — insiden yang menunjukkan risiko orientasi dan medan berat di jalur trekking.












