Sopir Ancam Petugas SPBU Mamuju, Emosi Gara-Gara Barcode Pertalite Berbeda

Pengancaman di SPBU Belang-Belang Mamuju

Seorang sopir pickup berinisial IS (56) kini telah diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mamuju setelah mengancam petugas SPBU Belang-belang. Kejadian ini terjadi setelah pelaku kesal karena tidak dilayani saat ingin membeli BBM jenis Pertalite.

Latar Belakang Kejadian

Kejadian bermula ketika seorang perempuan berinisial M, yang bekerja sebagai operator nozel di SPBU Belang-Belang, menerima ancaman dari pelaku. Pelaku membawa senjata tajam jenis parang dan mengacungkannya ke arah korban saat sedang bertugas melayani pembelian bahan bakar.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (11/4/2026), Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Agustinus Pigay, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa benar telah terjadi aksi pengancaman oleh IS (56) terhadap korban dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Motif Pelaku

Motif pelaku diduga berasal dari emosi sesaat. IS merasa kesal karena penolakan yang diterimanya saat ingin membeli BBM jenis Pertalite. Penolakan itu dilakukan oleh operator SPBU karena barcode kendaraan yang dibawa pelaku tidak sesuai dengan nomor polisi mobilnya. Hal ini merupakan bagian dari prosedur penyaluran BBM subsidi yang harus dipatuhi.

Akibat penolakan tersebut, pelaku tersulut emosi hingga melakukan tindakan pengancaman dengan mengacungkan parang ke arah korban. Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban luka.

Penanganan dan Proses Hukum

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolresta Mamuju bersama barang bukti berupa satu bilah parang. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan atas tindakan yang telah dilakukan.

“Pelaku sudah diamankan dan saat ini proses hukum masih terus berjalan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah AKP Agustinus Pigay.

Polresta Mamuju juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta mengedepankan cara-cara bijak dalam menyelesaikan setiap persoalan, tanpa harus menggunakan kekerasan.

Rekaman CCTV Menunjukkan Aksi Pelaku

Dalam rekaman kamera pengawas SPBU, terduga pelaku mengacungkan parang panjang sambil mengeluarkan kata-kata ancaman kepada korban, Mutiara, karyawan SPBU. Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban menolak melayani pelaku karena barcode kendaraan tidak sesuai dengan plat mobil yang dikendarainya.

Mutiara melaporkan kejadian itu ke SPKT Polresta Mamuju. Terduga pelaku diketahui kerap berada di Pasar Tasiu untuk berdagang.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?