Profil Pasutri yang Jadi Tersangka Pencurian Meski Jadi Korban: Gitaris dan Psikolog

Kasus Pencurian di Restoran Nabilah O’Brien Berubah Drastis

Kasus pencurian yang terjadi di restoran Bibi Kelinci milik selebgram Nabilah O’Brien kini berubah menjadi sorotan publik. Awalnya, kasus ini menunjukkan bahwa pasangan suami istri (pasutri) yang datang ke restoran tersebut diduga sebagai pelaku pencurian. Namun, situasi justru berbalik arah setelah Nabilah O’Brien sendiri ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa bermula saat pasutri tersebut mengunjungi restoran Nabilah dan memesan 14 pesanan. Setelah menunggu selama 30 menit, mereka tidak sabar dan langsung masuk ke dapur. Di sana, mereka memarahi kepala koki karena pesanan belum selesai. Kepala koki menjelaskan bahwa ada banyak pembeli yang membuat antrian lebih panjang dari yang diperkirakan. Namun, pasutri itu tetap memaki dan bahkan memukul kepala koki.

Setelah marah-marah, pasutri tersebut keluar dengan membawa kantong makanan yang berisi 14 pesanan. Sayangnya, mereka tidak membayar pesanan tersebut. Saat karyawan mencoba mengejar, pasutri itu menolak untuk membayar. Akibatnya, restoran Bibi Kelinci mengalami kerugian sebesar Rp530.150.

Tersangka Tidak Terduga

Nabilah O’Brien, sebagai pemilik restoran, tidak tinggal diam. Ia melaporkan kasus pencurian tersebut ke pihak berwajib. Selain itu, ia juga memviralkan sosok pasutri tersebut melalui media sosial, termasuk rekaman CCTV yang menunjukkan perbuatan mereka. Postingan Nabilah viral dan ramai dikomentari netizen.

Pasutri yang disebut-sebut sebagai pelaku pencurian adalah Zendhy Kusuma, seorang gitaris ternama, dan istrinya, Evi, yang disebut sebagai psikolog. Zendhy Kusuma telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Namun, kabar mengejutkan datang dari Nabilah O’Brien sendiri. Baru-baru ini, ia juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Nabilah mengaku bahwa dirinya adalah korban pencurian, bukan pelaku. Ia menyampaikan hal ini melalui unggahan di Instagram story-nya. “Saya korban pencurian, saya sudah melaporkan ke Polsek Mampang dan terduga pelaku juga sudah menjadi tersangka pencurian. Lantas saya tersangka atas apa?” tulis Nabilah.

Ia juga menyampaikan bahwa ia diam selama lima bulan karena takut untuk bersuara. Menanggapi hal ini, petinggi Polri, Kombes Pol Manang Soebeti, memberikan penjelasan singkat. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan Nabilah dan akan berusaha membantu koordinasi serta meluruskan fakta penyidikan.

Profil Zendhy Kusuma

Zendhy Kusuma, yang dikaitkan dengan kasus ini, masih diam. Dalam akun media sosialnya, ia tampak cuek dan hanya membagikan aktivitasnya bermain gitar. Sebagai seorang gitaris kenamaan, Zendhy memiliki karier yang cemerlang. Ia telah meraih prestasi hingga kancah internasional.

Selain sebagai gitaris, Zendhy juga dikenal sebagai musisi, komposer, dan guru musik. Ia lulusan Institut Kesenian Jakarta dan memiliki lisensi bergengsi seperti Licentiate of Rockschool Level (LRSL) London serta Fellowship of London College of Music (FLCM), University of West London.

Dalam perjalanan karier yang berlangsung belasan tahun, Zendhy telah merilis beberapa album populer. Salah satunya adalah Bloody Orange pada tahun 2014 dan Encore pada tahun 2017. Lagu Tears of The Smile miliknya pernah ditampilkan di Kyoto, Jepang.

Zendhy juga dikenal sebagai kolaborator yang sering bekerja sama dengan musisi dunia seperti Marco Sfogli, Ron “Bumblefoot” Thal, Jeroen Simmons (EPICA), Andra Ramadhan, dan Denny Chasmala dalam proyek The ZAD Project.

Profesi Sang Istri

Sementara Zendhy dikenal sebagai gitaris ternama, sang istri juga memiliki latar belakang yang menonjol. Istrinya disebut sebagai seorang psikolog. Meskipun informasi tentang profesi sang istri lebih sedikit dibanding suaminya, reputasinya sebagai ahli di bidangnya membuatnya menjadi sorotan dalam kasus ini.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?