Andalkan Produk EPA! Persebaya Surabaya Didesak Bonek Tingkatkan Kedalaman Skuad untuk Juara

Persebaya Surabaya dan Tantangan Kedalaman Skuad di Super League 2025/2026

Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan setelah gagal memperoleh poin penuh saat menjamu Persib Bandung. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada Senin (2/3/2026) berakhir dengan skor 2-2, meski sebelumnya Green Force sempat unggul lebih dulu. Hasil imbang ini tidak hanya menimbulkan penyesalan di lapangan, tetapi juga memicu diskusi panjang di kalangan suporter.

Bonek, melalui fanbase @onlinepersebaya, mengingatkan manajemen agar tidak mengabaikan kedalaman skuad jika ingin benar-benar bersaing dalam perburuan gelar. Pesan mereka menyentil komposisi tim yang musim ini banyak mengandalkan pemain muda dari Elite Pro Academy.

“Kedalaman Pemain: Pemuda EPA Menghadapi Barisan Diaspora,” tulis @onlinepersebaya. Kalimat tersebut langsung menarik perhatian karena menyoroti ketergantungan klub terhadap pemain muda.

Pertandingan melawan Persib Bandung diharapkan menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen Persebaya Surabaya. Bonek menilai bahwa hasil imbang melawan tim sekelas Persib tidak boleh dianggap biasa. Meski tim telah menunjukkan kapasitas untuk bersaing di papan atas, kedalaman skuad dan kualitas di setiap lini tetap menjadi faktor penting.

Musim ini, Persebaya Surabaya memang memberi ruang lebih besar kepada pemain akademi. Langkah ini dinilai progresif dan sebagai investasi jangka panjang. Namun, regenerasi tidak bisa instan, apalagi dalam kompetisi panjang yang penuh tekanan.

Suporter juga menyoroti beban ekspektasi yang kadang terlalu berat bagi pemain muda. Tidak selalu adil jika talenta belia dituntut tampil matang dan stabil di setiap laga. “Tidak selalu adil jika kita menuntut pemain belia tampil matang dan stabil di setiap laga, karena perkembangan adalah bagian dari perjalanan.” Pesan itu terasa sebagai bentuk dukungan sekaligus pengingat agar publik lebih bijak.

Meski begitu, Bonek tidak menutup fakta bahwa starting eleven Persebaya Surabaya musim ini cukup solid. Beberapa pemain asing juga memberi kontribusi signifikan dalam menjaga daya saing tim. Namun, kompetisi panjang menuntut lebih dari sekadar starting eleven. Rotasi dan pelapis sepadan menjadi hal penting.

Kompetisi sekelas Super League tidak hanya soal kualitas pemain inti. Cedera, akumulasi kartu, dan kelelahan akibat jadwal padat menuntut kedalaman tim yang merata. “Rotasi, konsistensi, dan kedalaman tim seringkali menjadi pembeda antara sekadar bersaing dan benar-benar menjadi juara.” Bagi Bonek, inilah pekerjaan rumah terbesar manajemen Persebaya Surabaya musim depan.

Di sisi lain, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tidak menampik kondisi skuadnya memang sedang tidak ideal. Badai cedera memaksa beberapa pemain tampil bukan di posisi aslinya saat menghadapi Persib Bandung. Tavares tetap mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit dan menyamakan skor.

“Kami sebenarnya ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain meski hasilnya seri,” kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan. Ucapan itu menegaskan sikap realistis pelatih asal Portugal tersebut.

Menurutnya, laga kontra Persib berjalan terbuka dan kedua tim sama-sama menciptakan peluang. Hasil imbang dinilai cukup merepresentasikan jalannya pertandingan yang intens sejak menit awal. Terkait pergantian pemain, Tavares mengungkap alasan menarik keluar Milos Raickovic di akhir babak pertama.

Pelanggaran berbahaya di dekat kotak penalti serta kondisi fisik yang menurun membuatnya harus mengambil keputusan cepat. Ia kemudian memasukkan Gustavo Fernandes dan mendorong Risto Mitrevski lebih ke depan. Langkah itu diambil sebagai antisipasi terhadap keunggulan postur pemain Persib dalam situasi bola mati.

“Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi masuknya pemain bertubuh tinggi dari Persib,” ucapnya. Keputusan tersebut didasarkan pada analisis pertandingan Persib sebelumnya yang kerap mencetak gol lewat umpan silang. Situasi itu makin menegaskan pentingnya kedalaman skuad bagi Persebaya Surabaya.

Hasil imbang melawan Persib seolah menjadi cermin bagi semua pihak. Persebaya Surabaya punya potensi, tetapi tanpa kedalaman tim yang memadai, ambisi juara bisa kembali menjadi wacana tahunan. Kini bola ada di tangan manajemen untuk menyusun strategi musim depan. Bonek sudah memberi sinyal, dan publik menunggu langkah konkret agar Persebaya Surabaya tak hanya jadi kuda hitam, melainkan penantang serius gelar juara.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?