Denada Akhirnya Bertemu Ressa, Siap Bawa Putranya ke Singapura Temui Aisha

Pertemuan yang Mengubah Hubungan Denada dan Ressa

Setelah beberapa bulan terakhir diwarnai ketegangan, penyanyi Denada akhirnya bertemu dengan putra sulungnya, Ressa Rizky Rossano. Momen ini menjadi titik balik bagi hubungan ibu dan anak yang sebelumnya memanas.

Kini, keduanya terlihat akur dan saling berkomunikasi dengan baik. Mereka juga telah menghabiskan waktu bersama dalam momen Ramadan dan Lebaran 2026. Hal ini menunjukkan bahwa suasana hati mereka mulai membaik.

Denada pun mengungkapkan rencana yang sudah disusun setelah situasi mencair. Ia berencana untuk mempertemukan Ressa dengan adiknya, Aisha, yang tinggal di Singapura. Aisha merupakan anak hasil dari pernikahan Denada dan Jerry Aurum.

Rencana ini diungkapkan oleh manajer Denada, Risna Ories. Menurutnya, Denada menyampaikan keinginannya kepada Ressa saat mereka bertemu. “Di pertemuan kedua, Dena kan minta, sambil meluk Ressa, ‘ayo dong Ressa kita ke Singapur ketemu sama Aisha. Nggak papa mau lebaran kedua, ketiga, keempat boleh, ayo’,” kata Risna, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (27/3/2026).

Selain itu, Denada juga telah meminta izin kepada sang bibi, yaitu Ratih Puspita Dewi, untuk mengajak Ressa ke Singapura. “Dena juga ngomong Mbak Ratih gitu, boleh nggak ini si Ressa saya bawa ke sana (Singapura), gitu,” jelas Risna.

Rencana yang Masih Tertunda

Meski rencana tersebut sudah disiapkan, pertemuan antara Ressa dan Aisha belum dapat terlaksana karena adanya agenda lain dari Ressa. “Ressa tentu sangat ingin. Karena Ressa kan ada agenda juga. Jadi ya mungkin nanti setelah agendanya dia selesai,” ucap Risna.

Denada sendiri disebut telah menyiapkan segala keperluan Ressa untuk pergi ke Singapura. “Pokoknya Dena nunggu Ressa, kapan Ressa bisa. Begitu Ressa bisa, udah disiapin sama Dena,” katanya.

Sebelumnya, konflik antara Denada dan Ressa berawal dari gugatan yang diajukan oleh Ressa. Sejak berusia kurang dari 10 hari, Ressa diasuh oleh bibi Denada di Banyuwangi, Jawa Timur. Merasa ditelantarkan, Ressa kemudian muncul ke hadapan publik setelah menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Jawa Timur.

Perdamaian yang Diucapkan Ronald Armada

Seiring konflik antara Denada dan Ressa mencair, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menyatakan siap mencabut gugatan. “Saya menyambut baik ya Pertemuan terjadi tanpa kuasa hukum, hanya prinsipal yang berperkara saja,” kata Ronald Armada dalam wawancara virtual, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (25/3/2026).

Ronald mengakui bahwa ia belum menerima penjelasan detail dari Ressa tentang isi pertemuan tersebut. “Tapi yang pasti pertemuan mereka terjadi karena adanya itikad baik. Pertemuan berlangsung tanpa membahas keinginan, jadi pure meluapkan rasa rindu saja,” ucapnya.

Ia juga menyatakan bahwa jika nantinya mendapatkan penjelasan dari Ressa, pihaknya akan mencabut gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi. “Kalau memang resmi sudah islah (berdamai), ada kesepakatan yang terjadi, pasti kok gugatan itu akan dicabut setelah ini. Karena kami menghormati kesepakatan yang terjadi,” jelasnya.

Panggilan dengan Sebutan Ibu

Salah satu hal yang menarik dari pertemuan ini adalah keputusan Ressa untuk memanggil Denada dengan sebutan Ibu. Sebelumnya, Ressa sering memanggil Denada dengan sebutan Mbak. Namun, setelah pertemuan tersebut, Ressa memutuskan untuk menggunakan sebutan Ibu.

Menurut Ressa, keinginan ini datang dari Denada sendiri. “Manggil Ibu sih sebelum ketemu ya. Sehari sebelum ketemu,” ungkapnya, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (26/3/2026).

“Karena di podcastnya Feni Rose itu Ibu mau dipanggil Ibu, bukan Mbak,” tambahnya. Ressa juga mengakui bahwa ia selalu ingin memanggil Denada dengan sebutan Ibu sejak dulu. “Dan saya sih mau manggil Ibu mulai dari dulu,” tukasnya.

Pria yang telah memiliki seorang putra ini mengaku bahagia memiliki dua ibu. “Punya dua, ada Mama, ada Ibu pastinya seneng banget. Apalagi aku ya. Pasti seneng banget,” tuturnya.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?