Daerah  

Jutaan Pemudik Tiba di Sumbar Saat Lebaran 2026, Dishub Siapkan Pengaturan Lalu Lintas

Prediksi Pemprov Sumbar: 5,36 Juta Orang Akan Mudik ke Sumatera Barat Saat Lebaran 2026

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memprediksi bahwa sekitar 5,36 juta orang akan melakukan perjalanan mudik ke wilayah ini selama periode Lebaran 2026. Angka ini menempatkan Sumbar pada peringkat ke-10 sebagai provinsi tujuan mudik nasional. Kota-kota utama seperti Padang dan Bukittinggi menjadi destinasi utama bagi para pemudik.

Puncak kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi pada hari ke-1 hingga hari ke-3 setelah Lebaran. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya mobilitas masyarakat untuk kegiatan wisata dan silaturahmi. Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar mengungkapkan bahwa evaluasi lalu lintas tahun 2025 menunjukkan bahwa puncak volume kendaraan tidak hanya terjadi saat arus mudik, tetapi juga di masa pasca-Lebaran.

Jalur Utama yang Mengalami Kenaikan Volume Kendaraan

Beberapa koridor utama yang menjadi jalur lalu lintas tinggi selama masa mudik antara lain Riau–Sumatera Barat dan Jambi–Sumatera Barat. Selain itu, ruas Tol Padang–Sicincin juga mencatat peningkatan signifikan dalam volume kendaraan. Pada periode pasca-Lebaran, jumlah kendaraan meningkat hampir tiga kali lipat dari rata-rata 2.800–3.400 kendaraan per hari menjadi sekitar 9.600 kendaraan per hari.

Namun, beberapa jalur alternatif menghadapi tantangan infrastruktur. Salah satunya adalah jalur Sicincin–Malalak yang masih rusak dan belum dapat digunakan sebagai jalur alternatif. Selain itu, jalur Lembah Anai masih dalam tahap konstruksi sehingga kapasitas jalan belum optimal. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penyempitan lajur dan risiko kemacetan, terutama jika terjadi gangguan seperti kecelakaan atau cuaca buruk.

Rekayasa Lalu Lintas untuk Antisipasi Lonjakan

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Dishub Sumbar bersama dengan kepolisian telah menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas dengan skema time based one way atau sistem satu arah berbasis waktu. Skema ini melibatkan pembagian waktu perjalanan untuk mengatur arus kendaraan.

  • Pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, arah Padang–Bukittinggi
  • Pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, arah Bukittinggi–Padang

Rencana penerapan sistem ini dijadwalkan pada 19–20 Maret 2026 (H-2 hingga H-1) serta 22–24 Maret 2026 (H+1 hingga H+3). Selain itu, akan diterapkan waktu steril jalur selama 30 menit sebelum sistem satu arah diberlakukan untuk memastikan ruas jalan benar-benar kosong dari kendaraan yang berlawanan arah.

Langkah Strategis untuk Kelancaran Arus Mudik

Dishub Sumbar juga menyiapkan pos terpadu di sejumlah titik jalur one way seperti Padang Panjang, Padang Tarok, dan Lembah Anai. Langkah ini bertujuan untuk memantau dan mengatur lalu lintas secara lebih efektif.

Selain itu, dilakukan ramp check terhadap angkutan umum guna memastikan kelayakan teknis dan administratif kendaraan yang akan beroperasi selama masa mudik. Rapat pemantapan juga telah dilakukan bersama berbagai pihak seperti Ditlantas, Dishub kabupaten/kota, BPJN, BMKG, Jasa Raharja hingga Dinas Kesehatan.

Kapasitas Angkutan Umum Selama Masa Mudik

Dishub Sumbar mencatat sekitar 530 kendaraan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran. Kapasitas penumpang per hari mencapai sekitar 14.310 orang. Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?