Pengeluaran Listrik yang Menguras Dompet Anak Kos
Salah satu pengeluaran bulanan yang sering kali dianggap berat oleh anak kos adalah tagihan listrik. Penggunaan listrik yang tidak terkontrol bisa menyebabkan dompet kembali kosong meskipun sudah membeli token listrik dengan nominal tertentu.
Banyak anak kos memilih untuk membeli token listrik sebesar Rp 100.000 dengan harapan bisa digunakan selama sebulan penuh. Namun, dalam praktiknya, sering kali saldo kWh habis sebelum masa 30 hari berakhir. Hal ini terutama terjadi jika penghuni kos menggunakan pendingin ruangan atau AC.
Perhitungan Konsumsi Listrik dengan AC
Dosen Teknik Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa secara kasar, token listrik Rp 100.000 tidak cukup untuk pengguna AC dalam satu bulan.
Contoh simulasi yang diberikan oleh Syarif adalah ketika penghuni kos menggunakan AC 1/2 PK. Daya listrik yang digunakan adalah 400 watt. Jika AC dinyalakan selama 10 jam per hari, maka konsumsi listriknya mencapai 4 kWh per hari.
Dengan asumsi daya listrik kamar kos di Jakarta berkisar antara 1.300-2.200 VA, tarif dasar listrik per November 2025 adalah Rp 1444,70 per kWh. Berikut perhitungan konsumsinya:
- 4 kWh x Rp 1444,70 = Rp 5.778,8 per hari
- Dalam satu bulan (30 hari), kebutuhan token listrik akan mencapai Rp 173.364.
Tips Menghemat Token Listrik dengan AC
Meskipun demikian, Syarif memberikan beberapa tips agar token listrik Rp 100.000 dapat bertahan selama 30 hari untuk pengguna AC. Ia menjelaskan bahwa daya maksimum AC 1/2 PK adalah 400 watt, namun hal tersebut masih bisa dikurangi jika penyekatan ruangan baik.
“Jika penyekatannya bagus, sebenarnya AC hanya membutuhkan daya rata-rata 200 watt,” jelas Syarif. Dengan daya 200 watt dan waktu penggunaan 10 jam per hari, konsumsi listrik menjadi 2 kWh per hari.
Perhitungan konsumsinya adalah sebagai berikut:
- 2 kWh x Rp 1444,70 = Rp 2.889,4 per hari
- Dalam satu bulan, kebutuhan token listrik akan mencapai Rp 86.682.
Sisa dari token listrik tersebut dapat digunakan untuk alat elektronik lain seperti kipas angin, lampu, atau peralatan lainnya.
Atur Suhu AC dengan Bijak
Salah satu cara efektif untuk menghemat penggunaan daya AC adalah dengan menyetel suhu di 23 derajat Celsius. Syarif menilai bahwa AC yang dinyalakan pada suhu 18 derajat Celsius akan mengonsumsi daya maksimal.
“Jika suhu AC diatur di 23 derajat Celsius, daya rata-ratanya bisa hanya 200 watt,” ujarnya. Dengan begitu, konsumsi listrik bisa lebih rendah tanpa mengurangi kenyamanan.
Namun, ada juga cara lain yang bisa dilakukan, yaitu dengan mengurangi waktu penggunaan AC. Meski demikian, Syarif menegaskan bahwa hal ini bisa memengaruhi kenyamanan tubuh.
Kesimpulan
Menghemat penggunaan listrik dengan AC membutuhkan kesadaran dan penyesuaian pola penggunaan. Dengan mengatur suhu, meningkatkan penyekatan ruangan, serta memperhatikan durasi penggunaan, anak kos dapat memaksimalkan penggunaan token listrik Rp 100.000 selama sebulan penuh.












