Farij Tega Bunuh Yansyah di Depan Istri dan Anak Gegara Warisan Rp1 Miliar

Pelaku Pengeroyokan yang Masih Berkerabat dengan Korban Ditangkap

Beberapa hari lalu, terjadi peristiwa tragis di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan. Sugiansyah (36) alias Yansyah, warga Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, tewas ditusuk di Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, pada Jumat (10/4/2026). Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Salah satu pelaku yang berhasil ditangkap adalah Farij Pardian Mahardika atau Rarit. Ia diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polsek Lubuklinggau Utara, Sat Intelkam, dan Macan Linggau di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Lubuklinggau Utara, Iptu Sumardi Chandra, melalui Kanit Reskrim, Ipda Benny Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan, tim langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah mendapat laporan, Tim Macan, Sat Intelkam, dan Polsek Lubuklinggau Utara langsung melakukan penyelidikan,” ujar Benny kepada wartawan. Dengan informasi yang didapat, petugas langsung menuju lokasi tempat pelaku berada. Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke Polres Lubuklinggau untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat empat orang, yakni Ariansyah, Ranawati, Fedril, dan Farij, datang mengendarai mobil Honda Brio. Saat itu, Yansyah sedang melihat pembangunan rumahnya. Keempat orang ini diduga datang untuk menanyakan perihal uang warisan senilai Rp1 miliar yang diterima korban.

Diduga, keempat orang tersebut meminta pembagian uang warisan tersebut kepada korban. “Mereka berempat itu datang ke tempat kami (pembangunan rumah), kemudian suami saya dikeroyok,” kata Ria, istri korban, saat memberikan keterangan.

Yansyah ditusuk pelaku di hadapan anak dan istrinya. Ia tewas secara tragis dengan kondisi lima luka tusuk di bagian dada dan perut. Setelah kejadian tersebut, keempat pelaku langsung melarikan diri. Sementara itu, Ria dan para tukang yang menyaksikan kejadian berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk membawa korban ke Rumah Sakit Ar Bunda Lubuklinggau. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

Jenazah korban kemudian dibawa pihak keluarga ke Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Usai kejadian, petugas Inafis dan tim Macan Sat Reskrim Polres Lubuklinggau langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tangis Istri Korban

Ria tak kuasa menahan tangis dan berharap polisi dapat menangkap semua pelaku. Ia menyebut suaminya dikeroyok oleh para pelaku saat kejadian berlangsung. “Pelakunya itu empat orang. Saya minta semuanya ditangkap, jangan hanya satu orang,” tegas Ria.

Peristiwa ini dipicu saat keempat pelaku menemui Yansyah yang tengah meninjau pembangunan rumahnya. Keempat pelaku, yang masih berkerabat dengan Yansyah, bermaksud meminta pembagian uang warisan sebesar Rp1 miliar yang diterima Yansyah dari orang tuanya. Namun, permintaan tersebut diduga tidak dikabulkan oleh Yansyah sehingga memicu emosi pelaku. Tersangka Farij kemudian menusuk korban sebanyak lima kali hingga tersungkur.

“Ya, mereka berempat itu datang minta (warisan),” ungkap Ria. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun setibanya di sana, korban sudah tidak memberikan respons. Dokter UGD RS Ar Bunda menyatakan korban telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami lima luka tusuk benda tajam, dengan rincian dua tusukan di dada sebelah kanan, dua tusukan di perut sebelah kiri, dan satu tusukan di perut sebelah kanan.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?