Alasan Suharlan Menyerahkan Diri Usai Bunuh Staf Bawaslu OKU Selatan

Penyebab Pembunuhan Pegawai Bawaslu OKU Selatan

Suharlan, seorang pria yang dikenal sebagai kekasih Maria Simaremare, akhirnya menyerahkan diri setelah membunuh sang kekasih. Peristiwa tragis ini terjadi di rumah kontrakannya di Jalan Pemkab Oku Selatan. Maria Simaremare, pegawai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) OKU Selatan, ditemukan tewas dengan luka parah di bagian leher.

Hubungan yang Berakhir Tragis

Maria dan Suharlan menjalin hubungan asmara selama dua tahun. Diketahui bahwa Suharlan sering menginap di rumah korban beberapa hari sebelum peristiwa terjadi. Namun, hubungan yang sebelumnya harmonis berubah menjadi krisis ketika Maria menyampaikan ucapan yang membuat Suharlan tersinggung. Dalam kondisi emosi yang tidak stabil, Suharlan melakukan aksi kekerasan terhadap Maria.

Pada saat itu, Suharlan mencekik leher Maria hingga korban tidak sadarkan diri. Setelah memastikan korban sudah tidak bernyawa, ia mencoba membersihkan darah yang menempel di tubuhnya. Ia juga membawa kabur beberapa barang milik Maria, termasuk laptop, ponsel, dompet berisi uang tunai Rp700.000, serta sepeda motor korban.

Penemuan Jenazah Korban

Kejadian pembunuhan ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang merasa curiga karena rumah Maria tertutup dan tidak ada respons saat dipanggil. Warga kemudian membuka jendela kamar dan menemukan Maria tergeletak dengan luka parah di bagian leher. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Polisi langsung bertindak cepat setelah menerima laporan warga. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan adanya luka serius di bagian leher korban. Jenazah Maria dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif dan rangkaian kejadian pembunuhan tersebut.

Penangkapan Pelaku

Setelah empat hari penyelidikan, polisi berhasil mempersempit opsi pelariannya. Karena keterbatasan kemampuan mengemudi, Suharlan tidak memiliki jalan untuk kabur. Akhirnya, ia menyerahkan diri ke Polsek Sukarami, Palembang, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Tim gabungan telah menjemput tersangka untuk dibawa kembali ke Muaradua guna menjalani proses hukum. Dalam pengembangan interogasi, Suharlan mengaku telah membuang dompet korban di sekitar area masjid Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Dompet tersebut telah ditemukan dan isinya masih lengkap, termasuk kartu identitas seperti KTP, SIM, dan kartu ATM.

Selain itu, tersangka juga mengakui menyembunyikan sepeda motor dan laptop milik korban di sebuah rumah kosong di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU. Tersangka akan segera dibawa ke Mapolres OKU Selatan untuk proses hukum lebih lanjut dan rekonstruksi kejadian di tempat kejadian perkara (TKP).

Motif Pembunuhan

Motif Suharlan tega menghabisi nyawa Maria adalah karena sakit hati dengan perkataan korban. Dalam cekcok mulut antara korban dan tersangka, Maria sempat mengucapkan kata-kata yang membuat Suharlan tersinggung. Dalam kondisi gelap mata, ia melakukan aksi kekerasan terhadap Maria hingga korban meninggal dunia.

Kapolres OKU Selatan, I Made Redi Hartana, didampingi Kasat Reskrim Aston L. Sinaga, mengungkapkan bahwa pelaku merasa harga dirinya diinjak-injak oleh perkataan korban. Hal ini menjadi pemicu aksi kekerasan yang dilakukan Suharlan.

Proses Hukum yang Sedang Berlangsung

Saat ini, Suharlan menjalani pemeriksaan intensif di Unit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk kemungkinan adanya unsur tindak pidana. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum ada hasil resmi dari penyelidikan.

Garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian, sementara petugas terus melakukan pengembangan guna mengungkap pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?