Rektor Geri Gobang: Pendidikan sebagai Inspirasi, Wisudawan Harus Berani

Sambutan Rektor yang Menginspirasi dalam Acara Pelepasan Wisudawan

Dalam suasana yang hangat dan penuh makna, sambutan Rektor Universitas Nusa Nipa, Dr. Jonas K.G.D. Gobang atau lebih dikenal sebagai Rektor Geri Gobang, menjadi momen penting dalam acara pelepasan 49 calon wisudawan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial. Tema yang diusung dalam acara tersebut adalah “Lead The Change, Master The Future: Strengthening Life Skills for Career Success”.

Rektor Geri membuka sambutannya dengan apresiasi terhadap rangkaian acara yang dinilai sarat makna, termasuk penampilan monolog yang menggugah. Ia menyampaikan rasa hormat atas suasana malam ini yang dibuka dengan monolog inspiratif serta desain acara yang luar biasa.

“Saya sangat menghormati suasana malam ini. Dibuka dengan monolog yang inspiratif dan didukung dengan desain acara yang luar biasa dari awal hingga saat ini. Ini benar-benar mencerminkan semangat perubahan yang menginspirasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan fakultas, mulai dari dekan, wakil rektor, kaprodi, dosen, hingga panitia mahasiswa yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting dalam menciptakan acara yang bermakna.

Proses Akademik yang Masih Berlangsung

Dalam kesempatan itu, Rektor Geri menyinggung proses akademik yang masih harus diselesaikan sebelum pelaksanaan wisuda, khususnya bagi sejumlah mahasiswa yang masih dalam tahap administrasi.

“Kami sementara berproses untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami dapat mengumumkan jadwal resmi wisuda,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang inspirasi. Rektor Geri mengutip gagasan dari buku The Law of Attraction tentang kekuatan pikiran dan keberanian untuk melepaskan.

“Mencintai itu adalah berani melepaskan. Ketika kami mencintai kalian sebagai mahasiswa, maka kami juga harus siap melepaskan kalian untuk menempuh jalan masing-masing,” ungkapnya.

Peran Kampus dan Dosen dalam Membentuk Karakter

Menurutnya, peran kampus dan dosen adalah membimbing serta membuka cara berpikir mahasiswa, namun keberhasilan sejati ditentukan oleh usaha individu itu sendiri.

“Dosen hanya menunjukkan jalan. Kalianlah yang harus berjalan. Pendidikan adalah kesempatan untuk mendapatkan inspirasi dalam mengarahkan ‘kapal’ kehidupan kalian,” katanya.

Rektor juga menekankan pentingnya kebebasan berpikir sebagai kompetensi utama dalam menghadapi dunia kerja. Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah merupakan alat untuk membentuk pola pikir yang matang dan adaptif.

Potensi yang Harus Dikembangkan

Mengutip pemikiran Socrates, ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi yang perlu digali dan dikembangkan.

“Setiap orang memiliki kemampuan dalam dirinya. Tugas dosen adalah membantu melahirkan potensi tersebut. Karena itu, percayalah pada diri sendiri. Ketika kalian ‘dilempar’ ke dunia luar, kalian mampu mencapai tujuan dengan kemampuan yang kalian miliki,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Rektor mengajak para calon wisudawan untuk berani melangkah dan menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

“Selamat menjadi apa pun yang kalian cita-citakan. Masa depan ada di tangan kalian sendiri,” pungkasnya.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?