Wardatina Mawa Hargai Diri di Tengah Perceraian dengan Insanul: Tahu Kapan Harus Pergi

Kehidupan Pernikahan yang Berakhir

Wardatina Mawa, seorang konten kreator berusia 26 tahun, memutuskan untuk bercerai dari suaminya, Insanul Fahmi. Putusan ini diambil setelah mengetahui bahwa suaminya terlibat dalam perselingkuhan dengan selebgram Inara Rusli. Keputusan ini diumumkan melalui gugatan cerai yang diajukan ke Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan, pada Februari 2026.

Kini, Wardatina Mawa mengungkapkan perasaannya melalui akun Instagram pribadinya @wardatinamawa. Ia menyampaikan pesan tentang pentingnya harga diri seorang perempuan. Menurutnya, kecantikan tidak hanya dilihat dari penampilan luar, tetapi juga dari cara seseorang menjaga diri ketika menghadapi rasa sakit.

“Jadilah perempuan yang cantik bukan hanya dari luar, tapi dari cara dia menjaga dirinya. Yang tahu kapan harus bertahan, dan kapan harus pergi,” tulis Mawa.

Ia juga menekankan bahwa perempuan yang menghargai dirinya sendiri tidak akan bertahan dalam situasi yang menyakitinya. “Karena saat kamu sadar betapa berharganya dirimu, kamu tidak akan lagi memilih hal-hal yang menyakitimu.”

Mawa menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan cinta yang utuh, bukan hanya separuh-separuh. “Ingat ya, kamu bukan pilihan terakhir seseorang. Kamu adalah pilihan terbaik untuk dirimu sendiri.”

Perselingkuhan yang Mengubah Segalanya

Setelah kasus perselingkuhan terungkap, Insanul Fahmi dan Inara Rusli mengaku telah menikah siri pada Agustus 2025. Hal ini memperburuk situasi ketiga pihak. Mawa kemudian melaporkan Insanul dan Inara ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan. Laporan ini kini sudah naik ke tahap penyidikan.

Insanul Fahmi, yang awalnya menolak bercerai, akhirnya menerima keputusan Mawa. Kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, mengatakan bahwa Insanul mengikuti alur proses hukum dan perceraian dengan lapang dada. “Dia mengikuti alurnya, dalam proses hukum, dalam proses cerai,” ujar Tommy.

Menurut Tommy, apa yang dialami Insanul saat ini adalah bagian dari proses hidup. “Apapun yang dia hadapi sekarang ini adalah bagian dari proses hidup,” katanya. Ia berharap permasalahan ini memiliki makna tersendiri dalam hidup Insanul.

Tanggung Jawab Terhadap Anak

Selain menerima putusan perceraian, Insanul Fahmi juga siap memenuhi semua kebutuhan anaknya jika nanti resmi bercerai. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto. “Insan bilang dia mau sanggupi semua kebutuhan anaknya,” ungkap Tommy.

Soal nafkah mut’ah dan iddah, Insan sampai saat ini masih memikirkannya. Sebelumnya, Mawa meminta nafkah mut’ah dan nafkah iddah senilai Rp100 juta serta logam mulia 45 gram. Nafkah mut’ah adalah pemberian dari suami kepada istri yang diceraikan sebagai bentuk penghormatan atau kompensasi setelah perceraian. Sedangkan nafkah iddah adalah nafkah yang wajib diberikan suami kepada mantan istri selama masa tunggu (iddah) setelah perceraian.

Mawa juga menuntut nafkah untuk anak semata wayang mereka sebesar Rp39 juta per bulan. Menurut Tommy, mengenai nafkah mut’ah dan iddah nantinya akan dibahas lagi di persidangan. “Untuk mut’ah iddah nanti dilanjutkan di persidangan,” ujar Tommy.

Tommy memastikan bahwa pihaknya bakal terus mengikuti proses persidangan cerai sampai ada putusan dari pengadilan. “Ya itu biar tetap berjalan, mengikuti alurnya, terus nanti sampai pada titik putusan pengadilan seperti apa,” katanya.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?