Naysila Mirdad Kembali Beraksi di Film Layar Lebar
Aktris ternama Naysila Mirdad kembali menunjukkan eksistensinya di industri film tanah air. Ia kini dipercaya untuk membintangi film layar lebar berjudul Kapal Terbang. Diangkat dari kisah nyata, film ini menceritakan insiden pembajakan pesawat pada era 1980-an. Naysila memerankan sosok Puspita, seorang pramugari yang terjebak dalam kejadian menegangkan tersebut.
Naysila mengaku sangat tergugah setiap kali membintangi film yang diangkat dari kisah nyata. “Aku senang sekali terlibat dalam film ini yang memang diangkat dari sebuah kisah nyata. Tim membuat dari cerita hingga propertinya se-real mungkin,” ujarnya saat berbicara di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Wanita yang akrab disapa Nay ini tak menampik bahwa jarang sekali ia mendapatkan proyek film yang ceritanya diangkat dari kisah nyata. “Peran pramugari juga jarang banget dan belum pernah malah dapat peran seperti ini. Makanya aku antusias banget,” tambahnya.
Putri dari Jamal Mirdad dan Lydia Kandao ini harus menjadi pramugari dengan latar cerita tahun 1981. Untuk memperkuat penampilannya, ia melakukan riset mendalam agar perannya bisa meyakinkan. Penampilan Puspita diakui Nay tidak seperti pramugari zaman sekarang. Ia sering beradu akting dengan Pamela Sidarta dan Assila yang sama-sama jadi pramugari.
“Demi jadi pramugari era 1980-an aku harus rela buat potong rambut, yang jelas tidak sepanjang ini. Karena memang looknya berbeda sekali dari film-film aku sebelumnya,” jelasnya. “Panjang atau pendeknya rambut aku tuh mengikuti kebutuhan dari gambar dan cerita, makanya aku banyak diskusi sama sutradara,” tambahnya.
Di sisi lain, karena tragedi Woyla terjadi sebelum ia lahir, adik Nana Mirdad ini juga mencari banyak referensi, termasuk berdiskusi dengan kedua orang tuanya.
Pesan Moral yang Menyentuh
Naysila Mirdad berharap film Kapal Terbang bisa memberikan hiburan bagi penonton jika sudah tayang di bioskop nantinya. “Ya mudah-mudahan selama proses syuting masih berjalan semuanya lancar dan begitu tayang kita dapat respon yang positif. Banyak pesan moral yang bagus mau disampaikan, kalian harus nonton,” ujarnya.
Sementara itu, sutradara film Kapal Terbang, Ozan Ruz merasa bahwa film yang mengangkat cerita nyata tragedi Woyla harus diangkat dan dikenalkan ke generasi muda agar lebih melek tentang sejarah kelam yang pernah terjadi di dunia penerbangan tanah air.
Meski begitu, Ozan Ruz tak terlalu menonjolkan soal konflik dalam tragedi itu, namun mengemasnya dengan mengangkat rasa kemanusiaan dalam ceritanya. “Film Kapal Terbang mengajak kita melihat bahwa dalam situasi paling gelap sekalipun, yang dipertaruhkan sebenarnya adalah nilai hidup manusia,” kata Ozan Ruz.
“Ketika rasa kemanusiaan hilang, ketika seseorang merasa benar hingga mengabaikan hidup orang lain, di situlah tragedi terjadi,” tambahnya. Ozan menjelaskan bahwa film ini berbicara tentang manusia yang terluka, manusia yang tersesat oleh pikirannya sendiri, dan bagaimana seharusnya kita belajar berdamai dengan diri kita sendiri sebelum kebencian mengambil alih.
“Karena pada akhirnya, yang ingin kami sampaikan sederhana, tidak ada ideologi, tidak ada keyakinan, yang lebih besar daripada kemanusiaan,” ungkapnya.
Tantangan Produksi Film
Salah satu tantangan terbesar memproduksi film ini adalah menghadirkan kembali suasana tahun 1980-an secara meyakinkan. Ozan harus membangun elemen set periode dengan sangat detail mulai dari ruang kabin pesawat, atmosfer bandara, hingga menyatukan set yang dibangun secara artifisial dengan set nyata, agar semuanya terasa realistis dan hidup di layar.
“Saya berharap penonton tidak hanya melihat sebuah peristiwa, tetapi juga merasakan kembali bahwa menjaga kemanusiaan adalah hal yang paling penting dalam hidup kita,” ucap Ozan Ruz.
Film Kapal Terbang dibintangi oleh sederet aktor terbaik Indonesia, diantaranya Oka Antara, Naysila Mirdad, Jeremy Thomas, Teuku Rifnu Wikana, dan masih banyak lagi.












