Bocah 6 Tahun yang Hobi Balap Motor dan Dukungan Lengkap dari Orang Tua
Muhammad Zanathan Zayn Bachri, seorang bocah berusia enam tahun asal Surabaya, memiliki hobi yang tidak biasa untuk usianya. Bukan hanya motor mainan seperti yang biasanya dimainkan anak-anak seusianya, Zayn justru lebih tertarik dengan motor balap Mini GP. Bahkan, ia sudah ikut serta dalam beberapa perlombaan di Kediri.
“Saya suka balapan karena kalau melihat pembalap dan motor balapnya itu keren. Saya suka, pembalapnya nampak gagah,” ujar Zayn, Kamis (9/4/2026).
Zayn tidak hanya sekadar menikmati balapan, tetapi juga rajin berlatih di Sirkuit Bung Tomo Surabaya. Meski usianya baru lima tahun, tekadnya untuk menjadi pembalap tidak main-main. Ia dilatih langsung oleh pembalap kenamaan Kota Surabaya, Tommy Salim. Kedua orang tuanya, Mochammad Syamsul Bachri dan Icha Rovelia Nurhasanah, mendukung penuh hobi anak semata wayangnya.
“Awalnya ya gimana ya. Dia itu anak satu-satunya. Tapi, kita sekarang mendukung penuh hobi anak. Meski begitu kita tetap mengawasi sekolahnya agar tidak tertinggal. Begitu juga ngajinya,” ujar Icha Rovelia.
Icha kemudian menceritakan awal mulanya. Saat Zayn berusia dua tahun, nangis kalau lari kemudian jatuh. Namun sewaktu naik motor kecil yang dimiliki, dia gak nangis, gak kapok dan malah merasa tertantang untuk menaikinya lagi.
“Dari situlah awalnya kami melihat ada potensi di anak saya. Makanya saat dia ulang tahun ke-2, diberi hadiah motor listrik. Dia tambah senang dan pingin terus menaikinya,” tambah Icha.
Melihat potensi ini, kedua orang tuanya mengarahkannya ke jalan yang tepat. Dicarikanlah pelatih untuk mendampingi Zayn, yaitu Tommy Salim. Sejak saat itulah, Zayn semakin akrab dengan motor balap.
Dukungan orang tua Zayn pun tak setengah-setengah. Sadar jika hobi anak satu-satunya ini penuh risiko, kedua orang tuanya rela merogoh kantong untuk membelikan wearpack lengkap, sepatu, helm dan sebagainya.
Selain perlengkapan balap yang harganya tak murah, ternyata Zayn juga punya tujuh koleksi motor balap di rumah. Bahkan, tahun ini disiapkan untuk ikut event perlombaan di Sirkuit Mandalika.
Setelah Zayn bergelut di dunia balap motor, kini kedua orang tuanya semakin mendukung demi masa depan anaknya.
“Sekarang sudah full dukungan kita, sudah tak ada lagi perasaan was-was. Apalagi pelatihnya seorang pembalap profesional,” pungkasnya.
Bakat Langka yang Mendapat Dukungan Penuh
Kepala Jenjang TK Ta’miriyah, Sri Kuswati, mengaku bangga dengan bakat yang dimiliki anak didiknya. Ia sangat mendukung setiap langkah positif anak-anak sekaligus mengapresiasi orang tua siswa yang telah mensupport potensi anaknya.
“Tentu saja sekolah sangat mendukung bakat anak-anak. Apalagi yang dimiliki Zayn ini kan bakat langka, tidak semua anak bisa dan punya kemampuan seperti Zayn,” pungkas Sri Kuswati.
Pengembangan Potensi Anak Sejak Dini
Zayn bukan hanya seorang bocah yang menyukai balap motor, tetapi juga memiliki semangat dan tekad yang kuat. Dengan dukungan penuh dari orang tua dan pelatih profesional, Zayn terus berkembang dalam bidang yang ia cintai. Hal ini membuktikan bahwa pengembangan potensi anak sejak dini dapat memberikan dampak positif bagi masa depan mereka.
Orang tua Zayn juga menunjukkan komitmen yang tinggi untuk memastikan bahwa Zayn tidak hanya mengejar hobi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pendidikan dan aktivitas olahraga. Dengan demikian, Zayn tidak hanya menjadi pembalap yang hebat, tetapi juga seorang pelajar yang baik.
Keberhasilan Awal dan Harapan Masa Depan
Sejauh ini, Zayn telah berhasil menunjukkan kemampuannya dalam berbagai perlombaan Mini GP. Dengan pengalaman yang semakin bertambah, harapan besar ditempatkan pada dirinya untuk tampil di Sirkuit Mandalika tahun ini. Ini menjadi langkah penting dalam karier balapnya.
Keberhasilan awal Zayn juga menjadi inspirasi bagi anak-anak lain yang memiliki minat serupa. Dengan dukungan yang tepat dan lingkungan yang mendukung, siapa pun bisa mengejar impian mereka, bahkan jika usianya masih muda.












