Penemuan Mahasiswa yang Diduga Bunuh Diri di Kost
Pemilik kost, Mesi menyebut bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) yang diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pintu kamar mandi kamarnya, sempat meninggalkan buku wasiat. Buku tersebut ditemukan oleh pihak kepolisian saat mengevakuasi korban dan mencari barang bukti yang ditinggalkan.
Mesi mengaku sempat melihat buku wasiat tersebut, akan tetapi ia tidak sempat membacanya. “Kalau wasiat ada, ada tulisan di buku, lumayan tebal bukunya, tapi tidak sempat membaca, hanya melihat. Kata polisi, kalau mau membaca, di Polsek Pauh saja,” kata Mesi memberikan kesaksian, Sabtu (11/4/2026).
Setelah mengetahui buku tersebut, Mesi mendatangi Polsek Pauh yang pindah sementara ke kantor Camat Pauh di Sungai Balang, Cupak Tangah, Kota Padang. Ia juga sudah mengkonfirmasi kepada Kapolsek Pauh, akan tetapi tidak diizinkan untuk mengambil gambar dan membacanya.
Namun, di kantor Polsek Pauh tersebut, terlihat barang bukti yang sudah diamankan pihak berwajib berupa handphone, buku isi 40 dengan sampul berwarna pink, KTP dan lain sebagainya. Terlihat juga, kepolisian sedang menyelidiki motif korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri tersebut.
Sementara, isi wasiat di buku tersebut sudah tersebar di media sosial. Dalam buku tersebut, korban menulis catatan berupa “Siapapun yang baca buku ini, tolong buka WA, karena ada pesan untuk keluarga, yang aku lakukan ini, dari baca pesan WA ku”.
Kondisi kamar mahasiswa PNP yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar kostnya, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh Kota Padang banyak lalat dan bau tercium menyengat. Diketahui mahasiswa PNP tersebut berinisial FDA (24) dengan jurusan Administrasi Niaga BP 23.
Pemilik bangunan, Mesi (25) menyebut bahwa saat dirinya membuka pintu kamar kost korban, kondisinya banyak lalat dan bau menyengat merebak di hidung. “Saat saya buka pintu, banyak lalat, masih lalat hitam biasa, lalu baunya menyengat,” katanya memberikan keterangan di lokasi kejadian, Sabtu (11/4/2026).
Bau menyengat ini kata Mesi, tercium seperti bau ikan asin. Bahkan di luar bangunan kost, bau tersebut masih pekat terasa. Sementara sebelumnya kata Mesi, korban tidak bisa dihubungi pihak keluarga dan ayahnya merasa khawatir.
Lantas, Mesi langsung melihat kondisi korban di kamar kostnya yang masih dalam kondisi terkunci tersebut. “Saya ada kunci cadangan, pas dibuka posisi korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung dengan tali tambang warna putih,” ucapnya.
Kronologi Kejadian
Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi kostnya, berawal dari ayah korban meminta pemilik bangunan mengecek kondisi anaknya. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pemilik kost, Mesi saat memberikan keterangan kepada di TKP penemuan, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (11/4/2026).
Diketahui korban berinisial FDA (24) mahasiswa PNP dengan jurusan Administrasi Niaga. Korban merupakan mahasiswa semester 6 di kampus tersebut. Mesi menceritakan kronologi kejadian bermula saat ayah korban menghubunginya untuk melihat kondisi sang anak. Sebab, sang anak tidak bisa dihubungi oleh keluarganya dalam beberapa hari terakhir dan merasa khawatir.
“Ayah korban ini menghubungi saya lewat telepon, meminta mengecek kondisi anaknya karena tidak bisa dihubungi sekira pukul 08:20 WIB pagi tadi,” ucapnya. Usai pihak keluarga mahasiswa tersebut meminta mengecek kondisi FDA, Mesi langsung bergegas ke kamar kost korban.
Saat itu ujar Mesi, kondisi pintu kamar kost dalam keadaan terkunci. Namun beruntung, ia masih memiliki kunci cadangan dan berhasil membukannya. Mesi lantas terkejut saat melihat korban dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi kostnya. “Saat dibuka, kondisinya sudah tergantung, sekujur badannya membesar dan menghitam,” ujarnya.
Kata dia, korban tergantung menggunakan tali tambang berwarna putih dan menggunakan baju berwarna hitam. Selain badannya membesar dan menghitam, Mesi juga melihat beberapa carian di lantai, persis di bawah kaki korban. “Ada juga cairan di lantai, tepat di kakinya, baunya menyengat, saya tidak tahu cairan apa,” pungkasnya.
Setelah itu, Mesi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tak berselang lama, pihak berwajib datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Saat itu masyarakay juga ramai di lokasi menyaksikan proses evakuasinya. Korban akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut. “Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 10:50 WIB tadi, orang tua korban juga dalam perjalanan ke sana,” pungkasnya.
Terakhir Terlihat Seminggu Lalu
Mahasiswa PNP ditemukan meninggal dunia usai diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kamar kostnya, terakhir terlihat sekitar seminggu lalu oleh masyarakat. Pernyataan ini disampaikan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Masyarakat, Rita Nengsih (47) mengatakan bahwa terakhir kali ia bertemu korban sekitar satu minggu yang lalu. Ketika itu kata Rita, korban berbelanja minuman di warung miliknya yang berada di samping kost korban. “Terakhir saya melihat dia seminggu lalu, ia membeli minuman di sini,” ucapnya saat memberikan keterangan kepada , Sabtu (11/4/2026).
Namun setelah pertemuan itu, Rita tak pernah lagi melihat keberadaan korban di sekitar kost maupun berbelanja di warungnya. Biasanya ujar Rita, hampir setiap hari korban selalu datang ke warungnya untuk berbelanja, mulai dari mie instan, minuman dan lain sebagainya. “Tidak pernah lagi terlihat, seminggu terakhir itulah ketika di kedai ini melihatnya,” tuturnya.
Senada, warga lainnya bernama Febi Febrianti menyebut bahwa korban memang jarang terlihat dalam waktu terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri. Ia juga mengaku terakhir kali melihat korban sekitar satu minggu lalu. Saat itu korban berbelanja gorengan di warung milik Rita. “Sekitar satu minggu lalu melihat korban, saat itu dia belanja gorengan. Setelahnya tak pernah melihat lagi, barulah tahu ternyata sudah meninggal dunia,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) diduga mengakhiri hidup di kamar kost, Limau Manis Jawa Gadut, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (11/4/2026) pagi. Pantauan di lapangan sekira pukul 11:03 WIB, terlihat di depan kamar kost korban sudah dipasangi police line.
Korban diketahui mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pintu wc kamar kostnya. Selain itu, pemilik kost dan beberapa masyarakat juga terlihat duduk di sana. Sementara, aroma ikan asin tercium pekat di sekitar lokasi yang tersisa usai jenazah dibawa ke RS Bhayangkara.
Kamar kost tersebut berada di depan Ampera Rafli di lokasi tersebut, dengan empat petak kamar. Pemilik Kost, Mesi (25) membenarkan terkait penemuan jenazah mahasiswa yang diduga gantung diri tersebut. “Benar, saya yang menemukan pertama kali sekira pukul 08:25 WIB,” ucapnya, Sabtu (11/4/2026).
Sebelumnya kata Mesi, ayah korban menghubunginya lewat pesan whatsapp untuk memantau korban di dalam kost. Oleh sebab itu, Mesi melakukan pengecekan ke dalam kamar kost korban. Saat hendak masuk, pintu kamar kost terkunci namun beruntung ada kunci cadangan. “Barulah saya melihat korban inisial F sudah menghitam dengan posisi tergantung pintu kamar mandi kostnya,” pungkasnya.












