Situasi Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan Akibat Konflik di Timur Tengah
Ribuan jemaah umrah asal Indonesia masih tertahan di Arab Saudi maupun negara lain akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Konflik ini dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu (28/2/2026). Hal ini menyebabkan gangguan dalam lalu lintas udara, sehingga banyak jemaah tidak bisa segera pulang ke Tanah Air.
Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Haji dan Umroh RI (Kemenhaj), untuk menangani situasi ini. AMPHURI juga akan melakukan pendataan terhadap pengusaha travel atau biro umrah yang jemaahnya masih tertahan di luar negeri.
Jumlah Jemaah yang Masih Tertahan di Arab Saudi
Juru bicara Kemenhaj RI Ichsan Marsha menjelaskan bahwa ada puluhan ribu jemaah asal Indonesia yang masih tertahan di Arab Saudi. Ia menyebutkan bahwa jumlah jemaah yang masih berada di tanah suci mencapai lebih dari 58 ribu orang. Sampai Minggu (3/1/2026), belum ada jemaah yang berhasil pulang ke Tanah Air.
“Sejauh ini, informasi terakhir menunjukkan bahwa jemaah kita masih berada di tanah suci di Arab Saudi,” ujar Ichsan. Menurutnya, penundaan penerbangan menjadi salah satu faktor utama yang menghambat kepulangan para jemaah.
Pendataan dan Solusi untuk Jemaah yang Tertahan
Ketua Bidang Umrah Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMPHURI Ahmad Barakwan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap pengusaha travel yang jemaahnya masih tertahan di luar negeri. “AMPHURI masih mendata dulu, kemarin juga sudah ada pendataan dari Kementerian Haji, jadi AMPHURI juga berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya.
Ahmad menjelaskan bahwa jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi cenderung lebih aman karena hanya perlu menunggu kepulangan. Namun, jika ada jemaah yang belum bisa pulang, risiko tersebut menjadi tanggung jawab pengusaha, tetapi solusi bisa dibicarakan antara jemaah dan penyelenggara.
“Kalau jamaah [tertahan] di Arab Saudi masih aman, mereka tinggal menunggu kepulangan, kalaupun masih ada yang belum bisa pulang, itu risiko pengusaha, tetapi masih bisa dibicarakan dengan para jamaah umroh, ini solusinya gimana,” jelas Ahmad.
Situasi Jemaah di Negara Lain
Namun, kondisi jemaah yang tertahan di negara selain Arab Saudi masih menjadi pertanyaan. Ahmad menyebutkan bahwa ada jemaah yang tertahan di bandara Dubai, Doha, dan Oman, yang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Jeddah atau Jakarta. “Kami nggak tahu sampai sekarang bagaimana,” tutur Ahmad.
Bagi jemaah yang tertahan, ada beberapa pilihan, seperti menginap sementara atau mencari penerbangan langsung ke Tanah Air. Ahmad menegaskan bahwa segala akomodasi di Saudi akibat pembatalan penerbangan bisa dibicarakan antara jemaah dan penyelenggara.
Update Terbaru: Lebih dari 6.000 Jemaah Sudah Kembali
Pemerintah terus berfokus pada keselamatan, keamanan, dan perlindungan bagi jemaah umrah. Juru Bicara Kemenhaj RI Ichsan Marsha menyampaikan bahwa proses kepulangan jemaah umrah terus dilakukan secara bertahap. Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jemaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman.
“Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jemaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jemaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” ujar Ichsan.
Persiapan Calon Jemaah Umrah
Adapun calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang yang berasal dari 439 PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah). Kemenhaj memastikan setiap PPIU menjalankan kewajibannya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah.
Pemerintah juga meminta agar komunikasi antara PPIU dan jemaah terus dijalin dengan baik. “Kami mengajak jemaah dan PPIU untuk saling memahami. Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian,” lanjutnya.
Imbauan untuk Menunda Keberangkatan
Untuk mengutamakan keselamatan dan pelindungan jemaah, Kemenhaj RI mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi di Timur Tengah kembali kondusif.












